Bakauheni Harbour City jadi Harapan Besar Menteri BUMN, Kenapa?

  • Oleh : Naomy

Sabtu, 16/Okt/2021 15:46 WIB
Menteri BUMN di proyek Bakauheni Harbour City Menteri BUMN di proyek Bakauheni Harbour City

 

BAKAUHENI (BeritaTrans.com) - Bakauheni Harbour City (BHC) menjadi harapan besar Menteri BUMN Erick Thohir. Kenapa?

Baca Juga:
Kemenhub Bersama Stakeholder Geber Upaya Tekan Biaya Logistik Nasional

Dia bilang, BHC akan menjadi tumpuan pariwisata lokal di Provinsi Lampung. 
 
Untuknya, dia memastikan keberlanjutan pelaksanaan pembangunan proyek  BHC.

Hal ini disampaikan Menteri Erick dalam kunjungan kerjanya di Lampung, pada Sabtu (15/10/2021). 

Baca Juga:
Mulai 1 Desember, E-Ticket Penyebrangan Harus Dilengkapi Data Lengkap Sesuai Kartu Identitas Penumpang dan STNK

"Pascapandemi Covid-19 Pemerintah terus menjaga pertumbuhan ekonomi negeri dengan tetap memastikan keberlanjutan investasi proyek pembangunan infrastruktur di Tanah Air, termasuk sektor pariwisata," urainya. 

Dia melihat proyek BHC ini potensi pariwisata yang luar biasa. Apalagi, dengan tersambungnya jalan tol Trans Sumatera mobilitas masyarakat akan terus meningkat. 

Baca Juga:
KMP Labuhan Haji Mulai Layani Rute Bitung-Tobelo

"Saya apresiasi juga kepada manajemen ASDP yang telah membangun sistem e-ticketing, sehingga kini pengguna ferry tidak perlu antri lagi saat membeli tiket untuk menyeberang dari Jawa ke Sumatera," katanya.

Bahkan, dengan berlakunya sistem reservasi tiket online Ferizy, masyarakat bisa mengatur perjalanannya.

Dia mengungkapkan, proyek BHC memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan dan dapat menjadi pariwisata lokal andalan di Lampung. 

Pemerintah telah berkomitmen menggelontorkan dana lebih dari Rp500 miliar untuk pembangunan pariwisata Lampung, termasuk dengan pembangunan infrastruktur dasar jalan dan air bersih. 

"Sebelum Covid-19, kontribusi terbesar pariwisata lokal mencapai 78 persen, sedangkan asing hanya 22 persen. Jadi, sudah seharusnya kita menggenjot investasi wisata lokal," ungkap dia. 

BHC ini sudah tepat titiknya, di antara Sumatera dan Jawa. Dia berharap, semua dapat bersinergi bersama-sama dalam proyek ini, baik pemerintah pusat, daerah, dan BUMN.

"Untuk pembangunan tahap awal ASDP bersama dengan Bank Syariah Indonesia, Bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN akan mendukung proyek BHC melalui pembangunan Mesjid Raya, Creative Hub dan UMKM Center, serta revitalisasi Taman Budaya Siger dengan nilai investasi awal sebesar Rp45 miliar," imbuh Erick.

Adapun proyek theme park Krakatau Park ditargetkan dapat dibangun pertengahan tahun depan dan rampung di akhir tahun 2022.  

"Saya meyakini, kehadiran Mesjid Raya, Creative Hub, UMKM Center dan taman budaya ini nanti tidak hanya menjadi mercusuar peradaban, tetapi juga penggerak perekonomian masyarakat setempat. Dengan hadirnya BUMN di Lampung, kami harapkan pertumbuhan ekonomi dapat terjaga baik," ujarnya. 

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan, jika melihat data penyeberangan ASDP, dari total 49 juta yang dilayani di seluruh Indonesia, lintasan Merak-Bakauheni sendiri berkontibusi sebesar 42,2 persen atau sekitar 20,7 juta penumpang yang menyeberangi Jawa-Sumatera setiap tahunnya.

"Dengan begitu, ada potensi yang sangat besar disini, utamanya dalam pengembangan Bakauheni Harbour City ini," kata dia.
 
Bakauheni dikelilingi ragam obyek wisata mulai dari sejarah, alam dan pariwisata minat khusus. 

Proyek Game Changer ASDP seluas 214 Ha yang melibatkan kolaborasi bersama Pemprov Lampung, dan PT Hutama Karya ini tengah menyelesaikan beberapa milestone di antaranya Penetapan Status Kawasan sebagai Proyek Strategis Nasional, pembentukan perusahaan pengelola kawasan, finalisasi detail masterplan, serta perencanaan pengembangan infrastruktur kawasan. 

Pada pengembangan tahap pertama kawasan yang berada di lahan ASDP telah direncanakan pembangunan Masjid Bakauheni yang dapat menampung lebih dari 2000 jamaah, pembangunan Creative Hub dan UMKM Center, dan Revitalisasi Taman Budaya Menara Siger senilai Rp45 miliar. Adapun ground breaking tahap pertama ditargetkan pada minggu ketiga Oktober 2021. (omy)