Sepanjang Tahun 2021, Ditjen Hubdat Realisasikan 5 Rute Baru BTS

  • Oleh : Naomy

Minggu, 23/Janu/2022 16:19 WIB
Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi saat menjajal BTS Bandung Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi saat menjajal BTS Bandung


JAKARTA (BeritaTrans.com)- Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat terus berkomitmen menyediakan pelayanan jasa angkutan massal perkotaan untuk memperkuat konektivitas dengan program Buy The Service (BTS).  

Program yang diberi nama ikonik Teman Bus (Transportasi Ekonomis, Mudah, Andal, dan Nyaman) dihadirkan di lima kota sepanjang tahun 2021.

Baca Juga:
Gandeng Institusi Pendidikan, Kemenhub Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini

"Sesuai amanat dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan bahwa pemerintah harus menjamin ketersediaan angkutan massal berbasis jalan baik di perkotaan atau pedesaan. 

"Dalam hal ini, tidak hanya pemerintah pusat, tapi juga pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota," papar Dirjen Perhubungan Budi Setiyadi.

Baca Juga:
Menhub Dorong Swasta Manfaatkan Kendaraan Tanpa Awak

Menurutnya, program Teman Bus harus menerapkan strategi Pull and Push. Pull Strategy dilakukan oleh pemerintah pusat dengan memberikan kebutuhan bus dan lisensi kepada operator.  

Sedangkan Push Strategy merupakan kewajiban pemerintah daerah mendorong masyarakat agar shifting dari kendaraan pribadi ke transportasi publik, seperti Teman Bus.  

Baca Juga:
Menhub: Ayo Manfaatkan Usia Emas Anak untuk Pendidikan Berlalu Lintas

"Jadi ada manajemen ruang dan waktu dengan pengaturan ruang jalan, pengaturan parkir, dan pengaturan waktu," ungkapnya. 

Pada prinsipnya ada manajemen traffic yang dilakukan untuk mendorong masyarakat agar meninggalkan kendaraan pribadinya. 

Adapun lima kota yang disediakan program layanan BTS pada tahun 2021 yakni di antaranya Banyumas, Makassar, Banjarmasin, Surabaya, dan Bandung.

*BTS Banjarmasin (Banjarbakula)*

Sebanyak 77 armada Teman Bus atau Buy The Service (BTS) melayani penumpang di empat rute layanan dengan 195 titik halte atau bus setop di Banjarbakula, Kalimantan Selatan mulai September 2021.   

Banjarbakula merupakan kawasan aglomerasi yang terdiri dari Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tanah Laut. 

"Layanan BTS di Banjarbakula akan tersedia melengkapi jumlah beberapa kota yang sudah terlebih dahulu menerapkan," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi.

Rute layanan BTS di Banjarbakula yaitu:  

1. Terminal KM 17 – Terminal Simpang Empat, 

2. Taman Siring KM 0 Banjarmasin – Terminal KM 17,  

3. Terminal Handil Bakti – Terminal KM 6 – Simpang Empat Trans, 

4. Terminal KM 17 Gambut Barakat – Simpang 3 Bentok. 

Angkutan Massal Perkotaan menurutnya, merupakan public goods, sehingga Pemerintah menjadi penanggung risiko dalam penyediaannya.  

Program BTS dilakukan dengan membeli layanan (memberikan subsidi 100%) dari operator dengan standar pelayanan minimal yang ditetapkan. 

Dirjen Budi juga menyebutkan bahwa persiapan angkutan massal dilandasi dalam UU tahun 2009 tentang LLAJ pasal 158, yakni pemerintah menjamin ketersediaan angkutan massal berbasis jalan untuk memenuhi kebutuhan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum di kawasan perkotaan, serta Peraturan Menteri No.9 Tahun 2020 tentang Pemberian Subsidi Angkutan Penumpang Umum Perkotaan. 

"Dalam program BTS ini terdapat dua strategi yaitu push strategy dan pull strategy," ungkapnya. 

Ini dilakukan untuk mendorong masyarakat agar keluar dari zona nyaman mereka dari tidak menggunakan angkutan pribadi. 

Hal ini memangkas pengaturan ruang jalan, pengaturan ruang parkir, pengaturan waktu. Strategi yang kedua yaitu pull strategy, dilakukan untuk menarik masyarakat menggunakan bus.  

"Dalam hal ini pemerintah harus menanggung risiko, serta pemerintah memberikan lisensi kepada operator dengan SPM dan mekanisme sanksi, dan memberikan prioritas kepada angkutan agar memiliki layanan yang terbaik,” tuturnya. 

Sementara itu, Direktur Angkutan Jalan, Ahmad Yani memaparkan detil operasional layanan Teman Bus di Banjarbakula.  

“Perubahan mindset demi meningkatkan era lama menuju era baru ini merupakan intervensi dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah, melihat antusiasme masyarakat yang tinggi di kota-kota sebelumnya. 

Dia menjelaskan bahwa dalam penggunaannya nanti, sama seperti di kota-kota sebelumnya yaitu layanan BTS di Makassar yang menerapkan standar dan indikator dalam operasionalnya. 

