Gelar Rakornis, BPSDMP Dorong Wujudkan SDM Transportasi Laut Berprestasi

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 29/Jul/2022 16:00 WIB
Rakornis PPSDMP .Laut Rakornis PPSDMP .Laut


LOMBOK (BeritaTrans.com) - Dalam rangka menumbuhkan jiwa entrepreneurship, inovasi Badan Layanan Umum (BLU), meningkatkan koordinasi dan kolaborasi serta untuk melaksanakan pelayanan yang ber-Prestasi (Profesional Etika Standar Global Intergritas) pada seluruh unit kerjanya, BPSDMP melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) dipimpin Kepala BPSDMP, Djoko Sasono di Lombok, Rabu (27/7/2022).

Dalam sambutanya, Kepala BPSDMP menyampaikan, Rakornis ini akan berfokus pada kolaborasi, koordinasi, dan Prestasi. 

Baca Juga:
Sekretaris BPSDMP Tekankan Pentingnya Kemampuan Koordinasi

"Karena pada dasarnya tujuan yang akan dicapai tidak dapat diusahakan sendiri, namun memerlukan sinergi dan kolaborasi. Mengoptimalkan link and match  dengan mulai mengindentifikasi kekurangan dalam perencanaan serta berkomitmen melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri," urainya.

Ada kata kunci yang tentunya menjadi perhatian dalam rakornis ini yaitu komunikasi, kolaborasi, koordinasi dan prestasi, yang tujuannya untuk bersama-sama mewujudkan SDM transportasi kompeten, berdaya saing dan link and match dengan dunia industri.

Baca Juga:
Poltektrans SDP Palembang Bekali Lulusan dengan Kompetensi Pengelolaan Transportasi Ramah Lingkungan

Dia mendorong seluruh Perguruan Tinggi dan Lembaga Diklat untuk selalu meningkatkan kualitas Dosen maupun Instruktur melalui kegiatan diklat dan juga memberikan kesempatan bagi para Dosen maupun Instruktur untuk melaksanakan praktik kerja lapangan.

Dengan begitu, Dosen dan Instruktur dapat mengikuti perkembangan teknologi yang ada saat ini termasuk melakukan updating terkait dengan bidang keilmuannya.
 
“Selain pengembangan Dosen dan Instruktur, Penyusunan kurikulum yang link and match juga menjadi salah satu prioritas BPSDMP dalam rangka penyediaan SDM Transportasi yang memiliki kompetensi teknis yang dapat diandalkan dan siap digunakan oleh seluruh stakeholder baik itu pemerintah maupun industri," kata Djoko.
 
Dia juga menyoroti kemajuan teknologi informasi di era digital pasca pandemi Covid-19 yang saat ini sedang terjadi, seluruh Pusat Pengembangan dan Unit Pelaksana Teknis diminta untuk terus beradaptasi dengan mengembangkan diri dan kompetensi seluruh tenaga pendidiknya dan juga menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai sesuai dengan kondisi zaman serta kebutuhan industri.
 
“Bahkan sekarang kita sedang berhadapan dengan kemajuan teknologi robotik di banyak bidang, untuk itu perguruan tinggi dan balai pendidikan dan pelatihan di lingkungan BPSDMP harus memiliki sistem pendidikan yang mampu beradaptasi secara cepat untuk mengantisipasi perubahan-perubahan besar yang terjadi tersebut," ungkapnya.
 
Terkait dengan satuan kerja Badan Layanan Umum (BLU) di lingkungan BPSDMP, Kepala BPSDMP mendorong seluruh satuan kerja BLU agar dapat lebih berpikir kreatif dan inovatif dalam pengelolaan dan memanfaatkan aset yang satker BLU miliki sehingga mampu mencapai target yang telah di tentukan.

Baca Juga:
Kepala BPSDMP: Taruna Harus Cekatan, Enerjik, Nyali, Inspiratif Inovatif, dan Lentur

“Pengoptimalan aset tersbut tentunya harus dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat sekitar," imbuh dia.
 
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Laut (PPSDMPL) Amiruddin, melaporkan kegiatan Rakornis ini bertujuan  agar Unit Pelaksana Teknis (UPT) Matra Laut mampu menyesuaikan perubahan regulasi, teknologi dan informasi, serta tuntutan industri di bidang transportasi laut. 

Menjalin kolaborasi dengan seluruh stakeholder internal dan eksternal dan meningkatkan kualitas SDM perhubungan laut yang link and match dengan dunia industri  dengan target pencapaian yang telah ditetapkan.

“Melalui kegiatan ini juga akan disusun langkah-langkah nyata, jelas dan terukur untuk mencapai penetapan standarisasi Unit Cost untuk mendukung Enterpreneurship dan Inovasi BLU, Konsep Dosen Magang dan Pertukaran Taruna/ Mahasiswa, Instrumen Manajemen Pendidikan dan Pelatihan untuk Menuju Kelas Internasional," tutur Amiruddin.

Dia juga bilang, selain membahas Penetapan standarisasi Unit Cost   memberikan fleksibilitas BLU dalam menentukan tarif layanan yang mendukung Enterpreneurship dan Inovasi.

Meningkatnya kompetensi Dosen dalam proses belajar-mengajar serta kualitas pembelajaran dan bahan ajar mata kuliah dapat di-upgrade menyesuaikan dengan kebutuhan industri melalui Program Dosen Magang. 

"Selain itu juga memberikan kesempatan kepada Taruna untuk saling bertukar dan menggali pengetahuan melalui Program Pertukaran Taruna; Indikator Penilaian Sesuai ISO 21001:2018 yang harus Disusun untuk Mengelola Pendidikan dan Pelatihan yang Berkualitas Internasional," pungkas Amiruddin. (omy)