BPSDMP Dorong Kolaborasi Antarkampus Kemenhub

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 24/Jun/2022 07:38 WIB
Rakorpim BPSDMP Rakorpim BPSDMP

SURABAYA (BeritaTrans.com) - Dalam rangka mengevaluasi kinerja anggaran triwulan II 2022 pada seluruh unit kerja di lingkungannya, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP)  menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) 
di Surabaya, Kamis (23/6/2022).

Baca Juga:
Yes, 68 Lulusan Diwisuda Perdana di Poltekbang Jayapura, Torang Bisa! Torang Basodara!

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala BPSDMP, Djoko Sasono, yang menyoroti kemajuan teknologi informasi di era digital pasca pandemi Covid-19 yang saat ini sedang terjadi.

Dia minta seluruh Pusat Pengembangan dan Unit Pelaksana Teknis untuk terus beradaptasi dengan mengembangkan diri dan kompetensi seluruh tenaga pendidiknya dan juga menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai sesuai dengan kondisi zaman serta kebutuhan industri.

Baca Juga:
BPSDMP Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Poltekpel Malahayati Aceh

“Bahkan sekarang kita sedang berhadapan dengan kemajuan teknologi robotik di banyak bidang, untuk itu perguruan tinggi dan balai pendidikan dan pelatihan di lingkungan BPSDMP harus memiliki sistem pendidikan yang mampu beradaptasi secara cepat untuk mengantisipasi perubahan-perubahan besar yang terjadi tersebut," urai Djoko.

Selanjutnya, terkait dengan Satuan Kerja Badan Layanan Umum (BLU) di lingkungan BPSDMP, dia mendorong seluruh satker BLU agar berpikir kreatif dan inovatif dalam pengelolaan dan memanfaatkan aset yang satker BLU miliki sehingga mampu mencapai target yang telah di tentukan, namun ia juga mengungkapkan bahwa pengelolaan aset-aset tersebut harus bermanfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga:
Buka Rakornis, Kepala BPSDMP Ingatkan Pentingnya Kampus Harus Inovatif

“Transfer knowledge dan kolaborasi antar satker BLU juga harus dilakukan, ini dalam upaya kita untuk memajukan seluruh satker BLU kita," ujarnya.

Djoko juga mengingatkan tentang adanya kenaikan jumlah terkonfirmasi varian baru Covid-19 di Indonesia.

Ini merupakan tantangan tersendiri bagi pengelola lembaga pendikan yang berkonsep boarding school atau diasramakan.

“Kondisi ini harus kita sikapi serius agar tidak terjadi penyebaran di lingkungan kampus," ungkapnya.

Diakhir sambutannya, Djoko mengucapkan selamat mengikuti Rakorpim ini, semoga dapat menjadi sarana diskusi dan komunikasi bagi  untuk dapat bersama–sama memajukan SDM transportasi di Indonesia

“Saya berharap didapatkan langkah-langkah konkrit dalam mewujudkan pengelolaan seluruh lembaga pendidikan dan pelatihan kita yang berdaya saing dan profesional” tuturnya.

Senada dengan Kepala BPSDMP, Sekretaris BPSDMP, Dr. Capt. A Arif Priadi melaporkan kegiatan Rakorpim ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan unit kerja dalam mencapai kinerja anggaran sesuai dengan target pencapaian yang telah disepakati.

“Melalui kegiatan ini juga akan disusun langkah-langkah nyata, jelas dan terukur untuk mencapai target kinerja anggaran berdasarkan best practice unit kerja," ulasnya.

Selain membahas kaitannya dengan pengelolaan keuangan pada kesempatan ini juga akan di bahas tentang digitalisasi perpustakaan, pencegahan tindak kekerasan dan pelecehan seksual di kampus, program dosen magang dan progres akreditasi lembaga dan prodi.

“Hal tersebut merupakan upaya BPSDMP dalam mewujudkan lembaga pendidikan yang unggul untuk menciptakan SDM Transportasi yang memiliki nilai-nilai PRESTASI (Profesional, Etika, Standar Global dan Integritas)," ucap dia.

Pada kesempatan ini juga, sebagai tindaklanjut Pidato Presiden tentang pentingnya penggunaan komponen dalam negeri atau produk lokal dalam kegiatan belanja APBN, BPSDMP mengundang Narasumber yang berasal dari Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk memberikan penjelasan kepada seluruh kepala unit kerja di lingkungan BPSDMP tentang proses pengadaan barang/jasa dengan memaksimalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Ini harus disikapi serius dan dilaksanakan dalam pengelolaan belanja APBN seluruh unit kerja baik yang bersumber dari RM, PNBP maupun BLU sebagai upaya mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan pentingnya TKDN untuk membangun kemandirian bangsa," tutupnya. (omy)