Rencana Wajib Tes PCR di Bus AntarKota, Kru: Sudah Solar Susah, Ditambah Wajib PCR, Makin Suram

  • Oleh : Bondan

Kamis, 28/Okt/2021 19:40 WIB
Bus Putra Belitang di Terminal Bekasi, Kamis (28/10/2021). Foto: BeritaTrans.com. Bus Putra Belitang di Terminal Bekasi, Kamis (28/10/2021). Foto: BeritaTrans.com.

BEKASI (BeritaTrans.com) - Lagi-lagi, pengemudi bus antarkota keluhkan rencana Pemerintah mewajibkan penumpang bus untuk test PCR.

Keluhan ini masih BeritaTrans.com temui di sejumlah kru/awak bus antarkota, terutama pada bus lintas Sumatera yang berada di Terminal Bekasi.

Baca Juga:
Begini Serunya Naik Bus dari Terminal Bekasi

Tarwanto, kru bus Putra Belitang. Foto: BeritaTrans.com.

Seperti Tarwanto, kru bus Putra Belitang saat dijumpai BeritaTrans.com di Terminal Bekasi, dengan adanya rencana Pemerintah mewajibkan test PCR di bus antarkota, mengungkapkan keluh kesahnya.

Baca Juga:
Bus Primajasa Setia Menanti Penumpang di Terminal Bekasi

"Para penumpang itu sebenarnya sudah pada bosan soal test PCR. Yang pertama terlalu repot, bikin suratlah inilah. Kan harusnya cukup pakai kartu vaksin saja. Masa masih diminta surat swab. Kan Pemerintah kemarin gembar-gemborin masyarakat agar vaksin," ucap Tarwanto kepada BeritaTrans.com di Terminal Bekasi, Kamis (28/10/2021).

Lanjutnya, mayoritas para penumpang tidak setuju dengan kebijakan rencana Pemerintah memberlakukan wajib test PCR nantinya.

Baca Juga:
Belasan Bus Geber Terminal Bekasi, Penumpang?

"Banyak penumpang yang repot ngurus lah, antre lah, belum lagi biayanya yang mahal. Masa harganya lebih mahal dari harga tiket busnya. Makin terbebani penumpang," tambahnya.

Terlepas dari rencana kebijakan Pemerintah mewajibkan test PCR di moda transportasi darat, dirinya juga masih terus mengeluhkan susahnya mendapatkan bahan bakar solar di SPBU di wilayah Sumatera.

"Dapetin solar juga masih susah sampai sekarang mas di wilayah Lampung, Sumatera Selatan. Udah solar susah, malah ditambah penumpang bus wajib PCR nantinya, lah makin sepi saja ini bus. Hampir dua tahun ini saja makin suram kita sebagai kru bus," tutup Tarwanto. (Dan)