Penumpang Terus Meningkat, KCI Imbau Disiplin Protokol Kesehatan dalam Gunakan KRL

  • Oleh : Fahmi

Minggu, 10/Apr/2022 15:49 WIB
Suasana di dalam rangkaian KRL. (Ist) Suasana di dalam rangkaian KRL. (Ist)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Volume penumpang KRL Jabodetabek selama satu pekan pelaksanaan puasa Ramadan (3-9 April 2022) tercatat sebanyak 3.335.857 pengguna, atau rata-rata sebanyak 476.551 perharinya yang ternyata meningkat dibandingkan pada pekan sebelumnya. 

VP Corporate Secretary KAI Commuter (KCI) Anne Purba mengatakan, khusus volume penumpang pada akhir pekan, rata-rata volume mengalami tren kenaikan sebesar 28% yang sebelumnya sekitar 340 ribu – 350 ribu pengguna sebelum pemberlakuan SE Kemenhub No.25 Tahun 2022, sampai saat ini telah menembus angka 450 ribu lebih rata-rata pengguna pada akhir pekan. 

Baca Juga:
DJKA Dorong Skema Pembiayaan Non-APBN Pembangunan Perkeretaapian

Menurut pantauan di lapangan, pengguna pada akhir pekan didominasi dengan pengguna musiman dan anak-anak. KAI Commuter terus mengimbau kepada pengguna untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. 

"Penggunaan masker sesuai dengan aturan yang berlaku serta syarat vaksinasi dengan melakukan scan melalui aplikasi atau menunjukkan sertifikat vaksin untuk naik KRL masih tetap diberlakukan," ujar Anne, Ahad (10/9/2022). 

Baca Juga:
Gegera Ngobrol di Gerbong, 3 Penumpang Diusir Turun KRL

Anne mengatakan, sesuai SE Kemenhub No.25 Tahun 2022, pembatasan kuota penumpang sebanyak 60% tetap diberlakukan. Aturan-aturan tambahan seperti Balita dan Lansia hanya diperbolehkan naik KRL di luar jam sibuk yaitu pada pukul 10.00 – 14.00 WIB. 

"Untuk Balita, dalam melakukan perjalanan menggunakan KRL tetap dengan mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker dan harus didampingi orang tua," ujar Anne. 

Baca Juga:
Penumpang KA Jarak Jauh Mulai Ramaikan Stasiun Bekasi saat Masa Libur Sekolah

Menurut data jumlah oenumpang KRL terus mengalami peningkatan terutama di hari sibu seperti di hari Senin 

"Volume akhir pekan ini meningkat 3 pekan terakhir sehingga kami tetap menghimbau agar pengguna jasa commuterline tatap mematuhi protokol kesehatan dan mengutamakan keselamatan," imbau Anne. 

Saat ini KAI Commuter mengoperasikan sebanyak 1.053 perjalanan KRL dengan jam operasional mulai pukul 04.00 – 24.00 WIB per harinya, dimana KAI Commuter mengoperasikan 376 perjalanan pada jam sibuk pagi dan 337 perjalanan pada jam sibuk sore hari. 

Menurut Anne, sebaran penumpang KRL selama Bulan Ramadan ini terfokus pada jam-jam sibuk pagi yaitu pukul 06.30 – 08.00 WIB, dan pada jam-jam sibuk sore mulai pukul 16.30 – 18.00 WIB. Untuk itu KAI Commuter menghimbau pengguna untuk selalu merencanakan perjalanannya dengan cermat, hindari bepergian pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari. 

"Kepada pengguna Mingguan juga dapat memanfaatkan perjalan di Minggu sore untuk kembali dari daerah penyangga Jakarta agar terhindar dari jam sibuk di Senin Pagi," kata Anne. 

Khusus selama Bulan Ramadan, KAI Commuter memperbolehkan para penggunanya saat berada di dalam perjalanan KRL untuk membatalkan puasa hingga satu jam setelah waktu berbuka puasa. 

"KAI Commuter tetap mengimbau selalu disiplin menjaga protokol kesehatan saat membatalkan puasa. Tidak berbicara selama membatalkan puasa dan gunakan kembali masker dengan benar setelah selesai membatalkan puasa," kata Anne. 

Dia menambahkan, penumpang juga selalu jaga kebersihan dan keyamanan dengan tidak membuang sampah sembarangan saat membatalkan puasa di dalam KRL.(fhm)