Angkasa Pura Aviasi Terapkan GSE Polling Bareng JAS dan Gapura Angkasa untuk Bandara Kualanamu

  • Oleh : Naomy

Rabu, 13/Okt/2021 19:39 WIB
Kerja sama Angkasa Pura Aviasi, JAS, dan Gapura Angkasa Kerja sama Angkasa Pura Aviasi, JAS, dan Gapura Angkasa

TANGERANG (BeritaTrans.com) - PT Angkasa Pura Aviasi, anak perusahaan PT Angkasa Pura II (Persero) diberikan mandat melaksanakan penyelenggaraan, pengelolaan dan bisnis kebandarudaraan  di Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Sumatera Utara.

Baca Juga:
Mantap, JAS Telah Tangani Kedatangan 54 Juta Dosis Vaksin Covid-19 di Terminal Kargo Bandara Soetta

Langkah strategis PT Angkasa Pura Aviasi terus dilakukan dalam rangka meningkatkan pendapatan, meskipun di masa pendemi ini tidak menjadi pasang surut bagi anak usaha PT Angkasa Pura II (Persero).

Di tengah kondisi saat ini Angkasa Pura Aviasi bekerjasama dengan dua mitra besar perusahaan Ground Handling yang beroperasi di Bandara Kualanamu, untuk melakukan penandatanganan  Nota Kesepahaman Penerapan GSE Pooling, guna meningkatkan fasilitas pelayanan dan pengoperasian fasilitas kendaraan GSE di sisi udara (airside) dan ground handling support di Bandara Kualanamu. 

Baca Juga:
110 Perusahaan Ikut Market Sounding BKPM untuk Proyek Pengembangan Bandara Kualanamu

Direktur PT Angkasa Pura Aviasi Haris menyampaikan, kesepahaman ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi sinergi bersama dua mitra Perusahaan Ground Handling yaitu PT Gapura Angkasa dan PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) Tbk, untuk meningkatkan pelayanan kebandarudaraan melalui Konsep Ground Support Equipment (GSE) Pooling.

Ke depannya seluruh kendaraan GSE akan di provide oleh Operator Bandara melalui Kerja sama investasi dengan Operator GSE, untuk kemudian digunakan oleh Perusahaan Ground Handling dengan Model Business Pay Per Service. 

Baca Juga:
Ayo Siapa Tertarik? Dicari Strategic Patnership Bandara Kualanamu

"Model bisnis ini akan sangat membantu perusahaan ground handling untuk melakukan efisiensi biaya, di mana kedepan tidak perlu lagi melakukan investasi kendaraan GSE, melakukan perawatan GSE serta mengoptimalkan Sumber Daya Manusia (SDM)," ungkap Haris, Rabu (13/10/2021). 

Di sisi lain, penerapan GSE Pooling akan meningkatkan safety dan keteraturan di wilayah airside, serta meningkatkan kenyamanan pengguna jasa bandara dari sisi on time performance.

"Kami butuh bersinergi dengan mitra yang bisa berkerjasama untuk meningkatkan level of service," ungkapnya. 

Tak hanya ucapan, tetapi komitmen nyata bersama-sama untuk selalu meningkatkan level of services dengan melakukan pertemuan bersama  dua mitra sekaligus.

Komitmen ditandai dengan dilakukannya penandatanganan Nota Kesepahaman bersama PT Angkasa Pura Aviasi bersama PT Gapura Angkasa dan PT JAS yang telah berkiprah melayani jasa Kebandarudaraan/jasa pelayanan (GSE) Pooling khususnya di bandara Kualanamu. 

Haris menegaskan, konsep GSE Pooling sudah diterapkan dengan baik di Bandara Hongkong, London Heathrow, serta Amsterdam dan sudah menjadi best practices yang direkomendasikan ICAO.

"Dengan begitu menjadi sangat layak untuk  bisa diterapkan di Bandara Kualanamu," pungkasnya. (omy)