Mantap, BAKTI Kominfo Beri Ruang Gratis Digital bagi Kalangan Disabitas

  • Oleh : Naomy

Rabu, 06/Okt/2021 21:13 WIB
Webinar BAKTI Webinar BAKTI

 

 

Baca Juga:
Membangun Merek Produk di Era Digital Lewat Digitalk

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Mantap, BAKTI Kominfo lepas batas kalangan disabilitas dengan beri ruang gratis digital, terutama di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Ya, selama ini BAKTi dikenal sebagai penyedia fasilitas infrastruktur telekomunikasi di daerah 3T untuk mencapai transformasi digital di Indonesia.

Baca Juga:
BAKTI Kominfo Targetkan Pembangunan BTS di 7.904 Desa Wilayah 3T Rampung Tahun 2022

Tahun 2021-2022 ini menjadi tahun pembangunan fisik dimana sebanyak 7.904 desa/kelurahan yang belum terjangkau internet akan menikmati sinyal 4G.

Tapi kinerjanya tidak sebatas pembangunan fisik semata, BAKTI Kominfo ingin memastikan bahwa apa yang dibangun benar-benar bermanfaat. 

Baca Juga:
Lewat Forum DigiTalk, Kominfo Ajak Generasi Z Tingkatkan Kompetensi

*Hendaknya kehadiran internet dapat digunakan secara positif oleh seluruh lapisan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan lewat  ekonomi digital ke seluruh pelosok Indonesia," tutur Kadiv Perencanaan Strategis BAKTI Kominfo Yulis Widyo Marfiah dalam webinar, Rabu (7/10/2021).

Guna mencapai itu semua dibangunlah Ekosistem Digital guna mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) di daerah-daerah 3T agar siap dan mampu menggunakan fasilitas yang ada. 

Berbagai program pelatihan dilakukan baik di sektor 
pendidikan, pariwisata, kesehatan, dan di sektor publik.

Masyarakat di daerah 3T dapat menikmati program tersebut secara gratis, termasuk juga bagi mereka yang berkebutuhan khusus atau para penyandang disabilitas.  

Dia menyampaikan, semua program tersebut terbuka untuk umum, termasuk bagi rekan-rekan disabilitas, meski BAKTI juga menyediakan pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) khusus bagi para disable. 

"Di daerah 3T banyak program pelatihan dan terbuka untuk siapa saja. Rekan-rekan disable bisa mengikuti dengan menyesuaikan pada minat dan kemampuannya. Saat ini bisa ikut pelatihan melalui daring dan akan memperoleh sertifikat SKKNI yang dapat dipakai untuk referensi bekerja,” urai Yulis. 

Hal tersebut seiring dengan agenda percepatan Transformasi Digital Nasional. Menteri Kominfo Johnny  G Plate memang memberi perhatian khusus kepada kaum difabel dengan mendukung adopsi teknologi, sehingga dapat meminimalisir ataupun menghilangkan keterbatasan sosial yang ada. 

"Berdasar data BPS tahun 2020 hanya 34,89% penduduk disabilitas yang menggunakan ponsel dan laptop, hanya 8,5% yang memanfaatkan internet dari total  22,5 juta penduduk disabilitas di Indonesia. 

Program BAKTI Kominfo bagi penyandang disabilitas sudah dirasakan oleh Echi Pramitasari, seorang aktivis disabilitas sekaligus Ketua ParaDifa, sebuah organisasi  yang bergerak di bidang pengembangan dan pemberdayaan kompetensi kerja penyadang disabilitas berbasis TIK.  

Echi yang seorang disable fisik akibat kecelakaan di usia remaja ini tidak hanya terlibat sebagai peserta, tapi ia juga menambah kemampuan sebagai instruktur lewat pelatihan, yang diwadahi oleh BAKTI Kominfo. 

"Kolaborasi ParaDifa dan BAKTI yang dilakukan tahun 2020 berhasil menjangkau 1.790 rekan-rekan disabilitas dari seluruh Indonesia secara daring, termasuk mereka yang tinggal di daerah 3T sebanyak 256 peserta," ungkap Ehci.

Para disable dari semua ragam disabilitas (fisik, sensorik, mental, dan intelektual) diberi pelatihan dan uji kompetensi TIK pada program Office, desain, e-commerce, Google Sheet,  dan Google Form.    

Dia berharap ke depannya masyarakat dapat mengakui kelebihan dan kompetensi rekan-rekan disabilitas sehingga tidak terkotak-kotakan di bidang pekerjaan tertentu saja. 

Sebab, di tengah keterbatasan yang ada, mereka pun memiliki kemampuan yang sama dengan masyarakat non disabilitas lain. 

"Kesempatan dan dilibatkan dalam berbagai kegiatan adalah yang paling penting, sehingga masyarakat juga mengenal kami," ungkap dia. 

Para disable juga perlu menunjukan dirinya kalau mereka bisa, mereka mampu, dan mereka ada.

Lewat ekosistem digital, BAKTI Kominfo tidak hanya berbagi ilmu, namun juga meningkatkan kualitas mental mereka. 

Para penyandang disabilitas ini diajak untuk berkarya dan mampu memperluas jaringan yang dapat menambah modal untuk bisa berdiri sendiri, tidak berbeda dengan mereka yang non disabilitas. (omy)