Tingkatkan Kenyamanan Wisatawan, Kemenparekraf Gandeng Privy Perkuat Amenitas Bandara Ngurah Rai

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 12/Agu/2022 17:37 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno saat serahkan bantuan kursi kepada HM Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Handy Y Menparekraf Sandiaga Uno saat serahkan bantuan kursi kepada HM Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Handy Y

 

BALI (BeritaTrans.com) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) berkolaborasi dengan PT Privy Identitas Digital memperkuat amenitas (sarana) Bandar Udara Internasional Ngurah Rai.

Baca Juga:
Bandara Purbalingga Bakal Ramai Lagi, 6 Bupati Komitmen Jamin Keterisian Penumpang Melalui Blocking Seat

Kerja sama itu yakni dengan penyerahan bantuan 100 kursi tunggu yang diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan, sehingga akan berdampak maksimal pada upaya mendukung kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif dan terciptanya lapangan kerja di Bali. 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam acara penyerahan bantuan amenitas yang berlangsung di ruang keberangkatan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (12/8/2022) siang, mengapresiasi gerak cepat pemangku kepentingan pariwisata dalam menyikapi kebutuhan wisatawan khususnya dalam upaya menjaga momentum kebangkitan ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 

Baca Juga:
Bandara Ngurah Rai Layani Penerbangan Perdana Maskapai China Airlines

"Alhamdulillah hari ini 100 seats sudah dihadirkan untuk membantu kenyamanan wisatawan," kata Menparekraf.

Momentum kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali sudah mulai terindikasi berdasarkan data BPS, tingkat ekonomi Bali pada kuartal II tahun ini tumbuh 3,04 persen. 

Baca Juga:
Dicoret dari PSN, Proyek Bandara Bali Utara Tetap Dilanjutkan

Sektor transportasi, akomodasi, dan minuman menjadi lokomotif dalam pertumbuhan tersebut. 

"Saya bersyukur pariwisata dan ekonomi kreatif sudah menggeliat tapi kita harus jaga kesehatan ekosistem parekraf kita. Saya memberi perhatian sangat besar terhadap revenge travel ini jangan sampai seperti Bandara Heathrow (Inggris) yang kelasnya dunia kewalahan meng-handle kedatangan wisatawan," katanya. 

Selain itu, kesiapan sumber daya manusia (SDM) juga harus dapat dijaga agar target penciptaan 1,1 juta lapangan kerja baru di tahun 2022 dan 4,4 juta lapangan kerja di tahun 2024 dapat terwujud. 

"Sumber daya manusia pariwisata dan ekonomi kreatif harus segera kita siapkan untuk menjaga momentum pariwisata Bali di tahun 2022 semakin baik. Termasuk menghadirkan langkah kolaboratif menyambut berbagai event dunia termasuk G20 di November 2022," ungkap Sandiaga. 

Direktur Utama PT Privy Identitas Digital, Marshall Pribadi, merasa bangga karena bisa memberikan kontribusi terhadap pengembangan industri pariwisata tanah air. 

"Satu kehormatan bagi kami untuk sedikit berkontribusi dalam memberikan sejumlah kursi tunggu untuk Bandara I Gusti Ngurah," kata Marshall. 

Dia berharap kolaborasi ini dapat berkembang ke depannya khususnya dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 

Privy sebagai perusahaan yang menghadirkan layanan identitas digital dan tanda tangan digital sejak tahun 2016 berkomitmen terus mendukung, terutama dalam mengoptimalkan digitalisasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 

"Hingga saat ini user dari Privy sudah mencapai 30 juta individu. Dengan digitalisasi diharapkan dapat mendukung percepatan ecotourism di tanah air," tutur Marshall. 

Sementara General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Handy Heryudhitiawan, menyampaikan apresiasi atas dukungan penguatan fasilitas dari Kemenparekraf dan Privy yang akan meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan di Bandara I Gusti Ngurah Rai. 

Handhy menjelaskan, hingga saat ini jumlah penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terus meningkat.

"Saat ini meski masuk low season, jumlah penumpang bisa mencapai 22 ribu hingga 23 ribu per hari," ungkapnya. 

Terlebih banyak maskapai dari luar negeri yang berencana menambah frekuensi atau membuka kembali penerbangannya ke Bali. 

Seperti China Airlines yang rencananya akan masuk pada September 2022. 

"Artinya memang perlu kerja sama kolaborasi di antara kita semua untuk memastikan pariwisata di Bali sudah mulai tumbuh dan ini perlu kita dorong kembali. Kursi-kursi tersebut akan ditempatkan di berbagai areal bandara agar bisa dimanfaatkan secara maksimal," ujar Handhy. 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Staf Khusus Bidang Pengamanan Destinasi Wisata dan Isu-Isu Strategis, Ario Prawiseso; Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Henky Manurung; Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf/Baparekraf, Anggara Hayun Anujuprana; Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, I Gusti Ayu Dewi Hendriyani; Wakil Direktur 2 Politeknik Pariwisata Bali, I Wayan Tuwi; serta Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Dayu Indah. (omy)