Angkutan Laut Perintis jadi Primadona Masyarakat Jayapura

  • Oleh : Naomy

Kamis, 13/Okt/2022 18:37 WIB
Penumpang kapal perintis di Jayapura Penumpang kapal perintis di Jayapura


JAYAPURA (BeritaTrans.com) - Angkutan laut perintis selalu menjadi primadona dan unggulan dalam menghubungan daerah satu dengan daerah lain terlebih khusus wilayah 3TP (terpencil, terluar, tertinggal dan perbatasan), termasuk di Jayapura - Papua.

Kepala KSOP Jayapura Agustinus menyampaikan, angkutan Laut Perintis terus mengalami peningkatan.

Baca Juga:
Dukung Kongres Masyarakat Adat Nusantara di Papua, Kemenhub Terjunkan Kapal Perintis dan Ber-PSO

"Hal ini dapat dilihat dari realisasi tren penggunaan Perintis untuk jumlah muatan pada penumpang dan barang sampai Agustus yang terus mengalami kenaikan," ujar Agustinus, Kamis (13/10/2022).

Di Pelabuhan Depapre saat ini melayani jaringan lintasan pada Trayek R-93 dan R-95 dengan dua kapal negara perintis dioperatori oleh PT Bayu Bahari Nusantara Line dan pada Trayek R-91, R-92 dan R-94 dilayani tiga kapal negara atau penugasan kepada PT Pelni.

Baca Juga:
Bahas Potensi Usaha Jasa Sektor Kepelabuhanan di Papua, Tim Liaison BI Sambangi KSOP Jayapura

"Keberadaan angkutan laut perintis ini pun memeroleh apresiasi dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat," ujarnya.

Bupati Jayapura Mathius Awoitouw mengatakan, Pelabuhan Depapre ke depannya berkolaborasi untuk pengelolaannya bersama SDM masyarakat setempat dan adat sebagai penerima manfaat langsung selain pihak lain.

Baca Juga:
KM Cahaya Arafah Tenggelam di Perairan Ternate, Tim SAR masih Intensif Cari Korbannya

"Pemerintah akan memprioritaskan keterlibatan masyarakat adat dalam pengolahan bisnis shipping di pelabuhan Depapre," ujar Bupati.  

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura Alfons Awoitouw menambahkan, layanan kapal perintis di Pelabuhan Depapre sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan hadirnya jenis usaha baru di pelabuhan.

"Hal ini tentu dipandang selaras dengan pengembangan program strategis nasional Tol Laut yaitu layanan kapal perintis dengan elemen pendukungnya pada jaringan trayek dan kapal," tutur dia.

Laus yang merupakan Akademisi Hubungan Internasional FISIP Universitas Cenderawasih dan juga merupakan Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan 2019-2021 dan saat ini sebagai Ketua APS (Analisis Papua Strategis) sebuah komunitas profesional global nasional dan internasional, menyampaikan bahwa program Nawa Cita Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia Poros Maritim Dunia terus berkembang dengan tren peningkatan penggunaan Layanan Angkutan Laut Perintis pada tahun 2022.

"Peningkatan trayek pelayaran perintis saat ini menjawab isu-isu strategis seperti Geo Strategis dan Geo Politik perdagangan Indo Pasifik, apalagi saat Pelabuhan Depapre dalam proses pengembangan menjadi Pelabuhan Hub Internasional, ini merupakan sinergitas Pemerintah Provinsi Papua dengan Kementerian Perhubungan melalui KSOP Jayapura," kata Laus.

Willem Thobias Fofid, Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut & Usaha Kepelabuhanan KSOP Jayapura menambahkan bahwa Layanan Perintis pada pangkalan Jayapura di Trayek R-93 dengan pengoperasian armada KM. Lestari Permai per agustus realisasi muatan barang mencapai 227 ton dan penumpang 720 orang begitu juga dengan realisasi KM. Sabuk Nusantara 29 per agustus mencapai 66 ton dan penumpang mencapai 7.167 orang.

"Pelayanan kapal-kapal perintis masih menjadi primadona dan pilihan utama dalam pergerakan orang dan distribusi logistik di Pelabuhan Jayapura dan menjangkau wilayah-wilayah pesisir yang dikenal dengan sebutan wilayah 3TP (terpencil, tertinggal, terluar dan perbatasan), kami akan terus membina, monitoring dan evaluasi kinerja kapal-kapal perintis sehingga dapat mensinergikan program-program pemerintah yang lainnya," tutupnya. (omy)