Volume Penumpang KRL Terus Meningkat, KCI Siapkan 1.007 Perjalanan KA

  • Oleh : Fahmi

Minggu, 27/Mar/2022 17:04 WIB
Foto:Istimewa Foto:Istimewa

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Volume penumpang KRL Jabodetabek pada hari Senin setelah libur akhir pekan dalam tiga pekan terakhir pada Bulan Maret 2022 ini menunjukkan tren meningkat sejalan dengan kembalinya aktivitas masyarakat pada pemberlakuan PPKM Level 2. 

"KAI Commuter mencatat rata-rata pengguna pada Hari Senin, tanggal 7, 14 dan 21 Maret lalu sebesar 533.380 pengguna," ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter (KCI) Anne Purba, Ahad (27/3/2022). 

Baca Juga:
Siap Beroperasi, Harga Tiket Kereta Api Maros-Barru Rp 10 Ribu

Dikatakannya, data tersebut lebih tinggi 15 % dari rata-rata volume pengguna pada libur akhir pekan selama bulan Maret 2022 yaitu sebesar 463.932 pengguna per harinya. Sedangkan rata-rata volume harian pengguna pada hari kerja selain hari Senin pada tiga pekan terakhir sebesar 470.175 pengguna. 

Menurut Anne, dari data tersebut, akhir pekan merupakan hari di mana jumlah penumpang KRL Jabodetabek lebih rendah dibanding dengan hari kerja lainnya terutama Hari Senin. 

Baca Juga:
Kakek Sumarlin Tertabarak KA Penataran hingga Tewas

Anne mengatakan, pada akhir pekan merupakan waktu yang tepat bagi penumpang KRL dalam merencanakan perjalanannya karena lebih leluasa dan terhindar dari potensi kepadatan. 

"KAI Commuter mengajak para pengguna KRL terutama bagi pengguna yang akan kembali ke Jakarta dari daerah penyangganya, untuk menggunakan perjalanan KRL pada akhir minggu ini," kata Anne. 

Baca Juga:
Viral Penumpang KA Keluhkan Kursi yang Mentok Kaki dan Menyiksa, Ini Tanggapan KAI

Saat ini KAI Commuter menyediakan 1.007 perjalanan KRL dengan jam operasional mulai pukul 04.00 – 22.00 WIB per harinya dan pemberlakuan kapasitas kuota pengguna sebanyak 60% sesuai dengan aturan dari Pemerintah. 

KAI Commuter mengajak pengguna untuk tetap taat protokol kesehatan. Tetap jaga jarak saat duduk di kursi KRL maupun saat berdiri. Ikuti marka stiker yang ada agar kereta tidak terisi melebihi kapasitas pengguna yang diizinkan.(fhm)