Polisi Terima 2 Laporan soal Dugaan Penipuan Kapten Vincent, Total Kerugian Rp 60 Juta

  • Oleh : Fahmi

Minggu, 03/Apr/2022 21:42 WIB
Capt. Vincent Raditya(Instagram @vincentraditya) Capt. Vincent Raditya(Instagram @vincentraditya)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya telah menerima dua laporan dugaan kasus penipuan binary option, Oxtrade, yang dilakukan YouTuber Vincent Raditya atau dikenal Kapten Vincent. 

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan mengatakan, dua laporan itu diterima pada Senin (28/3/2022) dan Kamis (31/3/2022). 

Baca Juga:
Satpolair Polres Kepulauan Seribu Ajak Nelayan Ciptakan Keselamatan dan Sukseskan Pemilu 2024 di Perairan Pulau Untung Jawa

"Inti laporan sama, terjadi dugaan penipuan dan penggelapan dalam investasi yang dialami korban dengan nilai yang berbeda. Pertama Rp 10 juta dan kedua Rp 50 juta," ujar Zulpan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Ahad (3/4/2022). 

Polda Metro Jaya tengah mempelajari laporan-laporan itu dan secepatnya akan memanggil pelapor. 

Baca Juga:
Patroli Dialogis Malam Polsek Kepulauan Seribu Selatan: Ajakan Ciptakan Pemilu 2024 Damai dan Bebas Hoax

"Kami rencananya minggu depan (memanggil pelapor), pasti. Harinya belum bisa disampaikan karena penyidk belum mengeluarkan surat pemanggilan," kata Zulpan. 

Diberitakan sebelumnya, Kapten Vincent dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas kasus penipuan karena diduga menjadi mitra binary option aplikasi Oxtrade. 

Baca Juga:
Polsek Kepulauan Seribu Selatan Gelar Aksi Penanaman Pohon `Birukan Langit` di Pulau Untung Jawa

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/1665/III/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 31 Maret 2022. 

"Iya sudah kami terima kemarin (laporan terhadap Vincent)," ujar Zulpan, Jumat (1/4/2022). 

Zulpan mengungkapkan bahwa Vincent dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seseorang bernama Federico Fandy yang mengaku sebagai korban investasi Oxtrade.(fh/sumber:kompas)