Buka Rakornis, Kepala BPSDMP Ingatkan Pentingnya Kampus Harus Inovatif

  • Oleh : Naomy

Kamis, 29/Sep/2022 22:26 WIB
Kepala BPSDMP Djoko Sasono di sela pembukaan Rakornis Kepala BPSDMP Djoko Sasono di sela pembukaan Rakornis


YOGYAKARTA (BeritaTrans.com) - Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) bidang pengembangan SDM Perhubungan Darat. 

Rakornis dibuka Kepala BPSDMP, Djoko Sasono, di Yogyakarta Kamis (29/9/2022).

Baca Juga:
Taruna Poltekpel Surabaya Sabet Juara 1 Olimpiade I2ASPO

Dalam arahannya, Djoko menekankan bahwa sekolah vokasi Kementerian Perhubungan harus dapat mendidik SDM yang cakap dalam mengelola dan mengoperasikan sarana dan prasarana transportasi, dengan menjunjung tinggi satu nilai yaitu keselamatan. 

“Sekolah vokasi Kemenhub berbeda dengan sekolah vokasi di Kementerian teknis lainnya, kami mendidik SDM untuk cakap mengelola mengoperasikan sarana dan prasarana, bukan membuat sarana dan prasarana, oleh karena itu tentunya kita memerlukan banyak hal, khususnya di transportasi itu ada satu nilai yang diangkat atau dijunjung tinggi yaitu keselamatan," paparnya.

Baca Juga:
Kepala BPSDMP: Kolaborasi Wujudkan Satker Pendidikan Unggul dan Berdaya Saing

Menteri Perhubungan kata dia, memerintahkan bahwa Transportasi di Indonesia harus memiliki Standar Global tidak terkecuali SDM yang mengoperasikannya. 

Apabila penerbangan dan pelayaran memiliki acuan Internasional melalui IMO dan ICAO, namun berbeda dengan Transportasi Darat yang tidak memiliki organisasi Internasional yang menaungi, sehingga sebagai regulator, Kementerian Perhubungan harus dapat menyiapkan aturan untuk menjadi pegangan dalam pengembangan kompetensi SDM-nya.

Baca Juga:
Lepas 275 Lulusan Poltekpel Sulut, Kepala BPSDMP: Jadilah Pelaut Unggul

Inilah yang menjadi pegangan dan tantangan kita yang utama, untuk transportasi laut dan udara kita beruntung karena ada lembaga internasional yang mengatur, untuk Laut IMO untuk Udara ICAO, regulator industri tidak sejalan dengan ketentuan IMO dan ICAO maka mereka tidak bisa menyelenggarakan transportasi lintas negara. 

"Matra darat ini unik, karena lembaga dunianya tidak ada, oleh karenanya negara sebagai regulator harus menyiapkan berbagai hal termasuk aturan-aturan yang nantinya akan menjadi pegangan kita untuk membangun kompetensi daripada SDM nya,” tuturnya 

Selain itu, dia juga menyoroti isu terkini di Transportasi Darat yaitu banyaknya kecelakaan yang diakibatkan oleh rem blong.

Menurutnya rem blong ini terkait erat dengan kompetensi dari awak kendaraan, bagaimana pengemudi Bus atau Truk apakah mengecek kendaraannya sebelum beroperasi.

Oleh karenanya Djoki berharap melalui Rakornis ini BPSDMP dapat menyiapkan SDM transportasi darat dengan kompetensi yang mampu mengoperasikan sarana dan prasarana yang berkeselamatan.

“Kita harus secara sadar memperbaiki transportasi di Indonesia khususnya transportasi jalan, saya tidak ingin muluk-muluk paling tidak isu rem blong bisa kita mitigasi dan kita tahu caranya bagaimana mengatasinya, kemarin salah satu rekomendasinya BPSDMP harus melakukan pelatihan-pelatihan, betul dengan pelatihan, namun kita sebagai regulator harus membuat apa yang harus dilatih,” ucapnya.

Dalam hal kompetensi dari SDM Transportasi Darat, dia juga berharap melalui Rakornis ini dapat dapat disusun sebuah solusi, di mana pengemudi Angkutan Umum bukan hanya memiliki SIM tetapi punya kompetensi lain, bagaimana mereka mengerti tentang mesin dan  bagaimana bersikap ketika rem blong, bukan hanya bisa menyetir, menginjak gas, dan rem.

"Kalau di penerbangan dan pelayaran untuk menjadi kapten itu prosesnya bertahap berjenjang, misalnya untuk nakhoda, dia mulai dari ANT V naik ke IV, II, II, I semuanya melalui pendidikan karena mempelajari lingkup yang akan mereka tangani, pilot juga demikian, lulus dimulai dengan single engine kemudian multi engine hingga jet, inilah yang kita hadapi, sehingga melalui rakor ini kita secara bertahap harus mulai mengejar ketertinggalan kita dengan kawan-kawan di pelayaran dan penerbangan, untuk menjadi seorang pengemudi angkutan umum selain memiliki SIM kira-kira apa tanggung jawabnya apa, misalnya tidak bisa langsung menjadi pengemudi bus, dengan demikian kita harapkan adanya perbaikan safety di angkutan jalan," pesannya.

Rakornis yang diselenggarakan Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat (PPSDMPD) ini mengambil Tema “SDM KReAtif di Era Peradaban 5.0 Guna Mewujudkan Indonesia Maju”. 

KReAtif merupakan semangat yang mengandung arti “Kolaboratif, Responsif dan Adaptif”. Senada dengan tema tersebut, dalam kesempatan ini juga dilaksanakan launching Bahan Ajar Digital Pengujian Kendaraan Bermotor dengan memanfaatkan perangkat Virtual Reality, dengan nama Virtual Reality Pengujian Kendaraan Bermotor Ver. 1.0.

Rakornis yang dilaksanakan selama  dua hari ini menghadirkan enam narasumber yaitu, Penggiat Media Sosial dan Motivator, Helmy Yahya, Pakar Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Amirulloh, Direktur Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Ditjen Perhubungan Darat Junaidi, Direktur Keselamatan Perkeretaapian Ditjen Perkeretaapian Edi Nursalam, dan Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah II, Kementerian Dalam Negeri.

"Rakornis ini diselenggarakan untuk memberikan penguatan strategi pembentukan dan pengembangan SDM Transportasi melalui pemahaman referensi tentang regulasi terkait kompetensi SDM bidang Transportasi Darat, Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan serta Perkeretaapian pada Pemerintah Pusat dan Daerah untuk program pengembangan Diklat Bidang Transportasi Darat dan Perkeretaapian pada UPT BPSDMP Matra Darat," ungkap Kepala PPSDMPD, Nahduddin. (omy)