Yuk! Mengenal Bus Hyundai Asal Korea Selatan yang Mengaspal di Indonesia

  • Oleh : Redaksi

Sabtu, 16/Jul/2022 15:11 WIB
Mengenal Bus Hyundai Asal Korea Selatan yang Mengaspal di Indonesia. Foto: istimewa. Mengenal Bus Hyundai Asal Korea Selatan yang Mengaspal di Indonesia. Foto: istimewa.

BEKASI (BeritaTrans.com) -- Dikenal dengan produk mobil listriknya yang sudah dipasaekan di Indonesia, pabrikan otomotif asal negeri ginseng, Korea Selatan, Hyundai ternyata juga memproduksi bus. Bahkan bus buatan Hyundai juga pernah dipasarkan di Tanah Air.

Terrbukanya pasar otomotif di Indonesia, dan bagusnya perkembangan dunia transportasi di negara, kita akhirnya membuat banyak pabrikan otomotif dari negara luar tertarik untuk memasarkan beragam produknya di Indonesia.

Baca Juga:
Pajang Koleksi Kendaraan Listrik, Museum Transportasi TMII Punya Wajah Baru

Bahkan untuk pasar transportasi massal saja, kini tidak hanya datang dari pabrikan asal Eropa tapi ada pula beragam merek pabrikan yang berasal dari Asia. Berbicara mengenai Asia, produsen otomotif dari kawasan ini tidak hanya datang dari Jepang saja, karena dulu tercatat market besar asal Korea Selatan, Hyunday juga pernah masuk ke pasar negara kita.

Dilanair dari ARF Bus Channel, Jumat 15 Juli 2022, bus buatan Hyundai sendiri masuk ke Indonesia mulai dari tahun 2006 lalu. Hyundai dulunya tidak hanya sekedar impor sasis saja seperti yang dilakukan oleh merek bus asal Tiongkok.

Baca Juga:
Busworld SEA 2022 Hadirkan Bus Listrik Ramah Lingkungan

Namun mereka juga berani mendirikan pabrik perakitan produknya di Indonesia yang berlokasi di Balaraja, Tangerang. Di pabrik ini mereka tidak hanya merakit sasis saja, namun juga sekaligus menjadi karoseri, membuat bodi bus.

Produk bus dari Hyundai juga cukup banyak beredar di Indonesia, seperti seri Hyundai Aerospace LG bigbus, di mana tipe ini sangat gampang dikenali di jalanan karena model bodi dari karoseri korindo yang dari hal disain sama seperti bus Hyundai Selatan.

Baca Juga:
Hyundai Gelar Latihan Mengemudi Mobil Listrik untuk Paspampres dan TNI Jelang KTT G20

Di Korea Selatan desain bodinya hampir mirip dengan bodi Galaxy coach garapan karoseri restu ibu, dengan sudut yang serba membulat dan bentuk lampu mengkotak, yang terpasang secara horizontal.

Namun demikian, Hyundai juga tetap bisa menjual sasis busnya secara terpisah, sehingga konsumen bisa memilih karoseri lokal untuk membuatkan bodynya secara terpisah.

Hyundai sendiri saat itu masuk ke pasar bisnis Indonesia harus melawan saingan yang sangat berat, mulai dari sasis Hino rk8 dan juga Mercedes Benz OH 1525.

Oleh karena itu Hyundai tak tanggung-tanggung membekali fitur terbaik pada sasis bus besarnya ini, mulai dari sektor dapur pacunya yang menggunakan mesin berkode D6 AB yang cukup bertenaga dengan konfigurasi 4-silinder segaris. Di mana mesin tersebut yang sudah didukung turbo charge dan intercooler.

Sehinggamesin tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimal hingga 190ps pada 2000 RPM dan torsi maksimal 1100 nm pada 1200rpm. Secara hitungan, tenaga mesin ini jauh lebih besar dibandingkan dengan mesin Hino rk8 maupun Mercedes Benz OH 1525.

Namun demikian, mesin bus Hyundai ini masih kalah di sektor transmisi, karena masih menggunakan transmisi manual lima percepatan. Di mana para rivalnya sudah menggunakan enam percepatan.

Karena kekurangan inilah, sehingga membuat tenaga mesin bus Hyundaikurang tersalur sempurna. Dan ketika mengaspal di jalan raya kecepatan maksimalnya hanya tembus sekitar 100 KPJ saja.

Meski memiliki kekurangan, namun busHyundai memiliki space frame, sehingga diklaim jauh lebih stabil dan rigid, serta memiliki kapasitas ruang bagasi yang lebih luas.

Model bus ini banyak digunakan oleh Transjakarta yang menggunakan tipe mesin berbahan bakar gas. Selain itu ada juga beberapa perusahaan otobus lokal yang mencoba bus ini namun dengan tipe mesin dieselnya. (dn/sumber: zonasurabayaraya.com)