Kemenhub Dukung BPK Audit Penyelenggaraan Transportasi Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan

  • Oleh : Naomy

Kamis, 14/Okt/2021 08:41 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi Menhub Budi Karya Sumadi

 


JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan RI dukung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI) audit pembangunan transportasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. 

Baca Juga:
Pidato Presiden Jokowi di PBB: Ekonomi Pulih Jika Pandemi Corona Terkendali

Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di sela menjadi pembicara kunci konferensi yang digelar secara daring oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bertema Peran Badan Pemeriksa untuk Mencapai Transportasi Berkelanjutan dan Pembangunan Ramah Lingkungan, Rabu (13/10/2021).

"Sektor transportasi selain berperan penting memberikan akses keterhubungan bagi masyarakat, juga sekaligus berperan mengurangi emisi gas rumah kaca," ungkapnya. 

Baca Juga:
Kemenhub Minta Kepastian Jepang Terkait Proyek Kerja Sama Pembangunan Infrastruktur Transportasi di Indonesia

Hal ini menjadi upaya bersama negara-negara di dunia untuk mengatasi perubahan iklim guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan sesuai yang diatur dalam resolusi PBB tentang Tujuan Pembangunan Yang Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG’s).

“Indonesia memiliki komitmen tinggi untuk berperan serta dalam pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim, termasuk dalam transportasi,” tutur Menhub.

Baca Juga:
Komisi V DPR Akan Perjuangkan Kekurangan Anggaran Tahun 2022 Kemenhub

Komitmen Indonesia di sektor transportasi tersebut ditunjukkan melalui pembangunan  infrastruktur dan peningkatan pelayanan angkutan umum seperti pembangunan MRT, LRT, Kereta Cepat, serta Bandara dan Pelabuhan Hijau.

Meski di tengah pandemi yang memukul perekonomian dan sektor transportasi, Kemenhub tetap menjalankan program pengembangan sosial ekonomi yang seimbang, inklusif, dan berkelanjutan.

“Komunitas global akan mengambil semua kesempatan pemulihan ekonomi dengan memasukkan aspek berkelanjutan dalam agenda pembangunan mereka melalui pelaksanaan “Green Recovery Program” sebagai perubahan mendasar. Oleh karenanya, pengawasan dan pelaksanaan program dan kebijakan yang diambil oleh para pemangku kepentingan merupakan hal yang sangat penting,”ujar Menhub. 

Menhub mengapresiasi upaya BPK sebagai salah satu auditor eksternal dalam organisasi internasional seperti IMO, WMU dan IMLI.

“Apa yang dilakukan BPK dapat meningkatkan kontribusi Indonesia di kancah internasional, dalam memastikan akuntabilitas, transparansi, dan keberlanjutan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan,”ujar Menhub.

Sementara itu, Ketua BPK Dr. Agung Imam Sampurna menyampaikan, pihaknya merancang audit khusus untuk implementasi pembangunan berkelanjutan dengan mempertimbangkan keterkaitan antara target sasaran yang berfokus pada pengurangan emisi dari sektor transportasi, integrasi konservasi energi moda transportasi, dan pembangunan infrastruktur jalan.

"BPK bersama dengan Badan Pengawas Keuangan Negara Tiongkok dan Thailand ditunjuk oleh PBB menjadi inisiator untuk melakukan audit dengan tema transportasi berkelanjutan yang akan menjadi panduan audit bagi 80 negara anggota lainnya untuk melakukan audit serupa di negaranya masing-masing," bebernya.

Turut hadir dalam forum ini yaitu Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono dan para Anggota BPK.  

Forum diskusi ini diinisiasi oleh PBB, Pemerintah Republik Rakyat Cina (RRC), dan BPK. (omy)