Soal 17 Ahli dari China untuk Terowongan Kereta Cepat, Ini Kata Luhut

  • Oleh : Fahmi

Kamis, 13/Janu/2022 08:12 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan meninjau terowongan kereta cepat. Foto: Instagram/@luhut.pandjaitan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan meninjau terowongan kereta cepat. Foto: Instagram/@luhut.pandjaitan

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, PT Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) 17 ahli konstruksi dari China untuk membantu pembangunan terowongan kereta cepat di lokasi yang sulit. 

"Saya mendengar bahwa KCJB mendatangkan orang-orang hebat yaitu para ahli di bidang konstruksi dari perguruan tinggi ternama di Indonesia. Di mana mereka nanti akan dibantu oleh 17 ahli grouting dari Tiongkok sehingga pekerjaan ini ditargetkan bisa rampung pada akhir April 2022 yang sekaligus menggenapkan 13 terowongan lainnya dengan total panjang keseluruhan 16.662 meter. Seluruh rangkaian pekerjaan ini telah mencakup 72,5 persen dari progress keseluruhan project," kata Luhut seperti dikutip dari akun Instagramnya, Kamis (13/1/2022). 

Baca Juga:
Jokowi Sebut KA Cepat Jakarta-Bandung Beroperasi Juni 2023

Luhut meninjau langsung pembangunan terowongan sepanjang 1.052 meter di lokasi yang tanahnya lempung. Tingkat kesulitannya tinggi. Karena itu didatangkan ahli-ahli dari China untuk membantu. 

"Saat turun dari kereta inspeksi, saya menyaksikan sendiri bagaimana terowongan yang memiliki total panjang 1052 m ini adalah salah satu struktur konstruksi yang punya tantangan geografis cukup tinggi. Belum lagi, terowongan 2 juga merupakan terowongan single-hole double track dengan kedalaman terkubur maksimum sedalam 53,6 m. Kesulitan pembangunan terowongan ini juga semakin kompleks karena berada di area clay shale atau jenis tanah dengan karakteristik yang sangat mudah melapuk apabila terkena air dan terekspose penggalian pada saat konstruksi," papar Luhut. 

Baca Juga:
KCIC Datangkan 33 Ahli dari China, Bagaimana dengan Tenaga Kerja Lokal?

Karena itu, Luhut merasa pekerjaan tersebut perlu dilakukan dengan kehati-hatian dan kecermatan yang tinggi. Pertimbangan berbagai faktor keselamatan perlu diperhatikan secara serius mengingat pembangunan semacam ini belum pernah dilakukan sebelumnya. "Karena untuk membenahi hal tersebut akan dilakukan proses penyuntikan sejumlah bahan cor ke dalam tanah untuk memadatkan struktur tanah yang ada nantinya," ujarnya. 

Menurut Luhut, progres pembangunan terowongan kereta cepat ini sejalan dengan pernyataan Presiden Jokowi dalam sebuah pidato yang menyebut bahwa pandemi ini adalah momentum untuk berbenah, mengembangkan cara-cara baru dalam membangun serta menerobos segala ketidakmungkinan. 

Baca Juga:
KCIC Sikapi Aksi Pencurian Besi Proyek Kereta Cepat yang Terjadi Lagi

"Dari semua rangkaian di atas, inilah yang saya sebut sebagai menembus ketidakmungkinan. Di tengah dunia yang bergerak cukup cepat hari ini keberanian untuk berubah dan mengubah merupakan pondasi untuk membangun Indonesia Maju ke depannya," tutupnya.(fh/sumber:kumparan)