Gelar ICORT di PPI Madiun, Sekretaris BPSDMP Ingatkan Pentingnya Inovasi

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 07/Okt/2022 08:22 WIB
Gelaean ICORT di PPI Madiun Gelaean ICORT di PPI Madiun

 

MADIUN (BeritaTrans.com) -  Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) menggelar International Conference on Railway and Transportation (ICORT) di Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun Kamis (6/10/2022).

Baca Juga:
Bahas Optimalisasi Pemanfaatan Aset dan Kampus Berstandar Global, BPSDMP Gelar Rakornis


Sekretaris BPSDMP, Dr. Capt. Antoni Arif Priadi, membuka acara secara daringm

Menurutnya, BPSDMP merupakan suatu lembaga di bawah Kementerian Perhubungan yang mempunyai tanggung jawab dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di bidang trasnportasi, baik itu transportasi darat, perkeretaapian, laut dan udara.

Baca Juga:
BPSDMP Gelar Workshop Peningkatan Kemampuan Digital Marketing

“Perguruan tinggi merupakan wadah dan pusat dalam menghasilkan SDM yang unggul, melalui pendidikan dapat meningkatkan budaya belajar serta inovasi yang dapat memicu pertumbuhan generasi penerus Bangsa,"  ungkapnya.

Dia menekankan, Politeknik Kemenhub harus dapat mendidik SDM yang cakap dan mampu beradaptasi dalam upaya menghadapi globalisasi yang telah menciptakan lingkungan yang sangat kompetitif.

Baca Juga:
Siapkan Pengemudi Angkutan Umum Andal, BPSDM Kemenhub Kerja Sama dengan Dishub DKI Jakarta

“Saya mendorong semua Politeknik untuk lebih adaptif dalam mentransformasikan kurikulum sesuai dengan kebutuhan nasional dan global, serta beradaptasi dengan karakteristik yang lazim di Indonesia," ujar dia.

Dalam konferensi ICORT mengusung tema “Innovative for Smart, Sustainable and Safe Transportation Systems”. 

Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi pejabat pemerintah, stakeholders dan para akademisi untuk saling berbagi informasi serta saling menukar pengetahuan mengenai sistem transportasi yang cerdas, berkelanjutan, dan aman.

“Konferensi ini diharapkan dapat mendorong para dosen dan peneliti meningkatkan kualitas serta mengimplementasikan penelitian untuk selanjutnya dikontribusikan bagi masyarakat transportasi," ujarnya.

ICORT memiliki beberapa topik yaitu, Transport Economics and Policy, Traffic Safety Risk Evaluation, Prevention and Control, Intelligent Transport Systems and Smart Mobility, Freeway Traffic Modelling and Control, Freight and Logistics, Sustainable Transport and Fuels dan Railway Transport. 

Menurut Capt. Antoni, melalui topik tersebut akan memberikan peluang besar inovasi, terutama bagi sektor transportasi.

“Saya percaya ICORT akan menciptakan solusi yang lebih baik dalam menghadapi perubahan yang meningkat di era globalisasi dan digitalisasi ini, dengan menciptakan peluang melalui inovatif dan kontribusi dari sektor akademisi, peneliti, praktisi dan melibatkan industri akan memberikan solusi untuk kemajuan transportasi," tuturnya.

Dalam hal mempertahankan inovasi dalam transportasi, dia juga berharap melalui konferensi ini akan memberikan pemahaman yang komprehensif dalam hal transportasi tentang aspek yang saling berhubungan antara inovasi dan prospek industri, serta dampaknya bagi masyarakat.

“Berpikir inovatif membutuhkan lebih dari sekadar ide - ide luar biasa, seperti sumber daya, keterampilan, teknologi, informasi, alat, pendekatan dan banyak lagi. Namun, aspek yang paling signifikan adalah bahwa inovasi membutuhkan partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan manusia merupakan satu elemen penting yang diperlukan agar inovasi dapat bertahan dan dikembangkan," pesannya.

Dia mengucapkan terima kasih yang tulus kepada PPI Madiun, pihak lembaga pendukung dan kepada panitia penyelenggara, atas kerja kerasnya dalam mempersiapkan acara konferensi.

"Semoga konferensi ini sukses, bermanfaat dan menyenangkan," tutupnya.

Konferensi ini menghadirkan enam narasumber yaitu, Febry P Wijaya. Ph.D dari PT Industri Kereta Api Indonesia, Ir. Resdiansyah, IPM Vice President ITS Indonesia, Dr. Sc. ETH. Anugrah Ilahi dari Institut fur Verkehrswesen (IVe) Austria, Ir. Dian Setiawan, dari Texas A&M University USA, Prof. Dr. Ing Jorn Pachl dari Technical University of Braunschweig Germany, dam Mr. Yu Zhongwu dari Tianjing Railway Technical and Vocational College (TRTVC) China. (omy)