Primajasa Naikkan Kapasitas Tempat Duduk jadi 75%

  • Oleh : Fahmi

Kamis, 07/Okt/2021 16:17 WIB
Bus Primajasa di Terminal Bekasi, Jawa Barat. Bus Primajasa di Terminal Bekasi, Jawa Barat.

BEKASI (BeritaTrans.com) - Bus PO Primajasa akan menambah jumlah kapasitas tempat duduk bagi penumpangnya.

Selama ini bus membatasi penumpang sebanyak 50 persen dari ketersediaan kursi. Hal itu sejalan dengan dilonggarkannya sejumlah aturan pada saat masa PPKM ini. 

Baca Juga:
Amal Kendarai Bus Sinar Dempo Bekasi-Pagar Alam, Lebih Banyak Perpal daripada Waktu di Perjalanan

Maka pada 8 Oktober 2021 besok, bus Primajasa diperbolehkan mengangkut 75 persen dari kapasitas jumlah ketersediaan tempat duduk. 

"Besok mulai Jumat, jumlah penumpang sudah akan bertambah dari yang boleh diisi 22 orang, nanti akan menjadi 32 orang," kata ketua pengurus  Primajasa Bekasi, Mustakim, Kamis (7/10/2021). 

Baca Juga:
Cerita Kru Bus AKAP saat Mudik Lebaran 2022 `Berlimpah Rezeki hingga Antre Berjam-jam di Pelabuhan`

Keputusan tersebut sudah berdasarkan dari kebijakan perusahaan pusat, yang akan menerapkan mulai 8 Oktober 2021. 

Mustakim menjelaskan bus dengan trayek dalam provinsi Jawa Barat ini masing-masing memiliki jumlah kursi penumpang sekitar 45 seat. Dikarenakan masa pandemi diharuskan untuk jaga jarak, maka perusahaan selama ini membatasi jumlah tempat duduk hanya boleh diisi sebanyak 50 persen dari jumlah tersebut. 

Baca Juga:
Polisi Tangkap 3 Calo Bus di Terminal Bekasi, Paksa Penumpang Beli Tiket Palsu

Mustakim menceritakan, pada hari tertentu jika penumpang bus membludak maka bus tetap tidak akan menaikkan penumpangnya. Penumpang akan dinaikkan pada bus selanjutnya. 

"Kursi bus ada 43-45 lah. Tapi walaupun banyak penumpang(melebihi kapasitas), tetap kemaren penumpang juga enggak keangkat," kata Mustakim. 

Diketahui Primajasa menerapkan protokol kesehatan yang ketat, selain menerapkan jaga jarak di setiap barisan seat kursi hanya boleh diisi oleh satu orang saja, bus juga menyediakan handsainitizer. 

Mengenai tarif, Primajasa masih memberlakukan tarif lama dan tidak menaikkan ongkosnya.(fahmi)