Pelita Samudera Shipping (PSSI) Jual Kapal Tua Rp165,88 Miliar

  • Oleh : Redaksi

Kamis, 27/Janu/2022 05:12 WIB
Foto:istimewa Foto:istimewa

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Emiten pelayaran, PT Pelita Samudera Shipping Tbk. (PSSI) menjual kapal tuanya senilai US$11,6 juta atau setara Rp165,88 miliar (kurs Rp14.300).

Direktur Utama Pelita Samudera Shipping Iriawan Ibarat mengungkapkan perseroan berhasil melakukan divestasi aset berupa 1 unit kapal melalui anak usaha PT Pelita Global Logistik.

"Pembeli yaitu Hui Shun Maritime Limited, Hongkong, yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan, dan nilai transaksi mencapai US$11,6 juta," urainya, Rabu (26/1/2022).

Lebih lanjut, dampak dari fakta material tersebut yakni perseroan melakukan peremahaan kapal karena umur kapal sudah mencapai 14 tahun.

Emiten bersandi PSSI ini berhasil memanfaatkan kondisi pasar kapal yang baik serta mendapatkan keuntungan dari penjualan kapal tersebut. Dana hasil penjualan pun menambah arus kas perusahaan. 

Sebelumnya, PSSI ini telah menyelesaikan pembelian Floating Crane (FC) dari PT Jembayan Muarabara. Pembelian ini didanai dari kas internal dan merupakan bagian dari strategi ekspansi armada PSSI.

FC adalah fasilitas pemuatan apung terintegrasi yang didesain untuk memuat batu bara dari tongkang ke kapal kargo ketika tidak ada dermaga, atau dalam situasi ketika pelabuhan tidak memungkinkan untuk memuat.

Iriawan mengestimasi kontribusi volume dari FC ini sebesar 3 juta metrik ton dengan nilai pendapatan kotor sekitar US$4 juta per tahun. "Selanjutnya, FC tersebut akan langsung dimanfaatkan untuk kontrak jangka panjang atau Contract of Affreightment dengan salah satu pelanggan utama perseroan, PT Indexim Coalindo, untuk pengangkutan batubara selama dua tahun,” katanya. 

Sementara itu, PSSI melalui anak perusahaannya PT Pelita Global Logistik telah menyepakati perjanjian jual beli bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA) untuk salah satu asetnya yakni 1 unit kapal kargo curah kategori Handysize dengan nama Dewi Gandawati pada Desember 2021. 

Aksi korporasi tersebut merupakan perjanjian divestasi kapal kargo curah Perseroan buatan tahun 2008 (bulk carrier) dengan GRT/DWT 17,025 / 28,282 milik PGL sebesar US$11 juta. PSS memproyeksikan keuntungan dari transaksi ini sebesar US$2 juta. PSSI juga telah mendapatkan fasilitas kredit senilai Rp200 miliar dari Bank Permata. 

Fasilitas kredit ini akan dimanfaatkan untuk pembiayaan peremajaan armada dan ekspansi bisnis Perseroan guna mendukung strategi pengembangan bisnis yang berkelanjutan.(amt/sumber:bisnis.com) 

Tags :