Gandeng BMKG, Ditjen Hubdat Gelar Bimtek Keselamatan Angkutan SDP

  • Oleh : Naomy

Kamis, 09/Des/2021 19:49 WIB
Bimtek Ditjen Hubdat Bimtek Ditjen Hubdat

MINAHASA (BeritaTrans.com)– Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menggandeng Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Bimbingan Teknis Keselamatan dan Keamanan Pelayaran Bagi Penyelenggara Pelabuhan Penyeberangan, Operator, dan Kru Kapal Penyeberangan Perintis di Provinsi Sulawesi Utara dan Sekolah Lapang Cuaca Perairan bagi operator dan pemilik perahu di Danau Tondano, Provinsi Sulawesi Utara pada 7-9 Desember 2021.

Baca Juga:
Jasa Raharja Jawa Barat Dampingi Dirjen Hubdat Tinjau TKP Laka Maut di Ciamis

Dalam sambutannya, Direktur Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan, Ir. Junaidi yang mewakili Dirjen Perhubungan Darat mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan BMKG dan para stakeholder terkait atas terselenggaranya kegiatan yang sangat luar biasa dan penting ini berkenaan dengan kesiapsiagaan semua selaku penyelenggara, operator, maupun masyarakat mengingat akhir-akhir ini cuaca yang ekstrem.

“Bila membahas cuaca ekstrem, setiap menjelang Desember dari BMKG sudah menyiapkan peralatan maupun perlengkapan secara menyeluruh. Oleh karena itu melalui sekolah lapang cuaca ini diharapkan dapat memberikan pemahaman bagi pemilik perahu dan seluruh operator pelayaran baik pelayaran laut maupun sungai, danau, dan penyeberangan,” tutur Junaidi.

Baca Juga:
Kemenhub Kembali Imbau Masyarakat yang Mudik Agar Atur Waktu Perjalanan

Menurutnya, kegiatan ini juga sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran bagi para pengguna informasi cuaca perairan khususnya bagi operator dan pemilik perahu yang ada di Danau Tondano dalam merespon informasi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (MKG) secara tepat dan terukur sesuai standar dan aturan yang berlaku guna mencegah terjadinya korban jiwa dan kerugian lainnya.

“Indonesia memiliki banyak danau yang berpotensi untuk digunakan sebagai sarana transportasi. Salah satu danau yang berpotensi tersebut adalah Danau Tondano yang terletak di Provinsi Sulawesi Utara dan masuk dalam wilayah kerja Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XXII Provinsi Sulawesi Utara.

Baca Juga:
Ditjen Hubdat Uji Publik RPM Konversi Kendaraan Listrik dan Kendaraan Kustomisasi

"Saat ini tercatat terdapat 127 kapal yang beraktivitas di Danau Tondano,” ungkap dia.

Danau Tondano memiliki luas sekitar 4.278 hektar dan telah ditetapkan sebagai salah satu dari 15 Danau Prioritas Nasional melalui Perpres Nomor 60 Tahun 2021.

“Ditjen Perhubungan dalam hal ini terus berupaya melalui berbagai dukungan pembangunan infrastruktur transportasi yang berkeselamatan, sebagai contoh di Danau Toba (pembangunan kapal, pelabuhan, sistem pemantauan lalu lintas) mengingat pada tahun 2018 terjadi tenggelamnya KMP. Sinar Bangun menjadi kick off bagi kita semua untuk lebih meningkatkan aspek keamanan dan keselamatan pelayaran,” urai Junaidi.

Sementara itu, dalam laporannya Kepala BPTD Wilayah XXII Provinsi Sulawesi Utara, Reinhard Ronald mengemukakan, pihaknya telah menyelenggarakan acara sekolah lapang cuaca perairan bagi para operator dan pemilik kapal di Danau Tondano 7 Desember 2021. 

“Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar Danau Tondano serta kapal-kapal penyeberangan di Sulut dapat beroperasi dengan selamat, aman, dan nyaman untuk melayani masyarakat khususnya di daerah daerah 3 TP (tertinggal, terluar, terdepan, dan perbatasan),” ujar Reinhard. (omy)