Elon Musk `Kuasai` Twitter, Tombol Edit Jadi Kenyataan?

  • Oleh : Redaksi

Selasa, 05/Apr/2022 21:22 WIB
CEO Tesla Elon Musk. Foto: cnbcindonesia.com. CEO Tesla Elon Musk. Foto: cnbcindonesia.com.

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Elon Musk resmi menjadi pemegang saham terbesar media sosial (medsos) Twitter usai memborong 9,2% saham perusahaan, senilai hampir US$ 3 miliar atau sekitar Rp 43 triliun.

Ini menjadikan bos Tesla dan SpaceX itu pemegang saham terbesar Twitter dan memicu kenaikan lebih dari 27% saham perusahaan.

Baca Juga:
Tesla Akan Investasi Mobil Listrik

Langkah Musk terungkap dalam pengajuan yang muncul setelah tweetnya bahwa ia serius untuk membangun platform media sosial baru, demikian dikutip dari Reuters, Selasa (5/4/2022).

Pembelian tersebut dilakukan beberapa hari setelah Musk mengkritik perusahaan tersebut tentang kebebasan berpendapat.

Baca Juga:
Elon Musk, Orang Terkaya di Dunia Jadi Dewan Direksi Twitter

Pria 50 tahun itu juga menanyakan kepada pengguna apakah mereka menginginkan tombol edit, fitur yang telah lama ditunggu-tunggu di platform micro-blogging tersebut.

Dalam waktu kurang dari tiga jam sejak polling dimulai, lebih dari 1,2 juta pengguna memilih, dengan lebih dari 75% dari mereka mendukung opsi edit untuk hadir di Twitter.

Baca Juga:
BNI Serahkan Hadiah Utama Mobil Listrik Tesla Kepada Pemenang Undian

 

Pekan lalu, dalam cuitan yang lain, Musk bertanya apakah alogritma Twitter harus open source. Dan Lebih dari 82% pengguna mengatakan ya.

Hal itu lantas mendapat tanggapan dari mantan CEO Twitter Jack Dorsey, ia mengatakan, "pilihan algoritma mana yang akan digunakan (atau tidak) harus terbuka untuk semua orang."

Musk memang dikenal aktif di Twitter, akun pribadinya memiliki 80 juta pengikut sejak bergabung dengan Twitter pada 2009.

Kepemilikan besar Musk di Twitter dinilai menghasilkan hasil positif bagi pemegang saham daripada yang negatif.

"Jika (Musk) memutuskan untuk mengambil posisi aktif dan Twitter menjadi pribadi, mungkin harganya akan lebih tinggi daripada sekarang," kata CEO Jacob Asset Management Ryan Jacob.

"Jadi, jika langkah ini membuat perusahaan lain tertarik (untuk mengakuisisi Twitter), mungkin harganya akan lebih tinggi daripada sekarang." imbuhnya.

Dorsey, yang memiliki saham lebih dari 2% di Twitter, mengundurkan diri sebagai CEO dan ketua pada November tahun lalu. Ia menyerahkan kendali kepada veteran perusahaan Parag Agrawal.

Sementara itu, Musk dan Dorsey telah memiliki beberapa kesamaan dalam menolak apa yang disebut Web3, istilah yang digunakan untuk versi utopis internet yang terdesentralisasi. (dn/sumber: cnbcindonesia.com)