Mulai dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) hingga standar kendaraan yang harus selalu dalam kondisi prima. 

*BTS Makassar*

BTS di Makassar,  Sulawesi Selatan dimulai November 2021. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi  mengungkapkan, angkutan massal perkotaan dengan skema BTS ini sebelumnya sudah dimulai sejak tahun 2020 di kota-kota besar seperti di Medan, Yogyakarta, Solo, Denpasar, maupun Palembang.

Kebijakan ini sebagaimana implementasi dari UU 22/2009 yaitu pemerintah hadir untuk menyiapkan angkutan massal perkotaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yakni menyediakan angkutan yang nyaman, murah, dan mudah diakses.

Layanan Trans Mamminasata ini hadir dengan menyediakan sebanyak 81 unit bus yang melayani penumpang di empat rute layanan dengan 261 titik halte yang jam operasionalnya dimulai pukul 06.00 hingga 23.00 WITA.

Direktur Angkutan Jalan, Suharto dalam laporannya mengatakan, empat koridor Teman Bus Trans Mamminasata antara lain:

1. Koridor 1: Terminal Mallengkeri - UNHAS (melalui Jl. Metro Tj. Bunga) sebanyak 21 unit bus,

2. Koridor 2: Mall Panakkukang - Bandara Sultan Hasanuddin sebanyak 18 unit bus, 

3. Koridor 3: Kampus 2 PNUP - Kampus 2 PIP sebanyak 25 unit bus dan,

4. Koridor 4: Pelabuhan Soekarno Hatta - UIN Samata sebanyak 17 unit bus.

"Semua bus tersebut akan dilayani armada yang tentunya telah dipersiapkan diantaranya yaitu ramah terhadap penyandang disabilitas," kata Suharto.

Menurutnya, melalui program BTS maka diharapkan simpul-simpul transportasi dapat saling terhubung seperti halnya Bandara Sultan Hasanuddin dan Pelabuhan Soekarno Hatta.

Plt. Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengucapkan bahwa program ini merupakan suatu langkah strategis yang dilakukan Ditjen Perhubungan Darat yang memahami kebutuhan angkutan di kota-kota besar. 

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Kemenhub Dengan melihat rutenya saja saya sudah yakin bahwa program ini akan berjalan dengan baik," katanya.

*BTS Surabaya*

Sebanyak enam koridor layanan BTS melayani masyarakat Surabaya, Jawa Timur, medio November 2021. 

Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Suharto, menyampaikan, semua koridor akan dilayani dengan cashless. 

"Secara bertahap akan dilayani tanpa tunai. Bagi mereka yang belum memiliki akses akan dibantu oleh petugas di lapangan," ungkap Suharto. 

Koridor Keenam koridor tersebut antara lain: 

1. Terminal Purabaya-Tanjung Perak via Raya Darmo 

2.Raya Lidah Wetan-Karang Menjangan-ITS

3. Terminal Purabaya-Kenjeran via MERR 

4. GBT-Unesa-Mastrip 

5. Terminal Benowo-Tunjungan 

6. Terminal Purabaya-Unair Kampus C. Headway layanan antar bus yakni 7-10 menit.

Bus yang disiapkan sebanyak 104 unit. 

"Nantinya juga akan ada pengembangan aplikasi Teman Bus untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jasa," ungkap dia. 

Dia menambahkan, harapannya dengan adanya BTS maka akan meningkatkan layanan dan membuat masyarakat makin gemar menggunakan angkutan umum.

*BTS Banyumas*

Untuk menyukseskan program BTS di Banyumas, diperlukan persiapan dari Pemerintah Kabupaten untuk pembangunan halte, melakukan sosialisasi kepada masyarakat.  

Selanjutnya membuat kebijakan yang berpihak pada angkutan umum, serta survey kondisi lalu lintas sebelum atau sesudah program ini berjalan. 

"BTS bertujuan agar masyarakat yang semula menggunakan kendaraan pribadi beralih ke bus," kata Dirjen Budi.

Dengan menggunakan angkutan umum diharapkan dapat mengurangi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh masyarakat.  

"Di sisi lain, dapat meminimalisir dampak kerugian ekonomi dan kehilangan waktu akibat dari kemacetan, mengurangi polusi udara yang mencemari lingkungan, serta meminimalisir kecelakaan lalu lintas yang sebagian besar berasal dari kendaraan bermotor. 

Setiap layanan Teman Bus akan dipantau melalui dashboard yang ada di Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan setempat.  

Pada dashboard dapat terlihat data mengenai jumlah penumpang, load factor, dan jumlah rupiah yang harus dibayarkan.  

Setiap pelanggaran yang dilakukan oleh pengemudi pun akan terlihat yang kemudian akan dikenakan sanksi berupa pembayaran dalam rupiah. 

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan kedisiplinan operator agar tidak membuat kesalahan, serta dapat memperbaiki layanannya. 

