Ini Capaian Anggaran 2021 DJKA Kemenhub dan Rencana Pembangunan Pekeretaapian 2022

  • Oleh : Fahmi

Rabu, 22/Des/2021 19:18 WIB
Foto:Istimewa Foto:Istimewa

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Direktur Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, Zulfikri menyampaikan realisasi penyerapan anggaran yang dicapai oleh DJKA per Desember 2021. 

Menurut keterangan Zulfikri pada Selasa (21/12/2021) realisasi penyerapan sudah menyentuh kisaran 96,04% atau setara Rp 7,96 T dari total pagu Rp 8,29 T. 

Baca Juga:
Di Hadapan Menhub, Walkot Bobby Minta Tambahan Stasiun dan Kereta Api

Hingga akhir tahun 2021, program Padat Karya Tunai bidang perkeretaapian telah menyerap tenaga kerja sebanyak 19.020 orang atau 988.614 OrangHari, dengan realisasi besaran upah sebesar Rp103,72 Milyar.  

“Kami menyadari melalui pembangunan yang terus berjalan, percepatan pemulihan ekonomi dapat segera terwujud dengan memberdayakan masyarakat di sekitar lokasi pembangunan melalui program Padat Karya Tunai di wilayah kerja Balai Teknik Perkeretaapian (12 provinsi, 88 kabupaten, 228 desa),” ujar Zulfikri pada keterangan pers mengenai capaian kerja 2021 di Jakarta, Selasa (21/12/2021). 

Baca Juga:
DJKA Tawarkan Investasi Bisnis Kereta Api ke Negara Tetangga dan Swasta untuk Bangun Rel 2024

Zulfikri kembali menegaskan komitmen DJKA, untuk menyelesaikan proyek-proyek pembangunan dan peningkatan jalur kereta api yang sudah masuk ke dalam Outlook Pembangunan Perkeretaapian 2022. 

Beberapa program pembangunan prasarana yang akan dilaksanakan di tahun 2022 antara lain: Elektrifikasi Jalur KA Lintas Solo Balapan - Solo Jebres (3,5 Km), Double Track lintas Bogor-Sukabumi (26,8 Km), Double Track Kiaracondong - Cicalengka Tahap 1 dan 2 (22,17 Km), jalur ganda KA Mojokerto-Sepanjang (33 Km), jalur KA Maros-Barru (59,6 Km) serta Engineering Service Jakarta MRT East-West Project (Phase I). 

Baca Juga:
Pembangunan Perkeretaapian Butuh Dukungan Mitra Nasional dan Internasional

“Kami juga akan melanjutkan sejumlah kegiatan peningkatan jalur KA di Pulau Jawa dan Sumatera seperti Peningkatan Fasilitas Operasi Perkeretaapian lintas Jatinegara-Bogor dan Manggarai-Jakarta Kota, jalur KA Medan – Labuan, peningkatan jalur KA lintas Padang-Pariaman serta peningkatan jalur KA di lokasi lain”, ucap Zulfikri. (Fhm)