Puluhan WNI Jadi Relawan Atur Kelancaran MRT Taipei saat Malam Tahun Baru

  • Oleh : Fahmi

Sabtu, 01/Janu/2022 21:45 WIB
Sebanyak 20 warga negara Indonesia (WNI) turut berpartisipasi mengatur kelancaran perjalanan kereta MRT di Taipei, Taiwan, selama malam Tahun Baru 2022. (ANTARA/HO-GWO/mii) Sebanyak 20 warga negara Indonesia (WNI) turut berpartisipasi mengatur kelancaran perjalanan kereta MRT di Taipei, Taiwan, selama malam Tahun Baru 2022. (ANTARA/HO-GWO/mii)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Sebanyak 20 warga negara Indonesia (WNI) turut berpartisipasi mengatur kelancaran perjalanan kereta metro (MRT) di Taipei, Taiwan, selama perayaan malam Tahun Baru 2022. 

Para WNI tersebut terdiri atas pekerja migran dan pelajar. Mereka dilibatkan oleh Global Workers' Organization (GWO) untuk menjadi tenaga sukarelawan yang mengarahkan para pengguna jasa angkutan MRT dengan dua bahasa, Mandarin dan Indonesia. 

Baca Juga:
Penumpang MRT Diizinkan Buka Puasa dengan Air Mineral-Kurma

"Dengan melibatkan mereka, perjalanan MRT menjadi lancar," ujar Direktur GWO Karen Hsu, melansir Antara, Sabtu (1/1). 

GWO merupakan organisasi nonpemerintah yang bergerak di bidang pemberdayaan buruh migran asing di Taiwan. 

Baca Juga:
MRT Izinkan Penumpang Buka Puasa di Kereta Selama Ramadhan

Organisasi tersebut mengerahkan para WNI ke beberapa stasiun MRT sejak Jumat (31/12/2021) malam hingga Sabtu pagi. Stasiun MRT telah dipadati oleh penumpang yang hendak merayakan malam pergantian tahun. 

Di tengah merebaknya Covid-19 varian Omicron, hampir di seluruh kota besar di Taiwan mengadakan perayaan malam tahun baru dengan menggelar pertunjukan musik dan pesta kembang api. 

Baca Juga:
Gubernur Anies Undang Investor dari Uni Emirat Arab untuk Kembangkan MRT dan LRT

"Situasi pandemi di Taiwan relatif aman karena kerja sama yang bagus antara pemerintah dan masyarakat. Kesadaran seluruh lapisan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan membuat Taiwan mampu bertahan dengan nol kasus positif selama beberapa bulan terakhir," lanjut Hsu. 

Menurutnya, hal tersebut juga tak terlepas dari bantuan puluhan sukarelawan WNI. 

Diketahui, Indonesia memberikan kontribusi terbesar pekerja migran asing di Taiwan. Jumlah PMI di Taiwan diperkirakan mencapai angka 290 ribu, baik lelaki maupun perempuan.(fhm)