Aturan Dilonggarkan, Penumpang KRL di Stasiun Bekasi Tambah Ramai, Masuk Tetap Antre

  • Oleh : Fahmi

Senin, 21/Mar/2022 08:31 WIB
Antrean penumpang KRL saat hendak melakukan tap tiket di Stasiun Bekasi, Senin (21/3/2022) pagi. Antrean penumpang KRL saat hendak melakukan tap tiket di Stasiun Bekasi, Senin (21/3/2022) pagi.

BEKASI (BeritaTrans.com) - Dibebaskannya beberapa aturan naik moda transportasi masal seperti KRL, membuat kembali penumpang KRL di Stasiun Bekasi ramai, Senin (21/3/2022). 

Diberlakukanya aturan baru naik harus terisi sebanyak 60 persen dari yang sebelumnya 45 persen kini antrean penumpang pada pagi di jam sibuk di stasiun tersebut tampak lengang. Petuga melakukan buka tutup barisan dengan cepat. Penumpang pun tidak lama akan berdiri saat ada penyekatan. 

Baca Juga:
AFFA Dorong Pembangunan Kapasitas SDM Logistik di Kawasan ASEAN

Pantauan BeritaTrans.com dan Aksi.id, petugas berjaga di area pintu masuk stasiun untuk memperhatikan dan memastikan calon penumpang menujukkan bukti vaksin dengan cara scan QR Aplikasi Peduli Lindungi atau menujukkan foto sertifikat vaksin. 

"Sudah mulai ramai, karena aturan sudah dibebaskan. Kemarin saja banyak yang naik pas jam siang," ujar Kepada Stasiun Safrizal di lokasi saat berjaga. 

Baca Juga:
8 Gerbong Kereta Batu Bara Anjlok dan Terguling di Gunung Megang

Di depan gedung baru, penumpang beberapa kali sempat berbaris mengantre. Petugas melakukan penyekatan dengan memperhitungkan keramaian yang ada di peron dan ketersediaan rangkaian KRL di jalur. Penumpang yang berbaris mengantre hanya penumpang yang hendak ke arah Stasiun JakartaKota atau Manggarai. Sedangkan penumpang arah Cikarang dipersilahkan langsung masuk ke jalur kereta tanpa antre, begitupun juga beberapa penumpang prioritas seperti penumpang dengan pin ibu hamil. 

Pada area di gate tiket juga dilakukan penyekatan oleh petugas. Di area gedung baru tersebut petugas melakukan dua kali penyekatan. Penumpang tampak bernaris dengan sesuai tanda yang ada. Terlihat barisan antrean penumpang tidak berlangsung lama. Petugas melakukan buka tutup antrean dengan tali atau rantai. 

Baca Juga:
Perempuan Ditabrak Kereta Api Tewas di Grobongan

Pada jam sibuk ini, penumpang KRL masih didominasi oleh para pekerja yang biasa menggunakan KRL. 

Sebelumnya, diinformasikan VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba, kapasitas penumpang yang menurut aturan terbaru adalah maksimum 60%, jumlah pengguna tetap dibatasi. 

Saat ini KAI Commuter juga tetap menjalankan 1.005 perjalanan KRL dengan mayoritas perjalanan beroperasi di jam sibuk pagi dan sore hari. Selain frekuensi perjalanan, upaya memaksimalkan jaga jarak juga dilakukan dengan mengoperasikan rangkaian kereta yang lebih panjang. 

Anne juga menjelaskan, sejak berlakunya aturan baru sesuai SE Kemenhub nomor 25 tahun 2022 pada 9 Maret lalu volume pengguna KRL sedikit meningkat. Sebelum berlakunya kapsitas 60%, pada hari-hari kerja di bulan Maret rata-rata volume pengguna KRL mencapai 476.200 pengguna per hari. Sementara pada hari-hari kerja sejak berlakunya kapasitas 60%, volume pengguna lebih tinggi 2,5% menjadi rata-rata 488.392 per harinya. 

Dengan adanya sedikit peningkatan ini sejalan dengan penyesuaian kapasitas KRL, KAI Commuter mengajak pengguna disiplin protokol kesehatan. 

"Pengguna tetap harus memakai masker saat masuk area stasiun. Selanjutnya pengguna juga harus sudah divaksin yang dibuktikan dengan memindai kode QR melalui aplikasi peduli lindungi atau menunjukkan kartu vaksin," pinta Anne. 

Aturan dan tata tertib selama pandemi juga masih berlaku. Pengguna tidak diperkenankan bicara secara langsung maupun melalui telepon saat berada di dalam kereta. Aturan menggunakan KRL di luar jam-jam sibuk masih berlaku untuk lansia. Sementara balita sudah kembali dapat menggunakan KRL dengan harus didampingi orang tua dan bepergian di luar jam sibuk.(fhm)