Korea Utara dan China Bikin Sistem Militer Kian Misterius

  • Oleh : Redaksi

Kamis, 14/Okt/2021 12:28 WIB
China dan Korea Utara bersiap bikin sistem militer yang kian misterius. (AFP/MARK SCHIEFELBEIN) China dan Korea Utara bersiap bikin sistem militer yang kian misterius. (AFP/MARK SCHIEFELBEIN)

JAKARTA (BeritaTrans.com) -  Korea Utara dan China mengumumkan keduanya membuat sistem militer yang kian misterius. Korut mengklaim akan membuat kekuatan militer tak terlihat.

Sementara China dilaporkan tengah melakukan berbagai upaya untuk membuat kapal selamnya kian sulit dideteksi.
Presiden Korea Utara Kim Jong-un mengatakan, kemampuan militer tak terlihat ini penting dikembangkan agar negara lain tak berani mengusik negaranya.

Baca Juga:
Adu Jago di Laut China Selatan

"[Tujuan paling penting Korut saat ini] memiliki kemampuan militer tak terlihat," ujar Kim saat membuka pameran militer di Pyongyang, seperti dikutip Associated Press, Selasa (12/10).

Ia melontarkan pernyataan ini ketika sedang berbicara mengenai sikap Amerika Serikat yang terus menciptakan ketegangan di kawasan Semenanjung Korea.

Baca Juga:
Upaya China Menjadi Kekuatan Militer Terbesar di Dunia: Menghabiskan Banyak Uang, Meningkatkan Cadangan Nuklir hingga Mengembangkan Rudal Hipersonik

"(AS) adalah akar penyebab (ketidakstabilan)," kata Kim.
Kim memang selalu menuding AS memicu ketegangan, terutama dengan menggelar latihan militer dengan Korea Selatan. Terakhir kali, AS dan Korsel latihan militer gabungan pada Agustus lalu.

Selama ini, AS memang menempatkan sekitar 28.500 tentara di Korsel untuk mempertahankan serangan dari tetangganya, usai perang pada 1950.

Baca Juga:
Perpanjangan Kerja Sama Maritim Indonesia-Amerika Bikin Gerah China

Sementara itu, China dilaporkan sedang berusaha membuat kapal selam bertenaga nuklir pembawa rudal balistik (SSBN) mereka semakin sulit dideteksi pihak lain.

Dugaan ini muncul dalam hasil riset penulis ensiklopedia mengenai kapal selam dari Prancis, Eric Genevelle. Ia melakukan riset bersama mantan teknisi sonar kapal selam nuklir Angkatan Laut Amerika Serikat, Richard W Stirn.

Dalam laporannya, Genevelle dan Stirn

dengan mengurangi kebisingan dan mengembangkan taktik untuk menyembunyikan nomor identifikasi.

Laporan itu juga menyebut China mencoba memodifikasi susunan sonar SSBN Tipe 094 agar dapat mengurangi suara bising. Selain itu, mereka juga menghilangkan jendela dan mengurangi lubang di lambung kapal.
Kedua peneliti itu juga menduga China menyusun skema penomoran kapal untuk mengelabui pihak intelijen asing.

Selain sama-sama memiliki kepemimpinan yang otoriter, Korea Utara dan China juga menjalin hubungan yang cukup akrab.

Pada Juli, Kim menggembar-gemborkan hubungannya dengan China saat mengucapkan selamat atas perayaan 100 tahun Partai Komunis.

"Keberadaan Partai Buruh Korea Utara bersama Partai Komunis China akan meningkatkan persahabatan Korut-China ke titik strategis baru seiring waktu dan seperti yang diinginkan rakyat kedua negara," ujar Kim.

Mengutip CFR, China sendiri adalah mitra dagang terbesar Korea Utara dan bisa dibilang memiliki pengaruh paling besar terhadap rezim Kim Jong-un.(amt/sumbercnnindonesia.com)