Jalur Selatan Jawa Rute Alternatif Bagi Pemudik Tujuan Jateng dan Jatim

  • Oleh : Naomy

Selasa, 19/Apr/2022 23:17 WIB
Sesjen Kemenhub Djoko Sasono  tinjau jalur selata. jawa Sesjen Kemenhub Djoko Sasono tinjau jalur selata. jawa

BANJAR PATROMAN (BeritaTrans.com) - Sekretaris Jenderal Djoko Sasono didampingi sejumlah pejabat meninjau kesiapan jalur pantai selatan Jawa jelang musim mudik Lebaran tahun 2022, Selasa (19/4/2022).

Menurutnya, jaringan infrastruktur jalan dari Jakarta hingga Banjar Patroman terpantau baik. 

Baca Juga:
Jalur Yogyakarta Hingga Kediri Memadai jadi Alternatif Rute Mudik

Namun terdapat titik pasar tumpah yang harus diwaspadi karena berpotensi menimbulkan kemacetan, yaitu Pasar Limbangan dan Pasar Malangbong di Kabupaten Garut.

"Hari ini kami melakukan perjalanan dari Jakarta saat ini kami sudah sampai di Banjar Patroman. Kami melihat jaringan jalan sudah bagus, dan pasti kita temukan ada beberapa kegiatan yang mungkin saja nanti perlu dilakukan langkah-langkah untuk meminimalkan dampaknya terhadap gangguan lalu lintas jadi ada pasar tumpah dan segala macam tadi kita temukan," urai Djoko.

Baca Juga:
Pantau Transportasi di Libur Nataru, Kemenhub Buka Posko Bersama

Pada peninjauan itu pihaknya telah mendokumentasikan video perjalanan di mana nantinya akan dievaluasi titik-titik yang akan berpotensi rawan kemacetan. 

Pihaknya berharap jalur selatan Jawa ini nantinya dapat menjadi jalur alternatif bagi para pemudik.

Baca Juga:
Jelang World Superbike 2021 Mandalika, Kemenhub Simulasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas

"Saya mengharapkan paling tidak kalau bisa 20 persen bisa beralih ke Pansela, maka beban di jalur tengah dan jalur pantura bisa sedikit lebih baik. Semoga saja betul-betul bisa menjadi alternatif bagi pemudik ke Jawa Tengah dan Jawa Timur," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IX Denny Michels Adlan mengungkapkan, pada jalur Pansela khususnya di titik yang berpotensi terjadi kemacetan seperti Pasar Limbangan, pihaknya akan melakukan sejumlah strategi. 

"Di Pasar Limbangan, rencananya akan dilakukan kanalisasi berupa pemasangan water barrier dan traffic cone untuk sterilisasi angkot ngetem dan untuk tempat penyeberangan masyarakat khusus atau zebra cross kemudian tergantung situasi akan diberlakukan one way sepenggal," ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau agar para pemudik kendaraan pribadi yang melalui pansela dapat menggunakan jalur alternatif menuju Sumedang via Wado. 

Namun ditegaskannya, untuk jalur ini tidak disarankan bagi kendaraan besar seperti bus/truk.

Pihaknya mencatat terdapat sejumlah jalur alternatif bagi pada pemudik. Alternatif pertama yaitu Cileunyi – Solokan Jeruk – Alun Alun Majalaya –Simpang 3 Cijapati – Rancasalak – Kadungora – Lingkar Leles – Cibatu – Pasar Bandrek – Malangbong - Tasikmalaya. 

Alterntif kedua Cileunyi – Jatinangor (Via Tol Exit Pamulihan) – Parakan Muncang – Cicalengka - Simpang 3 Cijapati. 

Alternatif ketiga Cileunyi – Pamulihan -Leuwigoong – Sumedang. Sedangkan untuk alternatif keempat yaitu Cileunyi – Pamulihan – Wado - Tasikmalaya. (omy)