Bertemu di Perbatasan Indonesia-Australia, Bakamla RI dan ABF Patroli Bersama

  • Oleh : Ahmad

Rabu, 28/Sep/2022 12:40 WIB
foto:istimewa/BakamlaRI foto:istimewa/BakamlaRI

 

Baca Juga:
Dua Jabatan Pimpinan Tinggi Bakamla RI Diserahterimakan

KUPANG (BeritaTrans.com) - KN Pulau Dana-323 dan Australian Border Force Cutter (ABFC) Cape Sorrel pada TW 09.27.08.45 WITA bertemu di titik Rendezvous (RV) 11° 25' 13 S – 126° 32’ 70”, untuk melaksanakan patroli bersama dalam melindungi masing-masing wilayahnya di perbatasan Indonesia Australia, Selasa (27/9/2022) 

Selain unsur Bakamla, tampak terlibat unsur KKP dengan nama lambung KP Orca 2. Tak hanya itu, KKP juga melibatkan unsur udara maritim berjenis ATR 42-320 dengan call sign PK-YRE. 

Baca Juga:
Kepala Bakamla RI Beri Penghargaan Bintara, Kapal Negara dan Stasiun Bakamla Teladan Tahun 2022

Rangkaian kegiatan operasi Gannet 6/22 yang dilakukan diantaranya KN Pulau Dana-323 melaksanakan radio cek dengan unsur KKP Orca 2 dan unsur ABFC Cape Sorrel. Kemudian pada posisi titik RV membentuk formasi 3 dengan urutan KP Orca 2, ABFC Cape Sorrel dan KN Pulau Dana-323. Pada area patroli juga turut bergabung patmar KKP berjenis ATR 42-320 dengan call sign PK-YRE. Setelah itu, patroli bersama dilaksanakan bersama-sama dalam mengamankan wilayah perbatasan. 

Operasi bersama ini berfokus pada wilayah timur Indonesia yang berbatasan dengan Australia. Adapun KN Pulau Dana-323 dalam patrolinya mengutamakan perlindungan nelayan Indonesia. Selain itu, memberikan perhatian khusus agar tidak masuk wilayah perairan Australia. 

Baca Juga:
Dua Jabatan Direktur Kerja Sama dan Direktur Datin Bakamla RI Diserahterimakan

Illegal fishing, penyelundupan manusia dan penyelundupan barang-barang terlarang seperti narkoba, ballpress, dan minuman keras tak luput menjadi target dalam operasi ini. 

Komandan KN Pulau Dana-323 Letkol Bakamla Hananto Widhi Nugroho. S.E.,M.Si, mengatakan patroli bersama ini merupakan bentuk kolaborasi dengan maritim Australia dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan. Terlebih, ini bukti nyata bahwa Bakamla hadir di daerah perbatasan untuk melindungi nelayan Indonesia, ujar Letkol Bakamla Hananto Widhi Nugroho.(ahmad)

Tags :