Polana: Laju Komuter di Jabodetabek Terus Meningkat

  • Oleh : Naomy

Senin, 22/Nov/2021 16:59 WIB
Polana B Pramesti Polana B Pramesti


JAKARTA (BeritaTrans.com) -  Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Polana B. Pramesti mengatakan, Jabodetabek sebagai wilayah aglomerasi perkotaan terbesar di Indonesia memiliki perkiraan laju pertumbuhan penduduk sekitar 2,32-2,64% per tahun dari tahun 2020 – 2030. 

"Dengan masih terpusatnya kegiatan dan perekonomian mayoritas di Jakarta dan banyaknya masyarakat yang memilih tinggal di wilayah penyangga Bodetabek, mengakibatkan jumlah perjalanan komuter semakin meningkat," tuturnya dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis), Senin (22/11/2021).

Baca Juga:
Mulai Senin, BPTJ dan Stakeholder Terkait Uji Coba Rekayasa Lalin di Transyogi

Kebutuhan pergerakan masyarakat mencapai 88 juta orang setiap harinya, dari total jumlah penduduk Jabodetabek sebesar 33,83 juta jiwa.

“Pertumbuhan tersebut mendorong berkembangnya berbagai macam jenis layanan transportasi umum di Jabodetabek, seperti Bus Rapid Transit (BRT), kereta api perkotaan seperti KRL, LRT, MRT, taksi, angkutan online, dan sebagainya,” kata Polana. 

Baca Juga:
Biskita Trans Pakuan Diganjar Predikat Transportasi Publik Ramah Anak dari KPAID

Dia mengungkapkan, adanya kebutuhan perjalanan penumpang yang semakin kompleks dan perpindahan moda transportasi (antar maupun intra moda) tersebut, belum terfasilitasi dengan baik dan belum sepenuhnya terintegrasi. 

Menurutnya, pengembangan sistem transportasi di Jabodetabek masih terkotak-kotak, yang mengakibatkan perjalanan penumpang menjadi lebih lama, kurang nyaman, dan berbiaya lebih mahal. 

Baca Juga:
Evaluasi Kecelakaan Maut, Ridwan Kamil-Pemkot Bekasi Minta Batasi Jam Lintas Kendaraan Besar

Dengan begitu, dibutuhkan dukungan dan kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah serta pemangku kepentingan lainnya. 

"Dengan sinergi yang baik, diharapkan dapat mewujudkan layanan transportasi yang seamless dan berkelanjutan, sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat Jabodetabek,” tuturnya. (omy)