Biaya Proyek Rel Ganda Kereta Api Solo-Semarang Fase 1 Rp 920 Miliar

  • Oleh : Redaksi

Minggu, 09/Janu/2022 08:10 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) didampingi Dirut PT INKA (Persero) Budi Noviantoro (kanan) melihat papan informasi sebelum melepas secara resmi gerbong barang produksi di PT INKA ke New Zealand di Madiun, Jawa Timur, Jumat 31 Desember 2021. INKA Group mengekspor 262 gerbong barang jenis container flat top wagon ke Kiwi Rail New Zealand yang merupakan badan usaha milik negara New Zealand. ANTARA FOTO/Siswowidodo Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri) didampingi Dirut PT INKA (Persero) Budi Noviantoro (kanan) melihat papan informasi sebelum melepas secara resmi gerbong barang produksi di PT INKA ke New Zealand di Madiun, Jawa Timur, Jumat 31 Desember 2021. INKA Group mengekspor 262 gerbong barang jenis container flat top wagon ke Kiwi Rail New Zealand yang merupakan badan usaha milik negara New Zealand. ANTARA FOTO/Siswowidodo

Jakarta (Beritatrans.com)  - Kementerian Perhubungan memulai pembangunan rel ganda kereta api (KA) Solo - Semarang fase 1 segmen Solo Balapan-Kalioso dengan nilai investasi Rp 920 miliar.

Menteri Perhubungan  Budi Karya Sumadi mengatakan rel ganda fase 1 tersebut memiliki panjang 10 kilometer spoor (Km'sp) dengan 1,8 Km'sp akan dibangun secara layang (elevated). Rel layang tersebut akan menjadi yang terpanjang di Indonesia.

Baca Juga:
Pemerintah Targetkan Penumpang LRT Jabodebek Capai 100.000/Hari

"Proyek rel ganda KA Solo Balapan-Kalioso sepanjang 10 Km'sp, dibangun dengan biaya sekitar Rp 920 miliar yang berasal dari rupiah murni dan Surat Berharga Syariah Negara [SBSN]. Ditargetkan, pembangunannya selesai pada akhir 2023," kata Budi dalam siaran pers, Sabtu, 8 Januari 2022).

Dia menuturkan Kemenhub bersama dengan Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Kota Surakarta, bersinergi melakukan penataan perlintasan sebidang kereta api di Simpang Joglo, Solo, Jawa Tengah.

Baca Juga:
LRT Beroperasi Tahun ini, Menhub: Bantu Selesaikan Masalah Transportasi Antarkota

Adapun penataan yang dilakukan yaitu, pertama, pembangunan rel ganda kereta api elevated sepanjang 1,8 Km'sp yang dikerjakan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub. Desain konstruksi jembatan rel layang mengadopsi kearifan lokal yang ada kota Solo yaitu Batik Sidomukti, Pasar Klewer dan Keraton.

Kedua, pembangunan underpass jalan nasional yang menghubungkan antara Jalan Ki Mangunsarkoro dan Jalan Sumpah Pemuda yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR. Ketiga, pembebasan lahan jalan provinsi dan kabupaten/kota oleh Pemprov Jateng dan Pemkot Solo.

Baca Juga:
Menelisik Peran LRT Jabodebek via Diskusi Virtual BPTJ

Dia menjelaskan jalur kereta di Simpang Joglo ini memiliki frekuensi pergerakan kereta api yang cukup padat, karena dilintasi tiga jenis kereta yakni Kereta Jarak Jauh (penumpang dan barang), Kereta Bandara Adi Sumarmo (BIAS), dan Kereta Komuter Solo-Jogja.

Adanya Simpang Joglo membuat headway (waktu kedatangan) kereta api menjadi lebih dari 30 menit. Dengan dibangunannya rel layang diharapkan headway kereta api turun signifikan menjadi kurang dari 15 menit.

“Lalu lintas di Simpang Joglo ini sangat padat dan menjadi titik kemacetan. Dengan adanya penataan ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah lalu lintas jalan dan pergerakan kereta api,” ujarnya.  (ny/Sumber: Tempi.co)