Dukung Berantas Covid, PLP Tanjung Priok dan KKP Monitoring ke Pulau Pramuka

  • Oleh : Redaksi

Kamis, 21/Okt/2021 20:10 WIB


JAKARTA (BeritaTrans.com) - Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok Ditjen Perhubungan Laut memberikan dukungan terhadap upaya pemberantasan Covid-19.

Baca Juga:
Kapal KM Sumantri Brodjonegoro Terbakar di Perairan Cilacap, Direktur KPLP: Ada 27 ABK

Salah satu dukungan tersebut, kapal patroli PLP Tanjung Priok mengangkut puluhan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Priok dalam rangka monitoring ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Kapal patroli tersebut memang rutin berkeliling dalam melaksanakan tugas menjaga keselamatan serta keamanan pelayaran, juga menjaga kelestarian lingkungan maritim.

Baca Juga:
Kemenhub Terbitkan Maklumat Pelayaran, Berlaku Hingga 4 Desember

"Pada hari Rabu (20/10/2021) kemarin, patroli kapal kami terbilang istimewa karena mengangkut 20 petugas KKP Tanjung Priok dalam rangka konsiyiring serta monitoring di Pulau Pramuka," ungkap Kepala PLP Tanjung Priok, Capt. Wahyu Prihanto, kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id, Kamis (21/10/2021).

Pengangkutan puluhan petugas KKP itu, dia mengutarakan merupakan bagian dari sinergitas serta  kolaborasi memberantas Covid-19.

Baca Juga:
Wujudkan Laut Bersih, Indonesia Gandeng Negara-Negara di Kawasan Asia-Pasifik

Pada sisi lain, Wahyu menuturkan petugas KKP mendapatkan pengetahuan baru tentang tugas pokok KPLP dan kapal patroli KPLP.

Sepanjang perjalanan dari dermaga PLP Tanjung Priok ke Kepulauan Seribu, petugas KKP,  "kami juga mensosialisasikan tentang peran KPLP dalam tugas-tugas nasional dan ikut dalam pertolongan berkaitan kecelakaan transportasi di laut. Paling anyar, ikut dalam pencarian pesawat Sriwijaya Air.

Mantan Kepala KSOP Muara Angke dan Kumai itu mengungkapkan PLP Tanjung Priok juga mensosialisasikan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut dan pantai.

Dia mengemukakan Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayat, termasuk folra dan fauna di laut. "Laut memiliki potensi yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Menjaga laut berarti menjaga ekosistem kehidupan."

Tentang kenjaga ekosistem laut iru, sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanam mangrove bersama sejumlah duta besar negara sahabat dan masyarakat di Desa Bebatu, Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Jokowi mengatakan penanaman mangrove ini sebagai upaya rehabilitasi hutan mangrove yang perlu diperbaiki.

"Kita tanam kembali sehingga yang pertama ini akan menjaga dari gelombang air laut yang ada, intrusi air laut, kemudian juga menjaga habitat dari spesies-spesies yang ada di hutan mangrove dan sekitar hutan mangrove," ujar Jokowi dalam keterangan tertulis dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Selasa (19/10/2021). (awe).