Masa Mudik 2022, Volume Lalin di Jalan Tol Trans-Jawa Tertinggi dalam Sejarah

  • Oleh : Fahmi

Minggu, 01/Mei/2022 12:12 WIB
Foto:Istimewa Foto:Istimewa

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Volume lalu lintas (lalin) tahun 2022 di Jalan Tol Trans-Jawa menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah mudik Lebaran di Indonesia. 

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat rekor tertinggi volume lalin tertinggi di jalan tol terjadi pada H-3 Lebaran 1443 H/2022 atau pada Jumat (29/4/2022). 

Baca Juga:
Yeay, Kenaikan Tarif Ojol Ditunda, Gaess

Di hari tersebut, sebanyak 105.016 kendaraan tercatat meninggalkan Jabotabek menuju arah Timur (Cirebon, Semarang, Solo, Surabaya, dan sekitarnya) via Jalan Tol Trans Jawa, melalui GT Cikampek Utama, Jalan Tol Jakarta-Cikampek.  

Jumlah ini melonjak hingga 165,5 persen dari lalin normal periode November 2021 sebanyak 39.554 kendaraan. 

Baca Juga:
Soal Tarif Ojol Jadi Naik 14 Agustus, Kemenhub: Masih Butuh Sosialisasi

Angka tersebut merupakan volume lalin tertinggi pada periode arus mudik sepanjang libur Hari Raya Idul Fitri di Indonesia selama ini. 

Jumlah tersebut bahkan berhasil memecahkan rekor sebelumnya yang terjadi pada periode arus mudik Lebaran 1441 H/2019 lalu. 

Baca Juga:
Menhub Dorong Perguruan Tinggi dan Swasta Gali Peluang Hadirkan Kendaraan Tanpa Awak

Saat itu, Jasa Marga juga mencatat rekor tertinggi melayani volume lalin saat arus mudik yang menuju arah timur, melalui GT Cikampek Utama. Tercatat ada 103.077 kendaraan yang meninggalkan Jabotabek  

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru menjelaskan, untuk melayani pengguna jalan dengan maksimal, Jasa Marga mengoperasikan gardu operasi hingga dua kali lipat dari kondisi lalu lintas normal. 

“Kami memaksimalkan kapasitas gerbang tol untuk melayani peningkatan volume lalu lintas di GT Cikampek Utama, yang mengoperasikan total 30 lajur transaksi serta penambahan 4 mobile reader secara tandem,” jelas Dwimawan. 

Menurutnya, terselenggaranya layanan arus mudik tahun ini tidak lepas dari kolaborasi bersama dengan Kepolisian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta stakeholder terkait lainnya.(fh/sumber:kompas)