BP3IP Jakarta Gelar Diklat STCW dengan Metoda Baru Asynchronous Learning

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 10/Jun/2022 07:15 WIB
Pembukaan Diklat STCW dan Non STCW di Batam Pembukaan Diklat STCW dan Non STCW di Batam


BATAM (BeritaTrans.com) - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Djoko Sasono mengatakan, Pelaut merupakan salah satu profesi yang paling besar kontribusinya di masa pademi Covid-19 di mana terjadi kelangkaan beberapa komoditas yang menuntut pergerakan arus barang harus tetap berjalan.

Hal itu disampaikannya saat membuka acara Sarasehan Diklat STCW dan Non STCW yang diselenggarakan Balai Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP) Jakarta di Batam, Kamis (9/6/2022).

Baca Juga:
Yes, 68 Lulusan Diwisuda Perdana di Poltekbang Jayapura, Torang Bisa! Torang Basodara!

Kegiatan ini mengundang seluruh stakeholder dan pelaut-pelaut yang ada di kota Batam dan sekitarnya.

"Ini merupakan upaya BP3IP Jakarta dalam memperkenalkan  program diklat peningkatan kompetensi pelaut dengan metoda baru yaitu metoda pembelajaran asynchronous," ujar Djoko. 

Baca Juga:
BPSDMP Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Poltekpel Malahayati Aceh

Asynchronous Learning (ASL) merupakan proses pembelajaran daring yang memberikan bahan ajar dan pengerjaan tugas tidak langsung. 

Bahan ajar dan tugas dapat berbentuk video beserta bahasa isyarat dan terjemahannya maupun bentuk lainnya. 

Baca Juga:
Buka Rakornis, Kepala BPSDMP Ingatkan Pentingnya Kampus Harus Inovatif

Dia bilang, Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di dunia yang menyuplai pelaut untuk kapal – kapal yang berlayar di seluruh dunia baik itu kapal niaga maupun kapal asing. 

“Kebutuhan pelaut tersebut akan terus meningkat seiring dengan semakin membaiknya kondisi perekonomian dunia yang saat ini mulai menggeliat kembali khususnya dalam penyelenggaraan logistik karena Pandemi Covid -19 yang saat ini sudah mulai mereda di seluruh dunia," ungkapnya. 

Djoko terus mendorong seluruh unit kerja di bawah BPSDMP  khususnya BP3IP Jakarta agar secara terus menerus secara konsisten berinovasi dalam menyelenggaran pendidikan dan pelatihan di bidang kemaritiman dengan memanfaatkan kemajuan teknologi saat ini sehingga dapat memudahkan seluruh pelaut meningkatkan kompetensinya. 

“Tingkatkan kolaborasi dengan industri agar kegiatan pendidikan dan pelatihan dapat link and match dengan kebutuhan kompetensi yang diperlukan oleh industri pelayaran," ujarnya. 

Saat menyampaikan laporannya, Direktur BP3IP Jakarta,  Dr. Ir. Ahmad, M.MTr, QIA, CFr.A  mengungkapkan, program diklat dengan Metoda Asynchronous ini dapat membantu para pelaut meningkatkan kemampuan kompetensinya dengan memanfaatkan teknologi dan tanpa harus meminta izin cuti yang cukup lama. 

"BP3IP Jakarta telah melaksanakan kegiatan revalidasi sertifikat CoP yang mengacu pada surat edaran Direktur Perkapalan dan Kepelautan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL) No. UM 003/2412/DK-18 tentang pelaksanaan Revalidasi Program Diklat Kepelautan yang sesuai dengan Table B-I/2 List of certificates or documentary evidence Required Under The STCW Convention yang terdapat pada STCW 2010," tuturnya. 

Saat ini BP3IP Jakarta sudah mempunyai kurang lebih 66 diklat di antaranya 50 diklat STCW dan 16 diklat non STCW. 

Metoda jemput bola atau yang diistilahkan Revalidasi Mobile ini telah dilaksanakan di beberapa kota di Indonesia antara lain Kota Samarinda, Banjarmasin dan Batam.

"Hal ini merupakan langkah konkrit yang dilakukan oleh unit kerja di bawah naungan BPSDMP dalam upaya mewujudkan Indonesia Maju dengan menciptakan SDM transportasi yang memiliki nilai-nilai Prestasi (Profesional, Etika, Standar Global dan Integritas),' pungkas Ahmad. (omy)