Kapal Korsel Tujuan Batam Hilang di Selat Taiwan

  • Oleh : Redaksi

Sabtu, 09/Apr/2022 00:16 WIB


TAIPEI (BeritaTrans.com) - Kapal Kyoto 1 yang membawa enam orang warga Korea Selatan hilang di Selat Taiwan, Kamis (7/4/2022). Petugas SAR Taiwan menemukan dua mayat mengambang di laut terkait hilangnya kapal tersebut.

Pihak berwenang Taiwan menerima sinyal bahaya dari Kyoto 1 sekitar pukul 09.50 waktu setempat dengan posisi terakhir sekitar 29 km dari pulau.

Baca Juga:
KM Setia Makmur Tenggelam di Laut Arafura, 15 ABK Hilang

​​​​Kapal berbendera Sierra Leone dengan bobot 322 ton itu dalam pelayaran dari Busan menuju Pulau Batam sambil menarik kapal tender Kyoto 2. Kapal tender 2 ditemukan di sekitar lokasi tanpa ada seorang pun.

"Pemerintah meluncurkan tim tanggap darurat dan mengirim kapal patroli dan helikopter untuk pencarian," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Korsel, seraya menambahkan pihaknya bekerja sama dengan otoritas patroli Taiwan, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (8/4/2022).

Baca Juga:
Dihantam Badai Laut, Kapal Terbelah Dua di Perairan Hong Kong, 27 Awak Hilang

BACA JUGA:
Heroik, Prajurit TNI AL Selamatkan Kapal Yacht Berbendera Thailand yang Dihantam Badai di Jambi

Pusat Komando Penyelamatan Nasional Taiwan menyatakan kapal itu mengirimkan pesan darurat di perairan dekat Pulau Penghu. Setelah itu mereka mengirim kapal dan pesawat untuk pencarian.

Baca Juga:
Jasa Raharja Jawa Barat Serahkan Santunan Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo

Sementara itu dua mayat ditemukan oleh nelayan sekitar, namun identitasnya belum bisa dipastikan. Pencarian terhadap empat orang lainnya masih dilakukan.

BACA JUGA:
Insiden di Kapal Selam Nuklir USS Louisiana, 7 Personel Angkatan Laut AS Luka 

Helikopter Korsel Jatuh di Laut

Dalam insiden terpisah, helikopter yang bertugas membantu operasi di Taiwan jatuh di perairan Pulau Mara, Korsel, Jumat, menyebabkan dua orang tewas, satu luka, dan satu lainnya hilang.

 

Pejabat Penjaga Pantai Jeju Park Je Soo mengatakan, sebuah tim terdiri atas dua pilot Penjaga Pantai dan dua petugas lainnya menaiki helikopter Sikorsky S-92 nahas itu. Helikopter jatuh ke laut pada posisi 370 km barat daya pulau sekitar pukul 01.32 waktu setempat.

Helikopter itu akan kembali ke pangkalan di Pulau Jeju setelah menurunkan enam anggota tim penyelamat ke kapal patroli yang akan berangkat ke Taiwan.

"Pilot masih hidup saat diselamatkan, namun kopilot dan operator radar tidak sadarkan diri. Meskipun telah mendapat perawatan darurat, mereka tidak bisa diselamatkan," kata Park.

Sementara itu pilot menderita patah tulang dan dirawat di rumah sakit. Petugas masih mencari satu orang lainnya yakni mekanik.