Gibran Bangun Rel Layang di Solo, Terget Rampung 2023

  • Oleh : Fahmi

Kamis, 06/Janu/2022 08:23 WIB
Gibran Rakabuming (Foto: Istimewa) Gibran Rakabuming (Foto: Istimewa)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka berharap pembangunan rel kereta layang (elevated rail) jalur kereta Jogja - Solo selesai sebelum masa jabatannya habis. Targetnya pada 2023 jalur kereta itu sudah selesai. 

Dia meminta kepada seluruh pihak untuk mengawasi pembangunan jalur kereta ini, supaya pekerjaan tepat waktu. Mulai dari peletakan batu pertama hingga penyelesaian. 

Baca Juga:
Dirjen Perkeretaapian Akui Sejumlah Proyek KA Mangkrak, Tapi Dijanjikan Bakal Kelar Sebelum 2024

"Proyek harus dikawal para camat dan lurah terdampak proyek karena pembangunan rel layang itu sangat kompleks dan butuh waktu lama penyelesaiannya. Semua harus on time kawal pekerjaannya sampai selesai pada 2024 mendatang," katanya mengutip keterangan di Portal Resmi Pemprov Jawa Tengah, Rabu (5/1/2022). 

Diharapkan adanya jalur kereta ini akan mengurai kemacetan dan menambah pergerakan kegiatan ekonomi di kota Surakarta. Permasalahan pembangunan juga sudah terjawab mulai dari banjir, drainase, jalan tikus, dan sertifikat hak milik. 

Baca Juga:
Proyek KA Sulsel Bakal Diresmikan Oktober 2022, Pemda Maros Ingin Berpartisipasi Bangun Jalan Menuju Stasiun

Pembangunan fase pertama jalur kereta ini bakal menelan biaya Rp 930 miliar dengan panjang lintasan mencapai 1,3 kilometer, yang dimulai dari Gilingan dan turun sebelum Stasiun Kadipiro. 

Jalur kereta ini merupakan paket proyek Solo sampai Semarang, dengan fase pertama Solo Balapan sampai Kalioso sepanjang 7 kilometer. 

Baca Juga:
Kemenhub Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha Bangun Proyek KA Makassar-Parepare

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Tengah Putu Sumarjaya, mengatakan pembangunan real layang diawali dengan bentangan baja dimulai dari Gilingan sepanjang 134 kilometer, dengan struktur lengkungan baja berdesain ikonik kota Surakarta. 

"Mulai 8 Januari kita groundbreaking, sudah mulai kerja dengan tahap sosialisasi dengan target tahun 2023 selesai dibangun. Titik awal dekat dengan simpang Joglo persis, akan dibangun pilar atau pondasinya dengan bore pile," jelasnya. 

Imbas pembangunan, satu jalur jalan akan ditutup, yang tentunya akan berdampak pada lalu lintas masyarakat. Selain itu jalur kereta eksisting akan digeser karena akan dibangun pondasi pada rel tersebut. 

"Relnya hanya dipindah tidak di bongkar, tetap digunakan untuk lalu lintas kereta api," kata Putu. 

Adapun penutupan Simpang Joglo dilakukan secara bertahap, pada akhir 2022 baru akan ditutup seluruhnya untuk pengangkatan struktur jembatan. 

"Sesuai time line akhir 2022 akan ditutup (Jalur kereta simpang joglo) karena memang cukup kompleks pengerjaannya. Alat yang digunakan juga cukup besar," jelasnya.(fhm)