Libur Lebaran Tahun Depan Ada Sistem Manajemen Penggunaan Rest Area dan Penambahan TIP

  • Oleh : Naomy

Selasa, 17/Mei/2022 20:16 WIB
Budi Setiyadi Budi Setiyadi

 

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Hari ini (17/5/2022), Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Darat melakukan evaluasi mudik Lebaran 2022.

Baca Juga:
Yeay, Kenaikan Tarif Ojol Ditunda, Gaess

Di antaranya yang menjadi perhatian dan sorotan adalah keberadaan dan penggunaan rest area atau tempat istirahat dan pelayanan (TIP).

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi menyampaikan, saat periode mudik lebaran sudah diinformasikan bahwa masyarakat diimbau untuk gunakan rest area 30 menit saja.

Baca Juga:
Regulasi Baru Kemenhub Tetapkan Kenaikan Tarif Ojol

Hal itu agar dapat bergantian dengan pemudik lainnya yang memerlukan istirahat dari perjalanannya menuju kampung halaman.

"Lantaran rest area penuh, banyak ditemukan pemudik yang gunakan bahu jalan untuk beristirahat," ungkap Dirjen Budi secara virtual, Selasa (17/5/2022).

Baca Juga:
Ditjen Hubdat dan Polda Bali Koordinasi Persiapan Jelang KTT G 20

Untuknya, Ditjen Hubdat merekomendasikan pada musim mudik Lebaran 2023 untuk menggunakan teknologi rest area manangement system (RAMS). 

Teknologi ini dapat menginformasikan pengguna jalan terkait kapasitas parkir di satu rest area.  

"Teknologi ini dinilai dapat menghindari potensi menumpuknya pemudik yang berdiam di rest area lebih dari waktu yang ditentukan," katanya.  

Selain itu, bercermin dari padatnya pemudik tahun ini, maka Kemenhub disebutkannya, berencana membangun beberapa TIP tambahan di beberapa titik jalan tol sepanjang Pulau Jawa. 

TIP atau rest area tersebut akan menjadi buffer zone atau zona penyangga bagi pemudik yang ingin beristirahat di kawasan padat.

"Nantinya, rest area tersebut hanya akan berfungsi selama musim mudik," ujar Dirjen Budi. 

Arahan Menteri Perhubungan, ada tambahan satu rest area cukup besar dan akan digunakan saat lebaran 2023, tidak digunakan rutin karena sifatnya cadangan. 

"Sekitar Kilometer (Km) 66 (Tol Jakarta-Cikampek) ada lahan yang cukup luas," jelasnya.

Dirjen Budi mengatakan, luas lahan yang akan digunakan untuk pembangunan rest area cadangan itu mencapai 10 hektar. 

Lahan di Km 66 tersebut dimiliki oleh salah satu badan usaha milik negara (BUMN) di industri semen. 

Pembangunan rest area cadangan itu akan menggunakan skema bussiness-to-bussiness (B2B) dengan badan usaha jalan tol (BUJT) di area tersebut, yakni PT Jasa Marga Tbk.  

Selain di Tol Jakarta-Cikampek, akan dibangun juga rest area musiman di tiga titik lain, yakni Tol Cikopo-Palimanan, Tol Palimanan-Kanci, dan salah satu ruas tol menuju Semarang. 

"Seluruh rest area cadangan tersebut dapat digunakan pada musim mudik Lebaran 2023. Saya diminta Menteri untuk bisa menjadi fasilitator dan mempertemukan semua pihak," ujarnya. (omy)