Ternyata ada Bahaya Bertukar Tempat Duduk di Pesawat, Yuk Kenali Akibatnya!

  • Oleh : Fahmi

Rabu, 23/Mar/2022 06:59 WIB
Foto:Istimewa Foto:Istimewa

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Kecelakaan pesawat kembali terjadi. Kali ini peristiwa tragis itu terjadi di desa dekat Kota Wuzhou, Provinsi Guangxi, China. Pesawat yang jatuh berjenis Boeing 737-800 dengan nomor MU5735 dari maskapai China Eastern Airlines. 

Terjun menukik ke arah perbukitan hingga meledak dan menyebabkan kebakaran hutan, para awak dan penumpang diperkirakan tidak ada yang selamat. Kecelakaan pesawat bukanlah hal yang tidak mungkin terjadi, oleh karenanya setiap penumpang maupun awak pesawat harus siap untuk berbagai kemungkinan saat berada di udara. 

Baca Juga:
Menhub: Kolaborasi yang Baik Pulihkan Penerbangan di Indonesia

Ada beragam hal dan ketentuan yang harus dipenuhi tak hanya oleh pilot maupun para awak, tapi juga penumpang. Keteledoran sedikit saja bisa berdampak, seperti bertukar tempat duduk di pesawat. 

Pada dasarnya, nomor dan nama penumpang dibuat salah satunya untuk mudah mengenali korban ketika kecelakaan pesawat. Bertukar tempat duduk bahkan tanpa sepengetahuan awak, bisa berpotensi salah tunjuk pada identifikasi diri, nantinya. 

Baca Juga:
Airnav Berpartisipasi Aktif dalam Simulasi Force Down Pesawat Udara Asing

1. Bisa pengaruhi berat pesawat 

Tempat Anda duduk di pesawat sangat penting. Tempat yang nyaman bisa menjadi pengalaman penerbangan yang menyenangkan, mendapat banyak ruang kaki, berpengaruh pada kenyamanan leher, hingga penentuan sandaran tangan dengan penumpang di sebelahmu. 

Baca Juga:
Riau dapat Bantuan Helikopter dari BNPB untuk Tanggulangi Kebakaran Hutan

Tetapi seorang pilot telah mengungkapkan bahwa ada hal yang lebih penting dari itu. Dalam unggahan di sebuah forum di Quora, Magnar Nordal menjelaskan bahwa tempat kamu duduk bisa memengaruhi berat pesawat dan cara mengontrolnya. 

Nordal mengatakan jika (sistem) salah, maka pesawat mungkin jatuh saat lepas landas. Ia juga membagikan pengalamannya. 

"Empat penumpang duduk di depan dari kursi yang ditentukan sebelum lepas landas. Perwira pertama saya sedang terbang, dan dia mengalami masalah ketika dia memutar pesawat, itu sangat berat. Ini adalah situasi yang sangat kritis, karena landasan pacunya sangat pendek, dan kami tidak akan bisa berhenti." Ungkapnya. 

2. Diatur untuk keseimbangan pesawat 

Peringatan tersebut juga didukung oleh sesama pilot, Darren Patterson, yang mengatakan kepada BBC bahwa seseorang yang memindahkan 10 baris kursi dapat mengubah keseimbangan pesawat. 

Dia menjelaskan, semakin kecil pesawat, efek yang lebih dramatis dari setiap perubahan berat dapat terjadi. Pada pesawat berbadan besar dan lebar, satu orang dapat memindahkan 10 baris kursi dan efeknya pada keseimbangan dapat diabaikan. 

"Suruh orang yang sama bergerak hanya beberapa baris di pesawat regional atau turboprop dan efeknya jauh lebih dramatis; bahkan mungkin melebihi batas. Semua pesawat beroperasi dalam ‘amplop stabilitas’. Untuk tetap di ‘amplop’ ini, dari lepas landas hingga mendarat, semua berat dan lokasinya harus diperhitungkan," tambah Darren. 

3. Beritahukan pada awak atau kru saat hendak mengganti kursi 

Seorang pramugari juga memberikan edukasinya mengenai tidak bertukar tempat duduk di pesawat dalam sebuah video di TikTok. Serenity Haley, yang bekerja untuk American Airlines memperingatkan mengapa kita tidak boleh mengganti kursi di pesawat tanpa memberi tahu kru terlebih dahulu, karena di baliknya ada alasan yang berbahaya. 

“Sebelum take off, kami selalu melakukan apa yang disebut dengan weight and balance hanya untuk memastikan bobot yang baik di pesawat dan keseimbangan yang baik untuk lepas landas. Jadi ketika kamu mengubah tempat duduk, kamu sebenarnya mengubah keseimbangan pesawat, jadi pastikan kamu selalu bertanya, untuk berjaga-jaga,” katanya. 

Mengubah tempat duduk atau bertukar tempat duduk bisa diperbolehka,n tapi masih dalam kelas yang sama atau tidak ditingkatkan. Tapi ini harus benar-benar diberitahukan kepada kru alasan untuk berpindah kursi. Para awak atau kru mungkin meminta kamu untuk menunggu sampai pesawat lepas landas, atau akan memperbolehkanmu langsung bergerak. 

4. Kemungkinan salah indentifikasi 

Meski amat dihindari dan ingin dijauhkan, kecelakaan pesawat masih bisa mungkin terjadi. Akan sangat berbahagia jika seluruh awak dan penumpang bisa selamat. Tapi dalam beberapa kasus, ada yang perlu diperhatikan. 

Berpindah tempat duduk di pesawat, terlebih tanpa memberitahukannya pada kru, bisa membawa dampak yang tak hanya berpengaruh pada kontrol pesawat tapi juga saat identifikasi korban meninggal nantinya. Nomor dan kursi serta tiket pesawatmu telah diseragamkan dan pihak maskapai telah menyusunnya dengan baik. 

Jika ingin berpindah, katakan pada kru sehingga mereka bisa memprosesnya. Penumpang yang bertukar kursi tanpa sepengetahuan, bisa berpotensi salah identifikasi atau salah tunjuk saat terjadi kecelakaan. 

Bisa saja sebenarnya penumpang tersebut masih hidup, tapi karena sudah bertukar tempat duduk, malah dinyatakan tewas karena masih tercatat di tempat duduk yang lama, di mana di area tersebut terjadi kerusakan yang paling parah. 

5. Tempat terbaik untuk duduk di pesawat 

Banyak dari kita mungkin memiliki tempat favorit di pesawat, misalnya tempat duduk dekat jendela yang bagus untuk menikmati pemandangan, atau di suatu tempat yang dekat dengan bagian depan atau belakang. 

Namun, menurut Nick Eades, pilot Boeing 747 paling berpengalaman di dunia, tempat duduk terbaik di pesawat adalah di suatu tempat di dekat pintu darurat. Berbicara kepada LADbible, Eades menjelaskan bahwa tidak selalu ada tempat 'teraman' untuk duduk, dengan mengatakan "Duduk di depan pesawat sama amannya dengan duduk di belakang, dan sebaliknya." 

Ia menyarankan untuk selalu meminta untuk duduk di dekat pintu keluar darurat, karena ia berpendapat mungkin kursi terbaik adalah yang paling dekat dengan pintu keluar. Jika terjadi kendala atau kegagalan saat lepas landas, kamu dapat membantu orang keluar atau menjadi yang pertama keluar dari pesawat.(fh/sumber:popbelacom)