Nyebrang Melalui Pelabuhan Jepara dan Karimun Jawa, Beli Tiketnya Kini Gunakan Non Tunai

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 27/Mei/2022 18:25 WIB
Petugas sosialisasi tiket non tunai pada penumpang di Pelabuhan Petugas sosialisasi tiket non tunai pada penumpang di Pelabuhan

JEPARA (BeritaTrans.com) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi menerapkan pembayaran tiket ferry non-Tunai atau cashless bagi yang akan menyeberang di Pelabuhan Jepara dan Karimun Jawa, Jawa Tengah, mulai Kamis (26/5/2022). 

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, penerapan digitalisasi pembayaran tiket penyeberangan memang terus dipacu ASDP sebagai bentuk consistent excellence atas layanan bermutu prima yang dihadirkan perusahaan bagi pengguna jasa, termasuk di Pelabuhan Jepara dan Karimun Jawa. 

Baca Juga:
ASDP Gandeng PLN Dukung Energi Bersih di Kawasan Pelabuhan Penyeberangan dengan Layanan ALMA

"Pengguna jasa di Jepara dan Karimun Jawa kini dapat memanfaatkan channel pembayaran Non-Tunai baik melalui Virtual Account (VA), kartu prepaid, dan layanan Dompet Elektronik," ungkapnya, Jumat (27/5/2022). 

Tahun ini, targetnya 17 pelabuhan dan dengan implementasi di dua pelabuhan tersebut, maka sudah terealisasi 10 pelabuhan atau sudah mencapai 59 persen.

Baca Juga:
ASDP Resmi Terapkan Tiket Ferry Cashless di Pelabuhan Bira dan Pamatata

Melalui penerapan digitalisasi dalam transaksi pembayaran, ASDP ingin meningkatkan customer experience para pengguna jasa. Di mana dalam tiga tahun terakhir, masyarakat semakin melek dengan perubahan dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Saat ini, ASDP fokus dan konsisten dalam digitalisasi bisnis sebagai wujud komitmen merubah wajah penyeberangan menjadi lebih modern. Shelvy menilai, masyarakat semakin teredukasi dan antusiasme untuk bertransaksi secara non-tunai terus meningkat, di mana mereka membeli tiket ferry dan melakukan pembayaran dengan kartu elektronik yang prosesnya simpel, mudah dan cepat.

Baca Juga:
Didukung Pemprov Lampung, ASDP Konsen Rampungkan Pembangunan Bakauheni Harbour City

Adapun Pelabuhan yang sudah terapkan pembelian tiket non tunai yakni Bira dan Pamatata (Selayar), Pelabuhan Jepara dan Karimun Jawa (Jepara), Pelabuhan Batulicin dan Tanjung Serdang (Batulicin), Pelabuhan Bajoe dan Kolaka (Bajoe), Pelabuhan Sape dan Labuan Bajo (Sape). 

"Sedangkan tujuh pelabuhan yang akan menyusul adalah Pelabuhan Tanjung Kalian (Bangka), Pelabuhan Hunimua, Waipirit, Galala dan Namlea (Ambon), Pelabuhan Pagimana (Luwuk), dan Pelabuhan Mamuju (Balikpapan).

Adapun metode pembayaran Non Tunai yang diterapkan ASDP terdiri dari payment link melalui opsi layanan Virtual Account, lalu kartu uang elektronik dari BRI, Mandiri, BNI dan BCA, serta layanan Dompet Elektronik dari OVO, ShopeePay, LinkAja dan Dana. 

Penerapan metode
cashless di penyeberangan ini sejalan dengan upaya percepatan transformasi digital di tengah pandemi Covid-19 yang juga telah mengubah cara bertransaksi masyarakat, dari sebelumnya melalui physical space menjadi menjadi digital space (online). 

Metode pembayaran Non-Tunai ini membawa kemanfaatan besar bagi pengguna jasa. Pertama, memberikan rasa aman dan nyaman dengan adanya standar pengisian data diri yang lengkap terhadap jaminan asuransi dan kelengkapan manifest penyeberangan. 

Kedua, transaksi pembayaran mudah, praktis, terhindar dari uang palsu serta mendukung protokol kesehatan Covid-19 untuk mencegah penularan karena meminimalisir kontak dengan petugas loket. Ketiga, proses transaksi di tollgate lebih ringkas dan cepat serta pengguna jasa dapat lebih nyaman, teratur dan tertib, tidak perlu lagi antre di pelabuhan.

Saat akan melakukan transaksi pembayaran, penumpang pastikan membawa identitas diri, mengisi manifest saat membeli tiket, dan siapkan alat pembayaran baik transfer VA, kartu dan dompet elektronik dengan saldo cukup saat akan membayar di pelabuhan. 

Berikut ini langkah-langkah bagi pengguna jasa yang memilih opsi pembayaran payment link melalui Virtual Account dari Bank BRI, BNI, Bank Syariah Indonesia, Mandiri, BCA, CIMB Niaga, Maybank, Permata, Danamon, dan Maspion: 

1. Pengguna jasa menginformasikan bank pilihan kepada petugas loket.

2. Pengguna jasa menerima kode bayar  (virtual account) yang diberikan oleh petugas loket.

3. Pengguna jasa melakukan pembayaran yang dapat dilakukan melalui mobile banking, internet banking, dan ATM.

Selain itu, pengguna jasa juga dapat memilih opsi pembayaran menggunakan Dompet Elektronik dari Ovo, ShopeePay, LinkAja, dan Dana dengan langkah-langkah berikut:

1. Pengguna jasa melakukan pengisian saldo dompet digital dan memastikan saldo cukup untuk digunakan.

2. Pengguna jasa menerima QR code pembayaran dari petugas.

3. Pengguna jasa melakukan scan QR Code untuk mendapatkan link pembayaran dan melakukan pembayaran di aplikasi dompet digital. (omy)