Keberadaan Pelabuhan Patimban Makin Diperhitungkan, Perkuat Angkutan Otomotif Nasional dan Ekspor

  • Oleh : Naomy

Kamis, 04/Nov/2021 16:54 WIB
Pelabuhan Patimban Pelabuhan Patimban

 

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Keberadaan Pelabuhan Patimban menjadi salah satu alternatif rute bagi jalur angkutan barang yang akan memperkuat sektor logistik di Pulau Jawa dan Sumatera serta Pulau Kalimantan yang sebelumnya hanya terfokus di lintasan Merak-Bakauheni. 

Baca Juga:
Pembangunan Pelabuhan Patimban Fase 1-2 Dilanjutkan, Kontrak Paket 6 Diteken

Sejak diresmikan pada 20 Desember tahun 2020, Pelabuhan Patimban makin diperhitungkan dan terus mengalami peningkatan layanan.

Direktur Kepelabuhanan, Subagiyo mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan upaya optimalisasi di Pelabuhan Patimban.

Baca Juga:
Mantap, Tol Laut Melalui Pelabuhan Patimban Tambah Trayek, Distribusi 200 Ton Beras ke Aceh

Saat ini, Pelabuhan yang berada di Subang - Jawa Barat tersebut telah melayani pengiriman domestik untuk otomotif ke Batam dan Belawan, dan Long Distance Ferry (LDF) dengan rute Patimban – Panjang, Patimban – Pontianak, dan sebaliknya.

"Saat ini pengiriman otomotif di Pelabuhan Patimban baru domestik saja dan dilayani lima operator kapal. Ditargetkan awal Desember 2021 akan mulai melayani ekspor otomotif ke Timur Tengah," kata Subagiyo di Jakarta, Kamis (4/11/2021) 

Baca Juga:
Bareng IPB, Kemenhub Gelar Pelatihan Ahli Kepelabuhanan

Menurutnya, tujuan utama pembangunan Pelabuhan Patimban memang dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja ekspor industri dalam negeri, khususnya sektor otomotif. 

Untuk memudahkan dan meningkatkan pengiriman mobil dalam bentuk jadi atau Completely Built Up (CBU) dari industri di sekitar Karawang lebih efisien melalui Pelabuhan Patimban. Baik untuk ke pasar ekspor maupun dalam negeri. 

Pelabuhan Patimban berada di wilayah strategis dan dekat dengan pusat sektor otomotif nasional, serta kapasitas terminal Pelabuhan Patimban di Fase 1-1 mencapai 218.000 CBU/tahun dan 250.000 TEUs per tahun. 

Berdasarkan hasil kajian Kementerian Perhubungan bersama Gaikindo, selain angkutan dalam negeri, ekspor kendaraan ke Amerika Latin, Amerika Utara, sampai Afrika bisa meningkat dengan adanya Pelabuhan Patimban.

Adapun lima Operator kapal yang saat ini sudah beroperasi di Pelabuhan Patimban yaitu PT ASDP Indonesia Ferry dengan kapal Ferrindo 5, PT Toyofuji Serasi Indonesia dengan kapal Serasi I dan Serasi V, PT Agung Transina Raya dengan kapal MV Ostina, PT NSI NYK-SPIL Indororo dengan kapal Kalimantan Leader, PT Roro Samudra Putra Harmoni Mas dengan kapal Harmoni Mas 3 dan 8.

"Ferrindo 5 volume muatannya itu adalah kendaraan, truk logistik dan motor. Kemudian Serasi I dan V, MV Ostina dan Harmonis Mas 3 dan 8 itu volume muatannya mobil, sedangkan Kalimantan Leader volume muatannya adalah mobil dan alat berat," ungkap Subagiyo. 

Pada pelayaran perdananya awal Oktober 2021, MV Serasi V mengangkut sebanyak 700 unit mobil CBU yang didominasi Merk Toyota (PT Toyota Astra Motor) dikirim dari Pelabuhan Patimban menuju Pelabuhan Belawan - Medan. 

Kemudian pada pelayaran keduanya 26 Oktober 2021 MV Serasi V mengangkut 800 unit kendaraan terdiri dari mobil CBU, motor, kendaraan kecil dan alat berat.

"Sebelum-sebelumnya sudah ada pengiriman kendaraan melalui Patimban ke Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Pontianak dan Pelabuhan Banjarmasin dan pelayaran kedua MV Serasi V tersebut merupakan pengiriman paling banyak," ujar Subagiyo. (omy)