Tinjau Bandara Husein, Presdir Angkasa Pura II Sebut Puncak Arus Mudik 30 April dengan 175 Ribu Penumpang

  • Oleh : Naomy

Sabtu, 23/Apr/2022 19:49 WIB
Presdir Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin Presdir Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin

BANDUNG (BeritaTrans.com) - Tinjau Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Presiden Direktur PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin sebut bahwa diprediksi  puncak mudik dengan pesawat udara 30 April 2022.

Baca Juga:
Top Markotop, Angkasa Pura II Kembali Sediakan Sentra Vaksin di 20 Bandara, Sejalan Rencana Kebijakan Pemerintah Terkait Syarat Perjalanan Baru

"Diprediksi jumlah penumpang pada puncak mudik dengan pesawat udara sebanyak 175-180 ribu orang," ujar Awaluddin, Sabtu (23/4/2022).

Dia juga memastikan kesiapan personel di periode angkutan Lebaran (angleb) di seluruh bandara kelolaannya.

Baca Juga:
Pergerakan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Sudah Tembus 120.000 Orang Per Hari

Menurutnya, kemarin (22/4/2022) pergerakan penumpang di 20 bandara PT Angkasa Pura II mendekati 160.000 penumpang.

Sedangkan puncak arus balik pada 20 bandara yang dikelola AP II diperkirakan terjadi 8 Mei dengan jumlah penumpang 190.000-200.000 orang. 

Baca Juga:
Dua Operator Bandara Dapat Penghargaan dari Kemenhub

Awaluddin menyampaikan, dalam mengantisipasi lonjakan penumpang PT Angkasa Pura II mendirikan posko angleb.

AP II menyiagakan 5.700 personel di 20 bandara dibantu 600-700 personel bantuan dari TNI-Polri.

Pihaknya juga akan memastikan implementasi Standard Operational Prosedur (SOP) berjalan efisien, infrastruktur dan fasilitas bandara, baik dari di sisi udara maupun terminal. 

"Baik fasilitas kedatangan, di sisi udara runway dan semuanya, intinya fasilitas dan infrastruktur harus maksimal," kata Awaluddin

Pihaknya sangat mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang di masa angkutan lebaran tahun tahun ini yang mulai berlaku sejak 22 April hingga 10 Mei mendatang.

"Antisipasi perlu dilakukan karena memang angleb kali ini yang pertama kali dilakukan setelah dua tahun ditiadakan karena pandemi. Jadi kami akan sangat antisipatif untuk melihat kondisi dan kesiapannya," kata Awaluddin. (omy)