1. Koridor 1: Pasar Pon - Terminal Ajibarang. Dalam jarak tempuh PP 39 km.

2. Koridor 2: Terminal Notog - Terminal Baturaden Bawah. Dalam jarak tempuh 48 km.

3. Koridor 3: Terminal Kebon Dalem - Terminal Bulupitu. Dalam jarak tempuh 47 km.

"Ketiga koridor tersebut telah dikonsepkan ramah disabilitas yaitu dilengkapi dengan lantai rendah di bagian belakang bus serta ramp sebagai akses bagi pengguna kursi roda," ungkap dia.

Dari total tiga koridor ini akan dioperasikan sebanyak 52 unit armada bus dengan rasio operator kurang lebih 2,4 sehingga membutuhkan 125 SDM yang akan menggawangi TransBanyumas. 

"Dari 52 unit armada tersebut akan dialokasikan 10% untuk melayani masyarakat yang berkebutuhan khusus,” katanya.


*BTS Bandung*

Program BTS Teman Bus sejak Desember hadir di Jawa Barat, tepatnya di Bandung. Layanan ini mulai melayani BTS dengan  nama Trans Metro Pasundan. 

“Untuk BTS Trans Metro Pasundan akan menjadi backbone bagi angkutan massal perkotaan di kota Bandung dan sekitarnya. Ke depannya tidak menutup kemungkinan ada aglomerasi Cirebon maupun Karawang akan kami siapkan,” ungkap Dirjen Budi.

Trans Metro Pasundan akan melayani pada jam operasional mulai dari pukul  05.00 - 21.00 WIB dengan 85 unit bus yang siap melayani penumpang di lima rute layanan yakni:

Koridor 1 (Bus besar, high entry, 18 unit, operator Damri) dengan rute:
Leuwipanjang - Soreang

Koridor 2 (Bus sedang, low entry, 18 unit, operator Big Bird) dengan rute:
Kota Baru Parahyangan (Padalarang) - Alun-Alun Kota Bandung

Koridor 3 (Bus sedang, low entry, 16 unit, operator Big Bird) dengan rute:
Baleendah - BEC

Koridor 4 (Bus besar, high entry, 12 unit, operator Damri) dengan rute:
Leuwipanjang - Dago

Koridor 5 (Bus besar, high entry, 21 unit, operator Damri) dengan rute:
Dipatiukur - Jatinangor (Via Tol)

"Saat ini koridor yang sudah siap beroperasi yakni koridor 5 yang dilayani sebanyak 21 unit bus," ungkapnya. 

Ukuran bus yang bervariasi pada sejumlah layanan Trans Metro Pasundan ini, menurutnya, disesuaikan dengan rute trayek masing-masing agar perjalanan perjalanan penumpang terasa nyaman.

“Mudah-mudahan kegiatan flag off Trans Metro Pasundan yang akan kita siapkan lima koridor ke depannya ini akan memperbaiki polusi udara dan mengurai kemacetan," tutur dia. 

Untuk Bandung dan Surabaya sedang diupayakan menggunakan bus listrik di tahun 2022.

Dia menyatakan, alasan Pemerintah Pusat menghidupkan kembali angkutan massal perkotaan yakni salah satunya dipicu karena semakin banyaknya kendaraan pribadi yang dimiliki masyarakat. 

“Kemampuan ekonomi masyarakat sekarang sudah semakin baik dan daya beli kendaraan bermotor cukup tinggi. 

Dampaknya di Kota Bandung misalnya pergerakan mobilitas masyarakat sangat tinggi dan menimbulkan kemacetan, termasuk di beberapa kota besar lainnya. 

Saat ini masih gratis, namun ke depannya kami sedang siapkan skema dengan tarif yang sangat terjangkau,” jabar Dirjen Budi.

Dia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Daerah Jawa Barat sehingga Trans Metro Pasundan dapat hadir menyapa Bandung. 

“Saya menitipkan program ini, karena sukses tidaknya adalah bagaimana peran serta pemerintah daerah. Perlu ada intervensi dari Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Kalau tidak ada intervensi akan lambat sekali perubahan perilaku masyarakat. Kami berharap dari Pemerintah Daerah ada semacam strategi untuk membuat ada perubahan dari masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi baik mobil atau motor,” ucap Dirjen Budi. 

Ada beberapa jenis intervensi yang dapat dilakukan Pemerintah Daerah yaitu program parkir yang semakin mahal dari segi harga, atau anak sekolah atau pegawai pemerintah diwajibkan menggunakan kendaraan umum pada hari tertentu. 

Dalam kegiatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyampaikan, Pemprov Jawa Barat selalu fokus terhadap transportasi. Yang menjadi perhatian kita yang pertama adalah sarana dan infrastruktur.

Pemerintah tidak berhenti berpikir tentang transportasi massal karena ada pikiran untuk mengatasi kemacetan dan polusi, artinya pemerintah pemerintah tidak berhenti berpikir untuk melayani masyarakat lebih baik.

“Kami atas nama pemerintah dari sejumlah kabupaten/kota dan masyarakat mengucapkan hatur nuhun atas program Kemenhub di wilayah Bandung Raya ini," katanya. (omy)