Kominfo Ajak Masyarakat Migrasi Kepemilikan Tanah ke Sertifikat Elektronik

  • Oleh : Naomy

Sabtu, 06/Nov/2021 08:31 WIB
Wwbinar Kominfo Wwbinar Kominfo

 

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) ajak masyarakan migrasi kepemilikan tanahnya dari Sertifikat konvensional ke elektronik.

Baca Juga:
Bersama Siberkreasi, Kominfo Gelar Kelas Personal Branding

“Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertifikat Elektronik secara bertahap akan memberlakukan sertifikat tanah elektronik di seluruh Indonesia," jelas Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Kominfo, Septriana Tangkary yang mewakili Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Usman Kansong, Jumat (5/11/2021).

Menurutnya, Jakarta dan Surabaya jadi kota pertama yang akan menerapkan sertifikat elektronik ini. 

Baca Juga:
Kominfo Dorong Pelaku UMKM Papua Masuk ke Ekosistem Digital

Pemerintah menjamin masyarakat tak perlu mengeluarkan uang pengurusan untuk mendapatkan sertifikat elektronik tanah.

Kominfo gelar Webinar Creative Talks Pojok Literasi “Migrasi Sertifikat Tanah dari Analog ke Digital”.

Baca Juga:
Menkominfo Optimistis Operasi Komersial Satelit HBA Sesuai Rencana

Acara yang digagas oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Perekonomian Maritim Kementerian Kominfo ini, bermitra dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ BPN dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) diselenggarakan secara hybrid (luring dan daring).

Narasumber yang hadir antara lain Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang BPN, Suyus Windayana, dan Koordinator Manajemen Resiko dan Penilaian Tingkat Kematangan Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Pusat, Pertahanan dan Penegakan Hukum, BSSN, Eko Yon Handri.

Suyus memulai sesi webinar dengan menjelaskan pentingnya migrasi sertifikat tanah ke dalam dokumen elektronik. 

Menurutnya selain karena tren sekarang semua sudah mulai beralih dari analog ke digital, juga terkait soal efisiensi dan transparansi. 

“Keuntungan dokumen elektronik salah satunya yang paling mudah adalah kita bisa trace dalam waktu singkat dan terintegrasi dengan aplikasi sentuh tanahku, jadi apabila tanah bapak ibu ada yang memblokir atau menjual bisa langsung diinformasikan ke aplikasi," ujar Suyus.

Keraguan masyarakat mengenai aman atau tidaknya apabila sertifikat tanah nantinya sudah dimigrasikan menjadi sertipikat elektronik dijawab dengan paparan Eko. 

Dia menjelaskan, standar teknis dan prosedur keamanan manajemen data pada sertifikat elektronik, salah satunya data sertifikat tanah elektronik yang diterbitkan kantor BPN sudah ter-enkripsi dan menggunakan tanda tangan elektronik, yang tujuannya untuk menghindari pemalsuan dokumen dan pemalsuan orang yang menandatangani dokumen tersebut.

“Mudah-mudahan ini memberikan pencerahan kepada bapak dan ibu sekalian bahwa dengan kita menggunakan sertifikat tanah digital itu lebih aman dibandingkan dengan sertipikat tanah analog," kata Eko. (omy)