Bagaimana Jika Air Hujan Masuk ke Mesin Pesawat?

  • Oleh : Fahmi

Rabu, 04/Mei/2022 15:27 WIB
Foto:Ilustrasi Foto:Ilustrasi

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Pesawat bisa terbang dalam kondisi hujan lebat, salju, bahkan petir, karena sudah didesain sedemikian tangguh. 

Kendai demikian, bagaimana kalau air hujan masuk ke dalam pesawat? Apakah bakal tetap tangguh atau justru sebaliknya? 

Baca Juga:
Begini Kata Kemenhub Terkait Rencana Penerapan Kewajiban Vaksin Booster Sebagai Syarat Perjalanan

Dikutip dari kanal YouTube Mesin Terbang, Selasa (3/5/2022), tidak seperti mobil yang inlet mesinnya terletak di tempat yang tertutup, pesawat terbang khususnya yang menggunakan mesin turbin gas justru memiliki inlet yang terbuka lebar untuk menghisap udara. 

Pada kondisi tersebut, mesin tentu akan bersinggungan langsung dengan air hujan, salju, dan partikel lainnya. Dan hebatnya, meski inlet mesinnya terbuka, pesawat tersebut juga dapat beroperasi dalam kondisi hujan lebat ataupun bersalju. 

Baca Juga:
Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan, Simak Syarat Naik Pesawat di Aturan Terbaru

Hal ini tentu akan menimbulkan pertanyaan. Apakah mesin pesawat tidak akan mati apabila kemasukan air hujan atau salju? Jika memang tidak, mengapa hal tersebut bisa terjadi? 

Sebuah mesin turbin gas bekerja dengan membakar campuran udara dan bahan bakar pada kompresi yang sangat tinggi. Udara yang dihisap oleh kipas dialirkan ke dalam kompressor untuk dinaikkan tekanannya. 

Baca Juga:
Pengumuman! Vaksin Booster Kini Jadi Syarat Wajib Naik Pesawat

Udara bertekanan di dalam kompressor memiliki temperatur yang mencapai 450 derajat. Yang selanjutnya dialirkan ke dalam ruang bakar untuk dicampur dengan bahan bakar dan memulai proses pembakaran. 

Adapun hasil pembakaran tersebut temperaturnya mencapai 1.700 derajat yang selanjutnya dialirkan ke bagian exhaust untuk memutar turbin dan menghasilkan daya dorong. 

Jika dilihat dari mekanisme tersebut, dapat disimpulkan bahwa air hujan yang tersedot ke dalam mesin akan menguap seketika pada tahap kompresi. 

Secara mekanisme sudah jelas bahwa air hujan atau salju yang tersedot ke dalam mesin tidak akan membuat mesin pesawat mati. Setiap mesin pesawat yang akan diproduksi harus menjalani pengujian terlebih dahulu. 

Salah satu uji yang dilakukan adalah uji konsumsi air atau dikenal sebagai water injection test. Uji ini dilakukan untuk mensertifikasi bahwa mesin pesawat mampu bekerja dalam kondisi cuaca ekstrem dan tidak akan mengalami failure.(fh/sumber:okezone)