Kapal Mengangkut 34 Kontainer Bahan Baku Minyak Goreng Diamankan TNI AL

  • Oleh : Fahmi

Senin, 09/Mei/2022 13:55 WIB
Keterangan Pers TNI AL Terkait Pengamanan 34 Kontainer di Belawan Kota Medan. Keterangan Pers TNI AL Terkait Pengamanan 34 Kontainer di Belawan Kota Medan.

MEDAN (BeritaTrans.com) - Sebanyak 34 kontainer berisikan bahan baku minyak goreng, diamankan petugas dari MV Mathu Bhum berbendera Singapura di Pelabuhan Terminal Petikemas (PTP) Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis 5 Mei 2022. 

Pengamanan puluhan kontainer dilakukan oleh Komando Armada I, KRI Karotang - 872 berdasarkan informasi diperoleh intelijen pangkalan di Danlantamal I Belawan. Kemudian, kapal berbendera Singapura yang lepas dari PTP Belawan akan berlayar ke Malaysia dihentikan laju kapal tersebut. 

Baca Juga:
Kapal Tak Berizin Dilarang Berlayar Angkut Wisatawan di Labuan Bajo

"Di bawah kendali Buskamla Armada I berhasil menangkap MV Mathu Bhum berbendera Singapura yang akan berlayar dari Belawan menuju Pelabuhan Klang, Malaysia," ujar Pangkoarmada RI, Laksamana Madya Agung Prasetiawan dalam jumpa pers di PTP Belawan, Jumat 6 Mei 2022. 

Pangkoarmada RI menjelaskan bahwa MV Mathu Bhum tersebut telah membawa beberapa muatan kontainer yang di antaranya terdapat 34 kontainer berisi RBD palm olein. 

Baca Juga:
Pelindo Gelar Khitanan Massal, 500 Peserta Antusias Datangi Masjid Al-Ikhlas dan Khodamuttaqwa di Pelabuhan Tanjung Priok

"Dimana hal tersebut (isi 34 kontainer itu) merupakan bahan yang jenisnya dilarang sementara untuk diekspor," kata Agung. 

Laksamana Madya Agung Prasetiawan mengungkapkan, kegiatan penghentian dan penyelidikan kapal tersebut dilaksanakan di perairan Belawan. Selanjutnya ditindaklanjuti penyelidikan oleh Lantamal I. 

Baca Juga:
Angkut 15 Penumpang, KM Sarijaya Tenggelam di Konawe Sultra

"Tindakan yang dilakukan oleh TNI AL pada dasarnya sudah sesuai dengan tugas TNI AL dalam penegakan hukum di laut dan menindaklanjuti instruksi Presiden yang melarang ekspor minyak goreng dan CPO dengan turunannya yang akhir-akhir ini dirasakan langka di pasaran," ungkap Pangkoarmada RI. 

Sebagaimana kemudian diterbitkan juga Permendag Nomor 22 tahun 2022 tentang pelarangan sementara ekspor CPO dan turunannya.  

"Selanjutnya, kami menyampaikan bahwa sehari-hari TNI AL terus melakukan operasi untuk penegakan hukum di laut di mana Armada I, II, dan III, terus melaksanakan operasi tersebut," tegas Laksamana Madya Agung Prasetiawan. 

Pangkoarmada I, Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah mengatakan hasil tangkapan dari Koarmada I ada 5 kapal. Pertama, ada TB Ever Sunrise menarik tongkang ever carrier berbendera Malaysia yang dibawa dari Dumai hendak ke Malaysia. Kedua, adalah MV World Progress berbendera Liberia dari Dumai hendak ke India. Ketiga, MV We Blossom berbendera Tuvalu dari Dumai mau ke Singapura.  

"Keempat, MV Toto XVI  berbendera Indonesia dari Kijang, Pontianak akan dibawa ke Uni Emirat Arab dan terakhir kelima, MV Mathu Bhum," ucapnya.  

Selain itu, Pangkoarmada II, Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto juga menuturkan saat ini mereka sedang memproses 12 kapal di antaranya ada yang membawa batu bara, nikel ore, HSD, dan CPO. 

"Dari 12 tersebut ada yang masih dalam proses penyelidikan tapi juga ada sudah penyerahan berkas ke Kejaksaan Tinggi sehingga saat ini kami masih menunggu proses tersebut sampai dengan selesai," terangnya.  

Sementara itu, Pangkoarmada III, Laksamana Muda TNI Irvansyah menambahkan mereka mendapatkan perintah dari KASAL untuk mengintensifkan patroli khususnya masalah CPO dan turunannya. Di Armada III, mereka memeriksa dua kapal yang satu dalam proses di Lanal Tual yakni MV Bangun Rejo dengan muatan CPO 2.500 ton masih dalam pendalaman di Lanal Tual.  

"Namun, hasil pemeriksaan sementara kapal tersebut mengangkut CPO ke Pulau Jawa. Kemudian, kami juga memeriksa kapal KM Segara Anak oleh unsur patroli dari Armada III yang bermuatan biji sawit. Hasil pemeriksaan sementara untuk diangkut ke Pulau Jawa. Saat ini masih penyelidikan di Pangkalan Ambon," sebut Laksamana Muda TNI Irvansyah.(fh/sumber:viva)