Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Perkenalkan Program Merdeka Belajar

  • Oleh : Naomy

Rabu, 16/Mar/2022 12:00 WIB
Kuliah Umum BPSDMP Kuliah Umum BPSDMP

PALEMBANG (BeritaTrans.com) - Salah satu Perguruan Tinggi Kementerian Perhubungan, Politeknik Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan (Poltektrans SDP) Palembang dikunjungi Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Wikan Sakarinto, Kamis (16/3/2022).

Dalam kunjungannya, Wikan memberikan ceramah umum bertema "Merdeka Belajar Kampus Merdeka" kepada para Taruna Poltektrans SDP Palembang bertempat di Gedung Serba Guna Kampus serta meninjau sarana dan prasarana penunjang pendidikan yang dimiliki Poltektrans SDP Palembang.

Baca Juga:
Yes, 68 Lulusan Diwisuda Perdana di Poltekbang Jayapura, Torang Bisa! Torang Basodara!

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka merupakan suatu program yang diciptakan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim untuk seluruh Perguruan Tinggi dalam rangka menyiapkan mahasiswa dalam menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi yang pesat.

"Saat ini Perguruan Tinggi dituntut untuk dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri", ungkap Wikan.

Baca Juga:
BPSDMP Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Poltekpel Malahayati Aceh

Link and match tidak hanya dilakukan dengan industri dunia kerja, namun juga dengan masa depan yang berubah dengan sangat cepat. Dengan pembelajaran yang inovatif diharapkan para mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal dan selalu relevan dengan perkembangan zaman.

"Melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka ini, diharapkan dapat menjadi jawaban atas berbagai tantangan seperti perkembangan zaman, kemajuan IPTEK, tuntutan dunia usaha dan industri, serta dinamika masyarakat," tuturnya.

Baca Juga:
Buka Rakornis, Kepala BPSDMP Ingatkan Pentingnya Kampus Harus Inovatif

Merdeka Belajar Kampus merupakan wujud pembelajaran di perguruan tinggi yang otonom dan fleksibel sehingga dapat tercipta kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, dan sesuai dengan kebutuhan serta minat mahasiswa.

"Empat aspek kompetensi yang sangat penting untuk dimiliki untuk mencapai sukses yaitu pertama karakter, kedua soft skills, ketiga leadership, dan keempat hard skills, namun diantara itu semua ada nomer nol yaitu passion yang kuat," ungkapnya.

Di akhir ceramah umumnya, Wikan berpesan kepada para Taruna agar memiliki passion pada setiap hal yang dilakukannya atau do what you love and love what you do. Ia berharap di masa depan para Taruna akan menjadi pemimpin dan membangun bangsa Indonesia menjadi lebih maju.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Dr. Capt. A Arif Priadi, juga memberikan Kuliah Praktisi Industri.

Dalam paparannya, disampaikan gambaran kondisi Indonesia di masa depan dengan berbagai tantangan yang saat ini dihadapi mulai dari teknologi, ekosistem, logistik baru, energi baru, Ibu Kota Negara (IKN), pemerataan SDM dan kaum muda.

"Kita akan menghadapi sesuatu yang berbeda, maka kita perlu melakukan banyak perubahan, perubahan yang dimaksud bukan hanya secara incremental (linier), tetapi juga dibutuhkan perubahan yang exponential (lebih cepat) dengan spirit baru dan selalu memulai lagi (start it over)," kata dia.

Selain itu, dilakukan pula penandatangan MoU antara Politeknik Transportasi SDP Palembang dengan Politeknik Negeri Sriwijaya tentang Peningkatan Hubungan Kelembagaan Dalam Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Poltektrans SDP Palembang, Dr. H. Irwan, dengan Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya, Dr. Ing. Ahmad Taqwa disaksikan Sekretaris BPSDMP dan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi. 

“Kerja sama yang dilakukan antara Perguruan Tingggi di lingkungan BPSDMP dengan Perguruan Tinggi lain adalah bentuk nyata kolaborasi yang merupakan salah satu nilai dalam Prestasi (Profesional, Etika, Standar Global dan Integritas)," pungkas Antoni. (omy)