BMKG Prediksi Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia Sepekan

  • Oleh : Redaksi

Senin, 01/Nov/2021 08:49 WIB
Ilustrasi . (CNN Indonesia/Safir Makki)  Ilustrasi . (CNN Indonesia/Safir Makki)

Jakarta (Beritatrans.com) -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan lebat akan mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia dalam satu pekan ke depan, mulai hari ini Minggu (31/10) sampai 6 November.

Hasil analisis menunjukkan potensi belokan dan perlambatan angin yang dapat meningkatkan pola konvektifitas dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia

Baca Juga:
Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Level III, BMKG: Waspada Potensi Tsunami

"Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang untuk periode 31 Oktober-6 November 2021," kata Deputi Bidang Meteorologi (BMKG) Guswanto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (31/10).

Hujan dengan intensitas lebat diprediksi bakal terjadi di 33 provinsi Indonesia. Di antaranya Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung.

Kemudian, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara.

Berikutnya Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

BMKG juga memprediksi mulai 31 Oktober hingga 1 November, sejumlah wilayah berpotensi terkena banjir dan banjir bandang akibat dampak hujan lebat.

Ada enam provinsi yang diprediksi bakal terendam banjir dengan kategori sedang, yakni; Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Saat memasuki musim hujan, BMKG mengimbau pihak-pihak terkait melakukan persiapan antara lain memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.

Kemudian melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon dengan tidak terkontrol.

Selanjutnya, melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh, dan menguatkan tegakan/tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang. BMKG juga mengimbau pihak berwenang melakukan penghijauan secara lebih masif.

BMKG turut meminta pihak-pihak terkait mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar pihak terkait untuk kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometrorologi.

Serta menggencarkan secara lebih masif sosialisasi, edukasi dan literasi untuk meningkatkan pemahaman, kepedulian pemerintah daerah, masyarakat dan pihak terkait dalam pencegahan/pengurangan risiko bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, banjir bandang, angin kencang, puting beliung dan gelombang tinggi).

"Dan terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem dari BMKG, secara lebih rinci dan detail untuk tiap kecamatan di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.   (ny/Sumber: CNNIndonesia)




 

Baca Juga:
BMKG soal Hujan Berhenti di Mandalika: Bukan Karena Pawang, tapi Faktor Durasi