Cerita Suka Duka Ziko Pengemudi Bus Tispa saat Musim Mudik Lebaran

  • Oleh : Bondan

Rabu, 15/Jun/2022 12:56 WIB
Bus lintas Sumatera TISPA di Terminal Bekasi, Rabu (15/6/2022). Foto: BeritaTrans.com. Bus lintas Sumatera TISPA di Terminal Bekasi, Rabu (15/6/2022). Foto: BeritaTrans.com.

BEKASI (BeritaTrans.com) -- Suka dan duka menjadi hal yang diterima seorang pengemudi bus antarkota antarpropinsi (AKAP) lintas Sumatera. Mulai dari melahap trayek dengan panjang ribuan kilometer dan berliku serta kurang istirahat menjadi teman saban hari.

Ziko, Pengemudi bus TISPA. Foto: BeritaTrans.com.

Baca Juga:
Ada Pemeliharaan Tiang Trayek di Terminal Bekasi, Operasional Bus Normal

Seperti yang dirasakan Ziko salah seorang pengemudi bus AKAP dari Perusahaan Otobus (PO) Titisan Sang Pangeran (TISPA). Dirinya menceritakan dimana suka dan duka saat menghadapi hari raya Idul Fitri 2022.

"Sukanya pas lebaran kemarin, kita panen penumpang. Penghasilan Alhamdulillah meningkat. Dukanya pas lebaran kemarin cuma kurang istirahat saja sama macet dimana-mana," ujar Ziko kepada BeritaTrans.com di Terminal Bekasi, Rabu (15/6/2022).

Baca Juga:
Walau Tak Penuh Penumpang, Bus Antarkota Tetap Gaspol dari Terminal Bekasi

Lebih lanjut dirinya bercerita, membawa bus tidak hanya mengandalkan keahlian saja, namun juga kesiapan armada dan kru busnya itu sendiri di saat Hari Raya Idul Fitri 2022.

"Pengemudi nggak cuma harus bisa bawa bus saja. Tapi juga mengerti dan mengetahui kesiapan armadanya untuk memastikan keselamatan penumpang saat di jalan, apalagi kaya lebaran kemarin. Harus siap semuanya dari kru sampai busnya," ceritanya lagi.

Baca Juga:
Begini Serunya Naik Bus dari Terminal Bekasi

"Kalau lebaran kemarin itu, penumpang udah kaya keran air. Sekalinya dibuka 'byaarrr' keluar semua. Karena sudah dua tahun kemarin nggak boleh mudik, sekalinya mudik kaya begitu. Cuma buat kru bus, lebaran kemarin nggak enaknya itu jalanan macet dimana-mana, apalagi jalanan yang ke arah Pelabuhan Merak. Belum lagi kurang istirahat, kita cuma berdua aja yang jalan, cuma pengemudi sama kondektur saja. Biasanya bertiga sama teman ini (sambil menunjuk ke arah temannya) dia malah baru naik lagi ngetrip pas arus balik, itu juga sudah sepi (sambil tertawa)," lanjutnya.

Dikatakan Ziko, kurangnya istirahat tersebut dikarenakan bus harus terus berjalan agar tidak terjadi penumpukan penumpang di Terminal Bekasi di saat lebaran 2022.

"Kurang istirahat, itu tadi kita cuma berdua saja. Kedua karena faktor macet juga. Tapi yang lebih parahnya sih pas di Pelabuhan bisa berjam-jam antre masuk Pelabuhan Merak, itu macet panjang mulai dari gerbang Tol Cilegon. Itu pas macet mata udah kriyep-kriyep nggak kuat, pas macet berjam-jam itu saya sempatin meremin mata. Sudah masuk antre di dalam Pelabuhan Meraknya, bisa satu harian. Masuk pelabuhan jam 05.00 pagi baru bisa masuk kapal jam 05.00 sore. Disitulah saya manfaatin lagi buat istirahat. Lebaran kemarin nggak ada yang namanya istirahat, begitu sampai di Sumatera langsung putar kepala (putar bus) balik ke Jakarta-Bekasi buat angkut penumpang biar nggak menumpuk," pungkasnya. (Dan)