Masuk Nominasi di UNWTO Best Tourism Villages 2021, Desa Tetebatu Diharap Jadi Inspirasi Pengembangan Desa Wisata

  • Oleh : Naomy

Selasa, 22/Feb/2022 15:16 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno bersama UMKM di Desa Wisata Tetebatu, NTB Menparekraf Sandiaga Uno bersama UMKM di Desa Wisata Tetebatu, NTB

 

LOMBOK TIMUR (BeritaTrans.com) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan ke Desa Wisata Tetebatu, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ahad (20/2/2022). 

Baca Juga:
Jajal Tari Piring di Kota Pariaman, Menparekraf: Ayo Kembangkan Potensi Seni Pertunjukan, Kriya, Kuliner, dan Fesyen

Dalam kesempatan itu, Menparekraf menyosialisasikan penyelenggaraan program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022). 

Usai memasuki tahap sosialisasi selanjutnya bimbingan teknis workshop yang akan berlangsung hingga 31 Maret 2022. 

Baca Juga:
Hore, Keanekaragaman Desa Wisata GTP Ulakan Sumbar Potensial Dikembangkan

Dalam bimtek, pengelola desa wisata akan diberikan materi mengenai tujuh kategori penilaian ADWI yang meliputi homestay, toilet, souvenir, konten digital, konten kreatif, CHSE, dan daya tarik wisata. 

"Pariwisata berbasis alam dan budaya saat ini menjadi pilihan utama wisatawan dalam berwisata," ungkap Menparekraf. 

Baca Juga:
Desa Wisata dan Kampung Tematik Potensial Pulihkan Ekonomi

Hal ini sesuai dengan potensi pariwisata di Indonesia, salah satunya desa wisata. 

"Menurut kami ini adalah yang akan menjadi fokus pengembangan kita, desa wisata Indonesia bangkit untuk memulihkan ekonomi kita. Karena begitu banyak masyarakat yang tersentuh dengan kegiatan kita," katanya. 

Dikatakan Menparekraf, menurut laporan big data, program ADWI memberikan dampak terhadap kunjungan wisatawan hingga 30 persen, sehingga pendapatan masyarakat juga turut meningkat. 

"Tahun ini dengan lebih banyak 3.000 desa wisata yang akan bergabung ke Jadesta (Jejaring Desa Wisata), saya cukup optimistis kita bisa mendapatkan peningkatan kunjungan 25 persen dan peningkatan omset hingga 35 persen. Itu harapan kami," ujarnya. 

Sebagai desa yang terpilih menjadi nominasi dalam ajang “UNWTO Best Tourism Villages 2021", Desa Tetebatu diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa wisata lainnya yang ada di Indonesia, khususnya NTB. 

Menparekraf juga akan merancang beberapa program yang bisa dikolaborasikan dengan Desa Wisata Tetebatu. 

"Sekarang kita lagi petakan bahwa Desa Wisata Tetebatu itu memerlukan beberapa kegiatan dan sekarang tim lagi memetakan, kita harapkan nanti sekaligus sosialisasi sampai tanggal 31 Maret 2022 ini bisa kita identifikasi apa bentuk kolaborasinya. Mudah-mudahan desa wisata tetebatu ini bisa menjadi inspirasi," ungkap Sandiaga 

Wisata alam di Desa Wisata Tetebatu sendiri menjadi magnet pemikat bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengunjungi kawasan yang berada lembah Gunung Rinjani ini. 

Dari Desa Wisata Tetebatu wisatawan bisa melihat pemandangan Gunung Sangkareang dan Gunung Rinjani. Selain indahnya hamparan sawah terasering, yang paling menggoda dari desa ini adalah dua air terjunnya, yakni air terjun Sarang Walet atau Bat Cave dan air terjun Ulem-ulem. 

Kemudian wisatawan juga bisa mengunjungi Hutan Monyet Hitam sebagai salah satu hewan endemik asli Tetebatu. Bagi yang hobi _tracking_, Desa Wisata Tetebatu juga mempunyai tempat jalan-jalan yang menyehatkan jiwa dan raga yakni di kebun kopi, cokelat, vanili, dan cengkeh milik masyarakat. Bahkan wisatawan bisa ikut menanam bibitnya, jika musim tanam sedang berlangsung. 

Dalam kesempatan itu, Menparekraf Sandiaga memberikan bibit ikan di sebuah bendungan wisata Ulem-ulem. Sebagai simbol kebangkitan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. 

Desa Wisata Tetebatu juga lengkap dengan wisata religi dan sejarahnya. Ada Wisma dr. Soedjono, yang dibangun oleh dokter pertama yang ada di Lombok Timur. Selain itu, ada Alquran kuno yang sudah berusia 200 tahun. Alquran yang terbuat dari bahan kayu dan kulit onta ini konon katanya merupakan asli tulisan tangan. 

"Saya sangat terkesima, betul-betul pilihan dari UNWTO sebagai nominasi _best tourism _village_ dijatuhkan kepada Desa Wisata Tetebatu. Karena disini ada daya tarik seperti Air Terjun Ulem-ulem, Wisma dr. Soedjono yang tadi saya kunjungi wisata berbasis sejarah, seni gendang beleq, juga ada budaya yang sangat kita perlu lestarikan," kata Sandiaga. 

Menparekraf Sandiaga juga tak lupa mengimbau kepada masyarakat Tetebatu untuk mengambil peluang dalam ajang balap MotoGP, dengan menghadirkan berbagai produk ekonomi kreatif unggulannya. 

"Saya mengingatkan di tengah-tengah perhelatan MotoGP ini agar desa wisata Tetebatu dan masyarakat mengambil peluang untuk menjual produk ekonomi kreatif, sehingga peningkatan usaha dan membuka lapangan kerja. Tentunya ini adalah bagian dari pada memulihkan ekonomi," kata Menparekraf. 

Turut mendampingi Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua; Bupati Lombok Timur, Sukiman Azmy; Kadispar Prov. NTB, Yusron Hadi; dan Kadispar Kab. Lombok Timur, Mugni. (omy)