Bandara Soekarno-Hatta Perketat Pengawasan Kesehatan Cegah Penyebaran Cacar Monyet

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 26/Agu/2022 20:10 WIB
Suasana di Bandara Soekarno-Hatta Suasana di Bandara Soekarno-Hatta

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Bandara Soekarno-Hatta kelolaan PT Angkasa Pura II memperketat pengawasan kesehatan terhadap awak dan penumpang pesawat yang tiba dari luar negeri maupun yang melalukan perjalanan dalam negeri sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit cacar monyet (monkeypox).

Pengawasan kesehatan ini dilakukan secara bersama oleh seluruh lintas sektor yang ada di Bandara Soekarno-Hatta berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Bandara Soekarno-Hatta (KKP Kementerian Kesehatan) dan didukung PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta yang menyediakan fasilitas sarana dan prasarana.

Baca Juga:
Bandara Soetta Bakal Diramaikan Kehadiran UMKM Mitra Binaan Angkasa Pura II Selama 2023

Kepala KKP Kelas I Bandara Soekarno-Hatta Darmawali Handoko mengatakan, pengawasan kesehatan dilakukan dengan pengamatan visual untuk melihat apakah ada gejala monkeypox pada awak dan penumpang pesawat internasional yang baru mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dan domestik yang berangkat dan datang. 

"Gejala utama Monkeypox adalah adanya ruam merah kulit di sekitar wajah dan anggota badan lainnya serta adanya bengkak kelenjar getah bening di area sekitar leher. Selain itu gejala yang mungkin saja terjadi 
antara lain suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius, nyeri sendi dan otot, serta tampak kurang sehat. Hal ini berbeda dengan Covid dimana demam masih menjadi salah satu gejala utama," jelas dr. Darmawali Handoko.

Baca Juga:
Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta ada Mal UMKM dari Berbagai Provinsi Loh!

Pengawasan terhadap tanda dan gejala visual tersebut sebagian besar juga dapat terdeteksi pada saat pelaku perjalanan melakukan proses check-in untuk memproses keberangkatan dan pemeriksaan security kedua setelah proses check-in, di mana pelaku perjalanan diminta untuk membuka masker, dan proses pemeriksaan Imigrasi saat pelaku perjalanan melakukan pemeriksaan paspor. 

Hal ini termasuk juga dengan awak pesawat yang harus melalui thermal scanner dan pengamatan secara visual. 

Baca Juga:
JAS Dukung Kantor Imigrasi Percepat Layanan Paspor di Bandara Soekarno-Hatta

Lebih lanjut, dr. Darmawali menuturkan, bila petugas bandara menemukan tanda dan gejala Monkeypox dapat langsung melaporkan kepada petugas KKP dan petugas KKP akan melakukan pemeriksaan mendalam. 

"Jika mengarah kepada gejala Monkeypox maka penumpang  maka akan dilakukan prosedur tatalaksana dan dirujuk ke rumah sakit jika diperlukan," ungkapnya.

KKP Kemenkes bersama dengan seluruh stakeholder di Bandara Soekarno-Hatta juga melakukan sosialisasi terkait pencegahan penyebaran monkeypox.

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi mengemukakan, AP II sebagai pengelola bandara mendukung penuh upaya pencegahan penyebaran monkeypox.

"Penerbangan internasional di Bandara Soekarno-Hatta saat ini dilayani melalui Terminal 3. Di Terminal 3 sudah dilengkapi  thermal scanner yang dapat mendeteksi suhu tubuh setiap awak dan penumpang pesawat secara bersamaan," katanya. 

Awak dan penumpang pesawat ketika baru mendarat dari luar negeri dipastikan akan melalui thermal scanner tersebut dan pengamatan secara visual. 

"Ketika diketahui ada awak dan penumpang dengan suhu di atas yang telah ditetapkan, maka thermal scanner akan memberi peringatan kepada personel KKP Kemenkes," ujar dia.

Bandara Soekarno-Hatta juga menyiapkan ruang isolasi yang dilengkapi berbagai peralatan dan perlengkapan guna tempat isolasi apabila ada awak dan penumpang pesawat yang suspek terpapar monkeypox.

Agus menuturkan, seluruh stakeholder Bandara Soekarno-Hatta berkolaborasi dan bersinergi penuh dalam mendukung upaya pencegahan penyebaran monkeypox. (omy)