Ekspor dan Impor Meningkat, Kinerja Sektor Logistik Terdongkrak

  • Oleh : Naomy

Senin, 25/Okt/2021 06:56 WIB
Angkutan logistik via laut (dok) Angkutan logistik via laut (dok)

 

BANDUNG (BeritaTrans. com) - Ekspor dan impor mengalami peningkatan. Hal ini membuat kinerja logistik tentu saja terdongkrak.

Baca Juga:
Mantap, Triwulan III-2022, Sektor Transportasi dan Pergudangan Tumbuh 25,81%

Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menyebutkan, peningkatan nilai ekspor Indonesia sebesar 47,64 persen (y-on-y) hingga September 2021

Kinerja ini juga didorong peningkatan nilai impor sebesar 40,31 persen pada periode tersebut. 

Baca Juga:
Antisipasi Ancaman Resesi 2023, Perlu Penguatan Logistik Domestik

"Berdasarkan data BPS, nilai ekspor meningkat berturut-turut antara Mei hingga Agustus 2021," tuturnya, Senin (25/10/2021).

Namun alami penurunan pada September 2021 sebesar 3,84 persen (m-to-m). Pada periode itu, nilai impor juga turun sebesar 2,67 persen. 

Baca Juga:
Sektor Transportasi dan Pergudangan Tumbuh Tertinggi Sebesar 21,27 Persen pada Triwulan II-2022

Tercatat nilai ekspor sebesar US$20,60 miliar dan nilai impor sebesar US$16,23 miliar pada September 2021. 

Pada periode Januari-September 2021, nilai ekspor total Indonesia sebesar US$164,29 miliar yang disumbang ekspor nonmigas sebanyak 94,63 persen dengan kontribusi terbesar dari industri pengolahan (77,73 persen), diikuti pertambangan (15,08 persen) serta pertanian, kehutanan, dan perikanan (1,82 persen). 

Pada periode itu, nilai impor total sebesar US$139,22 miliar dengan sumbangan terbesar dari bahan baku/penolong (75,50 persen) diikuti barang modal (14,37 persen) dan konsumsi (10,13 persen). 

"Dengan beberapa indikator seperti peningkatan ekspor-impor itu, kita optimistis sektor logistik semakin cepat pulih," ungkqpnya. 

Beberapa faktor pendorong lainnya antara lain hasil pembangunan infrastruktur yang meningkatkan konektivitas serta perkembangan teknologi informasi termasuk digitalisasi, internet of things (IoT), dan blokchain.

Merger Pelindo diharapkan juga berdampak signifikan terhadap peningkatan efisiensi sektor logistik Indonesia. 

Namun demikian, masih sangat diperlukan kolaborasi dan sinergi antar pelaku usaha dan pihak-pihak terkait dalam peningkatan efisiensi sektor logistik. 

"Kolaborasi bisa dilakukan dalam berbagai bentuk termasuk pengembangan dan penggunaan shared facilities," tutup Setijadi. (omy)

Tags :