Masuk Stasiun Bekasi Penumpang KRL Mangalir Lancar Meski Ramai

  • Oleh : Fahmi

Senin, 04/Jul/2022 07:26 WIB
Area pintu masuk gedung baru Stasiun Bekasi tampak ramai penumpang keluar masuk, Senin (4/7/2022). Area pintu masuk gedung baru Stasiun Bekasi tampak ramai penumpang keluar masuk, Senin (4/7/2022).

BEKASI (BeritaTrans.com) - Penumpang KRL Commuterline tampak ramai dan mengalir lancar saat hendak memasuki Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Senin (4/7/2022). 

Penumpang sebelumnya juga diwajibkan menunjukkan sertifikat bukti vaksin atau dengan scan QR aplikasi PeduliLindungi kepada petugas yang berjaga di area pintu masuk stasiun baik di utara maupun di selatan. 

Baca Juga:
Naik KRL dari Stasiun Bojong Gede Penuh Banget, Sampai Tebet Baru Mulai Lega

Amatan BeritaTrans.com dan Aksi.id pada jam sibuk ini, penumpang terlihat masuk hendak menggunakan KRL merupakan penumpang harian yang biasa memulai aktivitas dengan angkutan masal. 

Alur masuk penulpang tidak henti-hentinya terus mengisi jalur masuk di stasiun tersebut. Pada pagi ini antrean minim diberlakukan. Petugas terlihat tetap berjaga untuk melakukan beberapa tahap penyekatan, mulai dari bawah sebelum memasuki gedung baru hingga sampai gate tiket. 

Baca Juga:
Jalur Kereta Api Terancam Banjir, Walkot Makassar Minta Rel Dibangun Melayang

Karena ditambahkannya kapasitas penumpang Commuterline KRL, membuat antrean minim. Penumpang pun dapat merasakan masuk ke peron dengan cepat. 

"Penumpang sekarang mengalir aja terus, nanti paling ada penyekatan sesekali saja," ujar petugas yang berjaga melakukan penyekatan. 

Baca Juga:
Jasa Raharja Jawa Barat Gerak Cepat Tangani Korban Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api Cirebon

Petugas mengungkapkan, antrean penumpang, kini dengan memperhitungkan ketersediaan KRL di peron dan melihat juga kapasitas rangkaian yang akan mengangkut. 

"Kalau antre juga enggak lama lah, palingan kalau udah ada keretanya langsung dibuka lagi," kata petugas. 

Ketersediaan KRL saat ini di Stasiun Bekasi terus ada tanpa jeda yang lama. KRL ada yang telah memulai perjalanan dari arah Cikarang maupun arah Stasiun Transit Manggarai. 

Penumpang yang mengantre tampak terdiri dari tua, muda hingga anak-anak. Sejumlah penumpang prioritas tampak diberikan langsung jalan tanpa penyekatan. 

Masa libur sekolah membuat penumpang meningkat 

Sebelumnya VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba menyampaikan, tren penumpang KRL Jabodetabek pada akhir pekan sepanjang bulan Juni terus bertambah seiring dengan masa libur sekolah. Jumlah penumpang pada akhir pekan pada masa ibur sekolah kemarin (25-26/6) sebanyak 1.002.025 orang atau naik sebesar 4% jika dibanding pengguna akhir pekan di awal Juni lalu. 

Adapun total pengguna KRL selama bulan Juni kemarin sebanyak 17.830.611 orang, dengan total volume pengguna khusus pada libur akhir minggu sebanyak 3.4323.177 orang dengan rata-rata 487.830 orang per harinya. 

Volume terbanyak di libur akhir pekan yaitu pada Sabtu (25/6), sebanyak 522.566 orang. Dimana tanggal tersebut merupakan awal libur sekolah yang dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur bersama keluarga dengan menggunakan KRL. 

Di Stasiun Jakarta Kota tercatat sebanyak 36.606 pengguna KRL pada awal libur sekolah ini, angka tersebut naik 9% dibanding volume akhir minggu pada awal bulan Juni ini. Hal yang sama terjadi pada Stasiun Tanah Abang sebanyak 51.760 pengguna atau naik 4% dan Stasiun Bogor sebanyak 66.402 pengguna atau naik 1%. 

Kapasitas ditambah 

Diberitakan BeritaTrans.com, sejak 18 Mei 2022, KAI Commuter menjalankan operasi dan layanan KRL dan KA Lokal sesuai aturan terbaru dari pemerintah yaitu Surat Edaran Kemenhub Nomor 57 tahun 2022. 

Dalam aturan tersebut, kereta komuter di wilayah aglomerasi termasuk KRL Jabodetabek dan KRL Yogyakarta – Solo diperkenankan melayani penumpang hingga 80% dari kapasitas. Sedangkan untuk kapasitas penumpang KA Lokal perkotaan di wilayah Merak, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya diatur jumlah pengguna paling banyak 100% sesuai kapasitas. 

Sebelumnya antrean di stasiun pada jam sibuk, terutama pagi, menjadi rutinitas masyarakat pengguna KRL. 

Di Stasiun Bekasi petugas melakukan penyekatan dengan tali atau rantai. Penyekatan di lakukan petugas pada beberapa titik untuk menghindari penumpukan di dalam KRL. Namun, saat kapasitas di dalam rangkaian sudah ditingkatkan, kini penyekatan menjadi dikurangi. 

Meskipun terdapat aturan perjalanan yang lebih fleksibel sejalan dengan penanganan pandemi Covid-19 yang membaik, seluruh pengguna tetap perlu mengikuti aturan dan protokol kesehatan yang berlaku. 

Penumpang wajib memakai masker dengan benar hingga menutup hidung, mulut dan dagu secara sempurna sesuai dengan aturan. Para pengguna juga wajib menunjukan sertifikat vaksin melalui aplikasi PeduliLindungi atau menunjukkan sertifikat vaksin secara manual kepada petugas. 

Saat ini, operasional KRL Jobodetabek tetap beroperasi mulai pukul 04:00 – 24:00 WIB dengan 1.054 perjalanan per harinya. 

Petugas akan selalu melakukan pengendalian jumlah pengguna KRL yang dapat masuk ke kereta dengan melakukan penyekatan pengguna terutama di jam-jam sibuk.(fhm)