NASA Luncurkan Teleskop Antariksa Revolusioner

  • Oleh : Redaksi

Minggu, 26/Des/2021 22:09 WIB
Roket Arianespace Ariane 5 dengan Teleskop Luar Angkasa James Webb NASA di dalamnya, diluncurkan ke landasan peluncuran, Kamis, 23 Desember 2021. Foto: istimewa. Roket Arianespace Ariane 5 dengan Teleskop Luar Angkasa James Webb NASA di dalamnya, diluncurkan ke landasan peluncuran, Kamis, 23 Desember 2021. Foto: istimewa.

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Teleskop Luar Angkasa James Webb NASA, yang dibuat untuk memberikan gambaran tentang alam semesta sebagaimana saat galaksi pertama terbentuk, diluncurkan dengan roket pada Sabtu (25/12) pagi dari pantai timur laut Amerika Selatan. Peluncuran tersebut membuka era baru astronomi.

Teleskop inframerah revolusioner senilai $9 miliar, yang digambarkan oleh NASA sebagai observatorium ilmu antariksa perdana pada dekade berikutnya, dibawa tinggi-tinggi di dalam ruang kargo roket Ariane 5 yang diluncurkan sekitar pukul 07:20 EST (1220 GMT) dari Pangkalan peluncuran European Space Agency (ESA) di Guyana Prancis.

Baca Juga:
Tim Astronaut Swasta Pertama Tiba di Stasiun Antariksa Internasional

"Dari hutan hujan tropis ke tepi waktu itu sendiri, James Webb memulai perjalanan kembali ke kelahiran alam semesta," kata komentator NASA saat kendaraan peluncuran dua tahap, dilengkapi dengan pendorong roket padat ganda, menderu landasan peluncuran ke langit berawan.

Setelah 27 menit, perjalanan hipersonik ke luar angkasa, instrumen seberat 14.000 pon dilepaskan dari tahap atas roket buatan Prancis sekitar 865 mil di atas Bumi, dan secara bertahap akan membentang hingga hampir seukuran lapangan tenis di depan selama 13 hari melakukan perjalanan sendiri.

Baca Juga:
Elon Musk Kejar Rekor Luncurkan 52 Roket SpaceX Tahun Ini

Meluncur melalui ruang selama dua minggu lagi, teleskop Webb akan mencapai tujuannya di orbit matahari 1 juta mil dari Bumi - sekitar empat kali lebih jauh dari bulan. Dan jalur orbit khusus Webb akan membuatnya tetap sejajar dengan Bumi saat planet dan teleskop mengelilingi matahari secara bersamaan. (dn/sumber: voaindonesia.com)

Baca Juga:
Kisah Sergei Krikalev, `Warga Soviet Terakhir yang Ditinggalkan Begitu Saja` di Ruang Angkasa Saat Uni Soviet Ambruk